Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengidap Kanker Testis Stadium 4?

Lebih dari 80% penderita kanker testis stadium 4 dapat bertahan hidup sampai 5 tahun setelah diagnosis
Kanker testis stadium 4 mengindikasikan adanya keterlibatan kelenjar atau organ lain.

Pada tahun 1996, pebalap sepeda terkenal, Lance Armstrong, didiagnosis mengalami kanker testis stadium 4 dengan persebaran sel kanker yang sudah mencapai paru-paru dan otak. Berkat penanganan yang tepat dan komprehensif, Lance berhasil menjadi penyintas kanker testis, bahkan bisa menjuarai Tour de France setelahnya.

Kanker testis termasuk yang jarang terjadi. Diperkirakan 5 dari 100.000 pria didiagnosis mengalami kanker testis setiap tahunnya. Kanker ini sering dideteksi pada dewasa muda usia 20-34 tahun. Kanker testis stadium 4 yang juga dikenal sebagai kanker testis stadium 3C, menandakan kondisi di mana sel kanker telat menyebar ke organ tubuh lainnya. Lebih dari 80% penderita kanker testis stadium 4 dapat bertahan hidup sampai 5 tahun setelah diagnosis.

Gejala Kanker Testis

Berikut adalah gejala kanker testis yang harus Anda waspadai:

1. Benjolan atau Pembengkakan Testis

Benjolan atau pembengkakan pada salah satu testis merupakan gejala kanker testis paling sering muncul. Benjolan dapat menyebabkan perbedaan mencolok antara kedua testis.

2. Skrotum Terasa Berat

Skrotum terasa berat karena adanya massa padat pada testis, yang mengindikasikan adanya kanker.

3. Rasa Tidak Nyaman atau Nyeri pada Testis dan Skrotum

Pada umumnya, kanker testis tidak menimbulkan nyeri, namun 1 dari 5 pria merasakan nyeri yang tajam pada testis sebagai gejala awal kanker testis.

4. Indikasi Gejala Lain

Kanker testis stadium 4 mengindikasikan adanya keterlibatan kelenjar atau organ lain. Gejala yang dapat dialami, yaitu:

  • Penyebaran ke kelenjar getah bening. Kanker testis paling sering menyebar ke kelenjar yang berada di perut bagian belakang, sehingga penderitanya mungkin merasakan nyeri di punggung bagian bawah atau di sekitar perut bawah. Jika penjalaran cukup jauh, dapat teraba benjolan di sekitar leher atau tulang selangka. Jika sel kanker menyebar ke kelenjar di dada (mediastinum), maka dapat menyebabkan batuk, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, dan pembengkakan dada.

  • Penyebaran ke paru-paru. Kanker testis sering menyebar ke paru-paru, menyebabkan batuk-batuk dan kesulitan bernapas.

  • Gejala akibat hormon yang diproduksi sel kanker. Pada beberapa kasus, sel kanker testis memproduksi hormon yang dapat memicu pertumbuhan kelenjar payudara, sehingga payudara tampak membesar atau terasa nyeri.

Penanganan Kanker Testis Stadium 4

Tahapan penanganan kanker testis stadium 4 bergantung pada jenis kanker (seminoma atau nonseminoma), dan juga bergantung pada kondisi penyakit masing-masing pasien. Secara umum penanganan untuk kanker testis stadium 4 mencakup:

1. Kemoterapi

Kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor dengan menggunakan obat-obatan yang dapat mematikan sel kanker. Selain mengecilkan ukuran tumor di testis, kemoterapi juga dapat mengecilkan ukuran penyebaran sel kanker di otak, sehingga efektif untuk kanker testis stadium lanjut dengan penyebaran ke organ lain.

Satu siklus kemoterapi pada kanker testis biasanya berlangsung selama 3 minggu, dan dibutuhkan 1 sampai 4 siklus terapi, bergantung pada stadium kanker yang diderita. Semakin lanjut stadium kanker, siklus yang dibutuhkan semakin banyak, Kanker testis adalah salah satu kanker yang memiliki respons baik terhadap kemoterapi.

2. Radiasi

Pada kasus kanker testis, radiasi digunakan untuk mematikan sel kanker yang sudah menyebar ke kelenjar. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, di mana kanker testis menyebar ke otak, radiasi juga dipakai untuk mematikan sel kanker yang sudah menyebar ke otak.

3. Operasi

Tindakan operasi ditujukan untuk mengangkat sel kanker sebanyak mungkin, dan lebih sering dilakukan pengangkatan testis seluruhnya (orkidektomi radikal). Prosedur ini biasa dilakukan di awal, tidak hanya untuk terapi, tetapi juga untuk diagnosis.

Operasi pengangkatan kelenjar diperlukan jika sel kanker sudah menyebar ke kelenjar. Pada kanker testis stadium 4, di mana sel kanker sudah menyebar ke paru-paru, hati, kelenjar pada leher, dada, atau pelvis, operasi tambahan mungkin dibutuhkan untuk mengangkat anak sebar kanker.

4. Terapi Paliatif

Terapi paliatif adalah terapi tambahan untuk mengurangi gejala akibat kanker, seperti rasa nyeri, mual, dan muntah.

Bagi sebagian besar pasien, mendapatkan diagnosis kanker testis stadium 4 bukanlah hal yang mudah untuk diterima. Penting bagi pasien untuk dapat menemukan kelompok pendukung, dan mencari informasi sebanyak mungkin mengenai penyakit yang dideritanya.

Informasi ini bisa didapat tidak hanya dari dokter yang secara langsung menangani Anda. Anda juga bisa mencari pendapat lain dari beberapa dokter yang sudah berpengalaman. Penggunaan internet yang sudah mudah juga memungkinkan Anda untuk mencari informasi dari situs-situs terpercaya, misalnya situs National Cancer Institute.

Medline plus. https://medlineplus.gov/magazine/issues/summer06/articles/summer06pg6-9.html
Diakses pada April 2019

American Cancer Cociety. https://www.cancer.org/cancer/testicular-cancer/about/key-statistics.html
Diakses pada April 2019

National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/testicular
Diakses pada April 2019

Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/testicular-cancer/survival
Diakses pada April 2019

Cancer. https://www.cancer.net/cancer-types/testicular-cancer/types-treatment
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed