Kapan Boleh Bekerja Setelah Kuret? Ini yang Perlu Dipertimbangkan


Kapan boleh bekerja setelah kuret akan ditentukan oleh berbagai kondisi, seperti misalnya tingkat keparahan keguguran, jenis pekerjaan yang dilakukan. Pemulihan bisa berlangsung dalam hitungan hari hingga minggu.

0,0
12 Nov 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kapan boleh bekerja setelah kuret? Setiap wanita bisa berbeda tergantung kondisi fisikKembali bekerja setelah keguguran dan kuret perlu persiapan khusus
Kapan boleh bekerja setelah kuret? Jawabannya cukup beragam. Pada dasarnya, waktu yang dibutuhkan seorang ibu untuk pemulihan setelah kuretase bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung dari kondisi kehamilan sebelum kuret, serta fisik Anda saat menjalaninya.
Kembali bekerja setelah kuret bukan hal yang mudah bagi sebagian wanita. Bahkan, mungkin akan terasa menakutkan dan penuh kekhawatiran. Untuk mengetahui kapan boleh kembali bekerja setelah kuretase serta tips persiapannya, mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Kapan boleh kembali bekerja setelah kuretase?

Kapan bisa mulai bekerja setelah kuretase? tergantung dari jenis pekerjaan dan kondisi tubuh setelah kuret
Waktu pemulihan setelah kuretase setiap wanita bisa berbeda
Kapan tepatnya boleh kembali bekerja setelah kuretase tidak bisa disamaratakan bagi setiap wanita. Pasalnya, setiap orang memiliki kondisi fisik dan mental serta lingkungan kerja yang berbeda.Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan kapan boleh kembali bekerja setelah kuretase, seperti:

1. Tingkat keparahan keguguran

Jika keguguran terjadi pada masa awal kehamilan, umumnya pemulihan bisa terjadi lebih cepat, yaitu selama beberapa hari. Ini membuat waktu yang dibutuhkan untuk kembali bekerja biasanya lebih singkat.Pemulihan setelah kuret yang dilakukan pada trimester awal kehamilan bisa terjadi lebih cepat karena umumnya sisa-sisa janin maupun jaringan lain yang berhubungan dengan kehamilan, dapat langsung keluar seluruhnya atau hanya tersisa sedikit jaringan pada saat keguguran.Hal ini membuat tidak banyak jaringan yang harus dikeluarkan saat proses kuretase. Biasanya Anda dapat melakukan aktivitas 1-2 hari setelah prosedur kuret. Namun semua juga tergantung dari kondisi kesehatan masing-masing individu.Sementara itu, jika sisa jaringan kehamilan masih cukup banyak karena keguguran terjadi saat usia kandungan sudah lebih lanjut, maka waktu pemulihannya akan lebih lama.

2. Jenis pekerjaan

Jika proses kuretase berjalan lancar, kondisi fisik Anda baik, dan jenis pekerjaan Anda tidak menuntut kegiatan fisik yang berat, maka waktu yang dibutuhkan untuk kembali masuk kerja akan lebih cepat.Sebaliknya, jika pekerjaan Anda memerlukan kekuatan dan ketahanan fisik lebih besar, seperti pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi, mengangkat beban berat, atau menguras banyak tenaga, maka Anda akan memerlukan waktu pemulihan lebih lama sebelum kembali siap bekerja.

3. Aturan perusahaan

Aturan perusahaan mengenai memberikan waktu cuti setelah keguguran dapat berbeda-beda. Diskusikan dengan atasan mengenai kapan boleh bekerja setelah kuret, serta apakah Anda membutuhkan waktu cuti lebih lama.

4. Kondisi individu

Setiap wanita yang telah mengalami keguguran, memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sebelum kembali bekerja setelah kuret. Hal ini juga dapat mempengaruhi kapan boleh bekerja setelah kuret.Baca Juga: Keguguran Tanpa Kuret, Ini yang Akan Anda Alami

Tips persiapan kembali bekerja setelah keguguran

Sebelum kembali bekerja setelah keguguran, bicarakan dengan atasan terlebih dahulu
Sebelum kembali bekerja setelah kuret, minta bantuan atasan untuk menyesuaikan kondisi
Untuk memastikan kapan boleh bekerja setelah kuret ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan baik secara fisik maupun mental, meliputi:

1. Masa cuti yang cukup

Pastikan Anda telah mengambil masa cuti yang cukup untuk memulihkan kembali kondisi Anda. Jika Anda membutuhkan masa cuti tambahan, sebaiknya bicarakan hal ini dengan atasan dan mintalah surat keterangan dokter.Pastikan bahwa Anda telah siap secara fisik dan mental sebelum kembali bekerja.

