Apa Itu Gaming Disorder atau Kecanduan Permainan Online?

Tidak semua gamer permainan online otomatis dianggap mengidap gaming disorder
Kecanduan permainan online adalah penyakit kelainan yang harus diwaspadai orang tua

Permainan online di era digital sekarang ini seperti jamur di musim penghujan. Perkembangannya tidak bisa dikontrol, begitu pula dengan para gamer alias orang yang melakukan game tersebut.

Saking pesatnya pertumbuhan game online, pemerintah Indonesia pun menyertakan permainan online sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018 lalu. Meski demikian, statusnya masih eksibisi.

[[artikel-terkait]]

Banyak pihak mengklaim game online memiliki manfaat bagi penikmatnya. Mulai dari meningkatkan kemampuan kognitif maupun sosial, terutama pada anak-anak.

Namun jangan salah, permainan online juga memiliki sisi negatif. Salah satunya adalah kelainan mental yang disebut dengan Gaming Disorder.

Apa itu Gaming Disorder?

Pada dasarnya, gaming disorder merupakan salah satu bentuk kecanduan, layaknya pada alkohol atau obat-obatan terlarang. Pada tahun 2018 silam, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengklasifikasikan Gaming Disorder sebagai suatu penyakit.

Menurut WHO, gangguan kesehatan ini ditandai dengan pola perilaku gamer (baik dalam permainan digital maupun konsol) yang menunjukkan tiga tanda berikut:

  • Tidak mampu mengendalikan kebiasaannya bermain game online, misalnya tidak bisa berhenti walau merasa lapar.
  • Memprioritaskan melakukan permainan online dibanding kegiatan sehari-hari.
  • Terus bermain game online tanpa peduli efek buruknya. Penderita bahkan akan menambah frekuensi bermainnya meski sudah tahu dampak negatif dari perilakunya ini.

Meskipun demikian, tidak semua gamer otomatis dikategorikan sebagai pengidap gaming disorder. Proses diagnosis kelainan ini hanya bisa ditegakkan lewat pemantauan selama setidaknya 12 bulan.

Penderita juga harus menunjukkan penyimpangan dan merugikan beberapa aspek kehidupannya. Mulai dari aspek kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pendidikan, hingga pekerjaan.

Kecanduan game juga bisa muncul dibarengi kelainan mental lainnya, seperti stres, depresi, serta gangguan kecemasan. Bila terus berlanjut, kondisi ini berpotensi memicu beragam penyakit. Misalnya, obesitas dan gangguan tidur.

Obesitas bisa muncul akibat penderita yang menghabiskan berjam-jam hanya untuk duduk dan melakukan permainan online. Aktivitas tanpa gerak inilah yang kemudian memicu bertambahnya berat badan hingga tak terkendali.

Sementara gangguan tidur akan terjadi bila gamer sudah kecanduan hingga menelantarkan waktu istirahatnya. Gamer cenderung bermain tanpa batas waktu.

Penanganan untuk Gaming Disorder

Sejauh ini, belum ada penelitian yang memadai bentuk menangani Gaming Disorder secara spesifik. Pasalnya, kelainan ini tergolong penyakit mental jenis baru.

Meski demikian, perilaku kecanduan apapun memiliki karakteristik yang sama. Tak pelak, banyak praktisi kesehatan yang menggunakan pendekatan dan terapi yang serupa untuk meringankan gejala Gaming Disorder. Seperti apakah langkah penanganannya?

  • Edukasi psikologis untuk penderita. Pendekatan ini akan memberitahukan dan mengajarkan mengenai bahaya dan efek negatif dari kecanduan permainan online maupun konsol pada para penderita
  • Terapi psikologi rutin. Melalui langkah ini, penderita akan dibantu untuk mempelajari pola pikir dan cara baru yang lebih positif guna mengendalikan kecanduannya.
  • Pendekatan intrapersonal untukmengajarkan para penderita agar bisa lebih percaya diri dan tidak menggantungkan identitas hanya pada game.
  • Pendekatan interpersonal yang akan mendorong para pecandu game agar lebih aktif untuk berinterasksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk keluarga maupun teman.
  • Terapi bersama keluarga. Bantuan dan dukungan dari keluarga dalam terapi juga diperlukan untuk penderita gaming disorder.
  • Mencari dan menerapkan gaya hidup baru yang lebih sehat. Setelah mengetahui apa penyebab di balik kecanduan yang dialami oleh penderita, saatnya mencari cara baru yang lebih sehat sebagai penyelesaian. Misalnya, para pecandu game memilih aktivitas fisik atau hobi baru di luar permainan online.

Permainan online memang tidak dilarang, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Melarang pelaku melakukan game online bukan solusi untuk mengatasi gaming disorder.

Jika Anda khawatir ketika melihat ada anggota keluarga atau teman yang mulai kecanduan permainan online maupun bentuk konsol, bujuk dan ajak mereka untuk berkonsultasi dengan dokter. Jangan sampai gaming disorder semakin menjadi dan berdampak buruk pada kehidupan mereka.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322478.php
Diakses pada 16 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/features/qa/gaming-disorder/en/
Diakses pada 16 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed