Penyakit campak disebabkan oleh virus Rubeola yang hidup pada mukosa hidung dan tenggorokan
Imunisasi penting diberikan pada anak agar tidak tertular virus campak.

Memastikan kesehatan buah hati merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Caranya adalah dengan memberikan vaksin pada anak sesuai usianya. Salah satu vaksin dasar yang harus didapatkan anak adalah imunisasi campak.

Penyakit campak disebabkan oleh virus Rubeola atau virus campak. Virus campak hidup pada mukosa hidung dan tenggorokan dan menular melalui udara.

Campak merupakan infeksi yang sangat mudah menular. Virus campak dapat bertahan di udara selama dua jam.

Infeksi campak dapat menimbulkan komplikasi serius. Orang-orang yang berisiko tinggi mengalami campak dan komplikasi berat adalah orang yang belum mendapat imunisasi campak, terutama pada anak-anak  di bawah lima tahun dan orang dewasa berusia lebih dari 30 tahun.

[[artikel-terkait]]

Komplikasi campak yang sering dialami adalah infeksi telinga dan diare. Komplikasi berat campak yang bisa terjadi adalah infeksi paru atau pneumonia dan ensefalitis (pembengkakan pada otak).

Bila campak terjadi pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Komplikasi jangka panjang campak adalah SSPE (subacute sclerosing panencephalitis). SSPE menyebabkan gangguan permanen pada sistem saraf.

Pentingnya imunisasi campak

Virus campak sangat menular. Dahulu, sebelum ditemukan vaksin campak pada tahun 1963, epidemi atau wabah luar biasa campak terjadi setiap 2-3 tahun sekali dan menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahun.

Setelah imunisasi campak diperkenalkan dan dilakukan secara rutin, terjadi penurunan drastis angka kematian akibat campak, yaitu sebesar 80% antara tahun 2000-2017 di seluruh dunia.

Vaksin campak juga aman dan murah. Namun sayangnya, pada tahun 2017 masih ada 110.000 kematian akibat campak secara global pada anak usia kurang dari lima tahun.

Program imunisasi campak di Indonesia

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan program rutin imunisasi campak, yaitu imunisasi Mumps dan Rubella(MR). Indonesia memprioritaskan pemberian MR karena bahaya komplikasi campak dan rubella yang berat dan mematikan.

Pemberian imunisasi MR dilakukan pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun dengan cakupan tinggi.

Harapannya, pemberian imunisasi campak akan membentuk imunitas kelompok sehingga dapat mengurangi penularan yang lebih luas. Imunisasi campak tak hanya memberi dampak baik bagi diri sendiri, tetapi sekaligus menjaga kekebalan suatu daerah.

Fakta - Fakta mengenai imunisasi campak

Beberapa waktu belakangan, masyarakat Indonesia diresahkan oleh isu-isu yang tidak benar mengenai vaksin campak. Berikut adalah beberapa fakta imunisasi campak:

  • Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak (Measle “M”) dan Rubella (Rubella “R”)
  • Vaksin MR berbeda dengan vaksin MMR. Vaksin MMR mencegah campak, rubella, dan gondongan. Sedangkan vaksin MR mencegah campak dan rubella.
  • Vaksin MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR.
  • Selanjutnya imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan untuk anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak
  • Untuk anak yang sudah mendapat dosis pertama dan dosis ulangan imunisasi campak, tetap diberikan imunisasi MR karena untuk mendapatkan kekebalan terhadap rubella.
  • Vaksin MR tidak menyebabkan autisme. Saat ini. tidak ada penelitian yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.
  • Vaksin MR terbukti efektif mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini juga aman karena telah mendapat rekomendasi WHO dan izin edar dari Badan POM,
  • Efek samping vaksin MR yang sering terjadi adalah demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri di area imunisasi. Reaksi tersebut adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari.

Penyakit campak tidak dapat disepelekan karena dapat berkomplikasi serius. Oleh karena itu penting sekali melindungi diri dengan imunisasi campak. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda mengenai fakta imunisasi campak.

Artikel Terkait

Banner Telemed