2. Minta bantuan atasan

Saat akan kembali bekerja, Anda sebaiknya berbicara dengan atasan mengenai beberapa hal terkait kondisi keguguran yang baru saja Anda alami. Diantaranya untuk membicarakan mengenai tahapan untuk kembali ke kantor serta apa saja dukungan dari perusahaan yang Anda butuhkan.Keguguran merupakan hal yang sensitif, dan tidak semua orang siap untuk berbagi mengenai hal ini dengan orang lain. Jika Anda tidak ingin hal tersebut dibahas lebih lanjut di kantor, Anda juga dapat meminta bantuan kepada atasan untuk menyampaikannya pada para kolega sebelum kembali bekerja.

3. Mempersiapkan diri untuk menghadapi teman kantor

Tentu saja Anda tidak memilki kewajiban untuk menjelaskan kondisi Anda kepada orang lain. Namun tidak bisa dipungkiri, kabar ini seringkali akan menyebar dengan mudah di tempat kerja, sehingga Anda perlu bersiap untuk menghadapinya.Apabila dirasa perlu, Anda bisa menyampaikan kepada teman satu tim mengenai kondisi Anda dan meminta pengertian mereka mengenai seberapa banyak informasi yang ingin Anda jaga tetap menjadi privasi.

4. Kembali secara bertahap

Dengan persetujuan atasan, Anda dapat meminta untuk kembali bekerja secara bertahap. Mungkin bisa dimulai dengan bekerja dari rumah atau meminta waktu kerja yang lebih singkat. Anda juga mungkin masih harus membagi tugas dengan rekan kerja sebelum kembali menangani semua pekerjaan sendiri seperti sebelumnya.

5. Buat to do list

Kembali bekerja setelah kuret dan keguguran bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan perempuan yang melaluinya akan merasa sulit berkonsenterasi di awal-awal kembalinya ia ke dunia kerja. Hal ini bisa membuat Anda kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan.Untuk membantu mengatasinya, buatlah daftar hal-hal apa saja yang perlu diselesaikan dan bagi ke dalam beberapa tingkat prioritas.Setelah menyelesaikan satu tugas, Anda bisa mencoret satu per satu hal yang tertulis di daftar tersebut. Ini juga akan membantu Anda merasa termotivasi untuk segera menyelesaikannya.

6. Memiliki teman curhat

Keguguran bisa berdampak pada kesehatan mental, sehingga Anda sebaiknya memiliki seseorang yang dapat menjadi tempat Anda mencurahkan isi hati ketika rasa duka kembali melanda. Hal ini akan sangat penting untuk memberikan dukungan emosional hingga perlahan-lahan kondisi mental Anda kembali stabil seperti sediakala.

7. Bersiap untuk hal di luar rencana

Walaupun telah merasa siap, bukan tidak mungkin ternyata Anda masih sulit kembali bekerja seperti sediakala.Oleh karena itu, sebaiknya persiapkan beberapa rencana untuk mengahdapi berbagai kemungkinan. Misalnya bantuan untuk mengantar jemput, serta apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba Anda merasakan gangguan kesehatan terkait keguguran dan siapa yang harus dihubungi dalam kondisi darurat.Umumnya pen\rdarahan akibat keguguran akan berhenti dalam tujuh hari. Jika setelah itu Anda masih mengalami pendarahan, bisa jadi masih ada jaringan janin yang tertinggal di rahim atau luka Anda mengalami infeksi.Sebaiknya selalu lakukan konsultasi selama beberapa minggu atau beberapa bulan setelah kuretase. Hal ini untuk memastikan bahwa rahim Anda telah pulih dengan baik. Dengan demikian, Anda pun akan dapat memutuskan kapan boleh bekerja setelah kuret.Apabila masih punya pertanyaan seputar prosedur kuretase ataupun hal lain yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi, diskusikan langsung dengan dokter lewat fitur Chat Dokter di aplikasi SehatQ. Unduh secara gratis di App Strore dan Google Play.
kegugurankuretase
Miss Carriage Association. https://www.miscarriageassociation.org.uk/information/miscarriage-and-the-workplace/employees-information-and-support/going-back-to-work-after-a-miscarriage/
Diakses pada 29 Oktober 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/going-back-to-work-after-pregnancy-loss-2371808
Diakses pada 29 Oktober 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/after-miscarriage/#happens
Diakses pada 29 Oktober 2021
WebMD.
Diakses pada 29 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait