Kapan Harus Menggunakan Regulator Oksigen? Ini Penjelasannya

Regulator oksigen berfungsi mengatur tekanan oksigen dari tangki
Ilustrasi regulator oksigen yang umumnya kita lihat di rumah sakit

Bagi Anda yang sedang menjalani terapi oksigen, regulator oksigen tentu bukanlah peralatan yang asing. Bersama dengan tangki oksigen, regulator memastikan suplai oksigen ke tubuh Anda tetap lancar sehingga Anda tetap dapat beraktivitas dengan relatif normal.

Penggunaan regulator oksigen tidak memerlukan tenaga listrik, namun tetap membutuhkan perawatan agar fungsinya tidak terganggu. Regulator ini terdiri atas alat indikator tekanan di dalam tabung, flowmeter, dan (kadang) humidifier.

Regulator berbeda dengan ventilator. Ventilator membutuhkan bantuan tenaga listrik agar dapat berfungsi, sedangkan regulator tidak. Ventilator juga biasanya hanya terdapat di Unit Perawatan Intensif (ICU), sedangkan regulator yang menempel pada tangki portabel bisa digunakan di mana saja, termasuk pada ambulans.

Fungsi regulator oksigen

Secara struktural, regulator oksigen berfungsi untuk mengatur banyaknya oksigen yang keluar dari tangki penyimpanan oksigen yang dipadatkan sehingga aman dihirup oleh manusia. Kendati demikian, regulator bukanlah pengatur aliran oksigen sehingga dalam prakteknya alat ini membutuhkan alat pelengkap seperti flowmeter.

Kebanyakan regulator oksigen dapat diatur agar mengeluarkan oksigen sebanyak 0-25 liter per menit. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda menyetel regulator pada 15 liter oksigen per menit setiap kali melakukan terapi oksigen.

Meskipun demikian, ada juga regulator yang bisa disetel hingga tekanan di atas 25 liter per menit atau disebut dengan oksigen tekanan tinggi. Hanya saja, alat ini hanya terdapat di rumah sakit mengingat penggunaannya hanya diperbolehkan pada pasien dengan gagal napas akut untuk menstabilkan napas dan mengontrol kandungan oksigen di dalam darah.

Kondisi apa yang mengharuskan Anda menggunakan regulator oksigen?

Regulator oksigen yang terhubung ke tangki penyimpanan oksigen dapat digunakan untuk siapa pun yang memerlukan bantuan pernapasan. Alat ini sangat berguna ketika Anda harus mendapatkan suplai oksigen di daerah terpencil atau di fasilitas kesehatan dengan kondisi listrik yang masih belum stabil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Seperti disinggung sebelumnya, regulator oksigen yang digunakan pada tangki oksigen juga biasanya difungsikan untuk melakukan terapi oksigen, baik di rumah maupun di rumah sakit. Terapi oksigen sendiri dilakukan ketika tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup lewat jalan bernapas.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya masalah pada paru-paru, seperti:

  • Pneumonia
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Displasia bronkopulmonari alias kondisi pariu-paru yang belum matang pada bayi baru lahir
  • Gagal jantung
  • Fibrosis kistik
  • Sleep apnea
  • Penyakit paru lainnya
  • Trauma pada sistem pernapasan.

Meskipun demikian, tidak semua penderita penyakit di atas memerlukan terapi oksigen. Dokter akan terlebih dahulu melakukan tes untuk menegakkan diagnosis, seperti:

  • Tes darah

Sampel darah dari arteri akan diambil, kemudian diperiksa kandungan oksigennya. Orang yang membutuhkan regulator oksigen untuk terapi adalah mereka yang kandungan oksigen di dalam darahnya kurang dari 60 mmHg (normalnya 75-100 mmHg).

  • Oksimeter

Penggunaan alat ini membuat Anda tidak harus menjalani tes darah. Sebaliknya, semacam klip akan ditempelkan di ujung jari, kemudian kandungan oksigen dalam darah Anda akan terlihat. Acuan penggunaan regulator oksigen untuk terapi juga sama, yakni kurang dari 60 mmHg.

Setelah kandungan oksigen dalam darah Anda diketahui, dokter akan mengajarkan penggunaan regulator yang tepat sesuai dengan kondisi Anda dan alat yang akan digunakan. Jangan pernah menyetel regulator oksigen di atas ketentuan karena terlalu banyak kandungan oksigen dalam darah (lebih dari 110 mmHg) akan mengakibatkan Anda keracunan oksigen.

Beberapa orang harus menjalani terapi oksigen sepanjang hidupnya, tapi beberapa orang hanya membutuhkan bantuan regulator oksigen pada situasi tertentu. Ada pula terapi yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit, namun tidak jarang Anda juga dibekali alat bantu pernapasan agar dapat melanjutkan terapi di rumah.

WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/329874/9789241516914-eng.pdf?ua=1
Diakses pada 28 April 2020

American Thoracic Society. https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/mechanical-ventilation.pdf
Diakses pada 28 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/oxygen-therapy
Diakses pada 28 April 2020

Vitality Medical. https://www.vitalitymedical.com/cylinders-regulators.html
Diakses pada 28 April 2020

Air Products. https://www.airproducts.com/~/media/Files/PDF/company/safetygram-12.pdf
Diakses pada 28 April 2020

Resmed. https://www.resmed.com/ap/en/healthcare-professional/diagnosis-and-treatment/respiratory-care/treatments/hfot.html
Diakses pada 28 April 2020

Artikel Terkait