Kapan ASI Keluar? Ini Penjelasannya agar Ibu Tidak Panik


Kapan ASI keluar dapat dijawab pada saat hamil hingga 3-4 hari pascamelahirkan.

(0)
03 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kapan ASI keluar bisa dimulai sejak kehamilan hingga 3-4 hari sesudahnyaKapan ASI keluar kerap kali ditanyakan pada ibu baru melahirkan
Kapan ASI keluar merupakan salah satu kekhawatiran ibu hamil menjelang persalinan. Sebab, tentu ibu ingin memberikan nutrisi terbaik dengan memberikan ASI eksklusif.Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu dipahami bahwa ASI yang keluar pertama kali dari payudara ibu bukanlah berbentuk seperti susu yang berwarna putih pekat. ASI perdana ibu, yang juga disebut sebagai kolostrum, memiliki konsistensi yang berbeda.Mayoritas ibu menghasilkan kolostrum yang berwarna kekuningan dan agak kental. Ini menandakan kolostrum memiliki ciri ASI berkualitas.Pada ibu menyusui lainnya, kolostrum bisa menyerupai air yang bening dan encer. Aliran kolostrum juga tidak sederas ASI di kemudian hari karena di tahap ini bayi baru belajar mengisap dan menelan.

Kapan ASI keluar?

ASI sudah bisa keluar sejak hamil
Setiap ibu menyusui memiliki pengalaman yang berbeda-beda terhadap kapan ASI keluar untuk pertama kali. Ada ibu yang sudah merasakan ASI-nya keluar bahkan sebelum melahirkan, tidak sedikit pula ibu yang justru ASI-nya tidak keluar hingga berhari-hari setelah melahirkan.Keluarnya ASI sangat dipengaruhi oleh kadar hormon prolaktin di dalam tubuh. Hormon ini diproduksi oleh otak dan memiliki peran untuk “memerintahkan” payudara agar memproduksi lebih banyak susu untuk makanan bayi yang baru lahir.Secara garis besar, kapan ASI keluar bisa dikategorikan pada tiga kondisi, yaitu:

1. ASI keluar saat hamil

Pada dasarnya, untuk menjawab pertanyaan kapan ASI keluar, kolostrum sendiri sudah diproduksi oleh payudara jauh sebelum ibu melahirkan, tepatnya di sekitar trimester kedua kehamilan.Ibu yang mengalami ini biasanya melihat ada cairan kuning yang keluar dari payudara atau menetes dan menodai bagian dalam bra.Kondisi ini normal dan memang dialami oleh sebagian ibu hamil, terutama beberapa pekan jelang persalinan.Jika keluarnya kolostrum sampai mengganggu kenyamanan Anda, lapisi bagian dalam bra dengan tisu, kain bersih, atau breast pad.

2. ASI keluar 3-4 hari setelah melahirkan

Sebagian besar ibu yang melahirkan anak pertama, ASI akan keluar sekitar 3-4 hari setelah persalinan. Beberapa ibu juga mengalami keluarnya ASI yang lebih cepat, misalnya di hari pertama pascapersalinan, terutama jika ia sudah pernah melahirkan sebelumnya.

3. ASI keluar lebih lama

Bila ASI Anda tidak juga keluar setelah 3-4 hari pascapersalinan, tentu akan muncul pertanyaan, “kapan ASI keluar?” di benak Anda.Tidak perlu panik karena hal ini juga normal dan terjadi pada sebagian ibu menyusui. Komunikasikan dengan dokter Anda untuk memastikan bayi Anda masih dalam keadaan sehat, terutama bila dilihat dari berat badannya.Dokter mungkin merekomendasikan Anda menggunakan ASI perah dari donor atau bahkan susu formula khusus bayi hingga ASI Anda mulai keluar, tapi bukan berarti Anda gagal menyusui. Tetap lakukan stimulasi hingga muncul tanda ASI akan keluar.

Cara agar ASI keluar

Terus susui bayi agar payudara terstimulasi untuk memproduksi ASI
Jangan terus bertanya kapan ASI keluar sehingga membuat Anda stres. Sebaliknya, lakukan beberapa stimulasi berikut agar kolostrum cepat keluar, yaitu:

1. Terus menyusui langsung

Anda tidak perlu menunggu ASI keluar untuk mulai menyusui bayi. Justru, membiarkan buah hati Anda menyusu langsung merupakan stimulasi terbaik agar ASI lekas diproduksi oleh payudara.

2. Lakukan pijatan payudara

Anda dapat melihat tutorial pijat payudara untuk memperlancar ASI yang ada di situs berbagi video maupun sosial media.Anda juga dapat mengunjungi konselor laktasi untuk mengetahui gerakan yang tepat sebelum mempraktikkannya sendiri di rumah.Sebelum memijat, Anda dapat mengompres payudara dengan handuk hangat. Langkah ini dapat membuat saraf di sekitar payudara menjadi lebih rileks dan diharapkan dapat melancarkan produksi serta aliran ASI.

3. Pompa ASI

Setelah memijat, Anda juga dapat melakukan cara memerah ASI dengan menggunakan tangan (teknik marmet). Anda juga bisa memompa dengan menggunakan pompa ASI yang memiliki daya isap baik, misalnya pompa ASI yang berlabel hospital grade.Selain itu, Anda juga disarankan untuk memompa ASI secara reguler, yakni setiap 2-3 jam sekali. Di awal masa menyusui, Anda mungkin hanya mendapatkan beberapa tetes ASI perah, namun jumlah itu akan semakin melimpah jika rutin mengosongkan ASI dari payudara.

4. Banyak makan dan minum

Minum cairan dan makan makanan bergizi dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Anda juga dapat mencoba mengonsumsi ASI booster alami, seperti daun katuk, daun bangun-bangun, serta fenugreek.Alih-alih terus bertanya kapan ASI keluar, lakukan stimulasi ASI, jangan lupa untuk membuat tubuh dan pikiran selalu rileks dan bebas dari stres.Lakukan hal-hal yang Anda sukai, mulai dari mendengarkan musik, nonton film favorit, serta istirahat yang cukup agar produksi ASI lekas terpicu dan selalu lancar.

Cara agar ASI cepat keluar sebelum bayi lahir

Kurangi asupan gula agar ASI bisa diproduksi setelah melahirkan
Meski mengetahui kapan ASI keluar, terutama kolostrum, secara teknis, tidak ada cara agar ASI cepat keluar sebelum bayi lahir. Namun, ada cara yang bisa Anda lakukan agar tubuh segera memproduksi ASI saat lahir, yaitu:

1. Tingkatkan konsumsi zat besi

Berdasarkan riset dari jurnal Birth, kekurangan zat besi menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi ASI dengan cukup.Untuk itu, konsumsi makanan kaya zat besi mampu mendorong produksi ASI sehingga Anda siap menyusui sejak awal kelahiran.

2. Kurangi asupan gula

Asupan gula terbukti mampu meningkatkan hormon insulin pada tubuh. Jika hormon insulin meningkat, maka meningkat pula hormon testosteron.Karena kadar testosteron sebenarnya tidak sebanyak laki-laki, hal ini membuat tubuh mengubahnya menjadi estrogen.Sayangnya, estrogen erat kaitannya dengan rendahnya produksi ASI. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi cara agar ASI cepat keluar sebelum bayi lahir, Anda dapat mengurangi kadar gula.

Apa tanda ASI akan keluar?

Cepat atau lambat, stimulasi yang Anda lakukan akan menghasilkan ASI. Tanda ASI akan keluar antara lain payudara yang terasa penuh dan berat, serta urat di sekitar payudara lebih menonjol atau terlihat lebih gelap.Ketika ASI akan keluar, Anda akan merasa payudara menegang sebelum ASI keluar dari dua payudara. Kondisi ini disebut dengan let down reflex.

Catatan dari SehatQ

Kapan ASI keluar merupakan pertanyaan yang cukup sering muncul bila Anda ingin memulai program ASI eksklusif.Sebab, hal ini perlu diketahui agar Anda bisa memberikan asupan air susu dengan lancar selama 6 bulan ke depan.Bila Anda menemui kendala seputar ASI, konsultasikan dengan dokter melalui  chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Kunjungi pula Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait keperluan ibu menyusui lainnya.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
produksi asiasi eksklusifmenyusuiibu menyusui
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-starting.html
Diakses pada 19 Juni 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/colostrum-the-first-breast-milk-431990
Diakses pada 19 Juni 2020
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x553875/how-many-days-will-it-take-for-my-breastmilk-to-come-in
Diakses pada 19 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/leaking-nipples-pregnant/
Diakses pada 19 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/no-breast-milk-after-delivery-what-to-do
Diakses pada 19 Juni 2020
Women's Health Network. https://www.womenshealthnetwork.com/hormonal-imbalance/hormonal-imbalance-caused-by-sugar/
Diakses pada 11 Januari 2021
Kelly Mom. https://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/meds/birthcontrol/
Diakses pada 11 Januari 2021
Birth. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7779228/
Diakses pada 11 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait