Usia dan Kanker Prostat: Pengaruh Terhadap Masa Subur Pria

Kemoterapi sebagai pengobatan kanker dapat berefek pada masa subur pria
Masa subur pria berkurang ketika mengalami kanker prostat

Kesuburan bagi para pria adalah hal yang sangat dibanggakan. Mengetahui masa subur pria penting jika Anda sedang berencana untuk memiliki buah hati. Namun ternyata, faktor usia dan penyakit tertentu seperti kanker prostat dapat memengaruhi masa subur pria.

[[artikel-terkait]]

Kanker dan masa subur pria

Apakah benar kanker dapat menyabotase masa subur pria? Sebenarnya tidak semua kanker memengaruhi masa subur pria. Hanya jenis kanker tertentu yang terjadi pada organ reproduksi, seperti kanker prostat bisa berpengaruh langsung terhadap masa subur pria.

Kebanyakan pria berkurang kesuburannya akibat dari penanganan kanker yang tidak hanya membunuh sel kanker tetapi juga mampu membunuh sel sperma atau merusak testis. Terapi radiasi atau kemoterapi adalah beberapa contoh dari pengobatan kanker yang berefek pada masa subur pria.

Pada penderita kanker prostat, masa subur pria bisa saja terhalang karena prosedur bedah pada bagian testis ataupun prostat. Bedah testis pada penderita kanker prostat bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dengan menghentikan produksi testosteron.

Sementara bedah pada prostat berfungsi untuk mencegah kanker prostat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kedua bedah tersebut mengganggu masa subur pria dan bisa memicu kemandulan.

Apakah ada pengaruh langsung dari kanker prostat terhadap masa subur pria?

Sebenarnya yang terjadi justru sebaliknya. Pria yang mengalami infertilitas berisiko mengalami kanker prostat. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Thomas J. Walsh mendapati bahwa terdapat hubungan antara kanker prostat dengan kesuburan pria.

Dr. Thomas J. Walsh menyatakan terdapat risiko yang tinggi bagi pria dengan infertilitas kesuburan yang rendah untuk menderita kanker prostat. Meskipun demikian, penelitian ini masih perlu ditindaklanjuti karena masih ada pertanyaan yang belum terjawab, yaitu apakah kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon atau kelainan genetik.

Apakah usia memiliki peranan dalam masa subur pria?

Bagi sebagian besar pria, usia memang memengaruhi masa subur. Bagi Anda yang baru mengetahui informasi ini, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini adalah sesuatu yang wajar terjadi.

Lantas, kapan usia yang paling menggambarkan masa subur pria? Jawabannya dikemukakan dalam penelitian pada tahun 2007 yang meneliti mengenai kualitas dan jumlah sperma berdasarkan usia.

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa jumlah sperma paling banyak pada pria adalah pada rentang usia 30 sampai 35 tahun. Sementara saat pria berusia 55 tahun, jumlah sperma mulai menurun.

Selain dari segi jumlah sperma, penelitian juga menemukan bahwa kecepatan sperma saat berenang semakin menurun seiring bertambahnya usia.

Penelitian lain pada tahun yang sama mendapati bahwa semakin bertambahnya usia maka kerusakan DNA pada sperma semakin meningkat.

Sperma yang cacat bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian janin dalam kandungan, keguguran, dan cacat lahir, serta mengurangi kesuburan.

Tidak hanya berpengaruh terhadap masa subur pria, tetapi usia dapat meningkatkan kemungkinan pria untuk menurunkan masalah-masalah genetik kepada anak-anaknya.

Alternatif mempunyai keturunan bagi pria yang sedang dalam pengobatan kanker prostat

Pria yang menjalani pengobatan kanker prostat tidak terlalu bisa mengandalkan “masa subur pria”, tetapi terdapat beberapa alternatif yang bisa dilakukan, yaitu pengambilan sperma langsung dari testis dan penyimpanan sperma.

Pengambilan sperma dari testis dilakukan dengan mengambil sperma dari jaringan testis dan menyuntikkan sel sperma tersebut secara langsung ke dalam sel telur, tetapi tingkat kesuksesan dari metode ini kurang dari 50 persen.

Sementara penyimpanan sperma dilakukan dengan membekukan air mani yang berisi sperma dengan cairan nitrogen. Sekitar 50 persen dari sel sperma yang dibekukan masih bisa digunakan untuk pembuahan dengan cara menyuntikkan sperma ke dalam vagina (artificial insemination).

Cara mencegah kanker prostat

Kanker prostat bisa secara langsung maupun tidak langsung menurunkan masa kesuburan pria. Oleh karenanya, kaum Adam perlu mengetahui langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan untuk menghindarkan Anda dari cengkraman kanker prostat.

  • Jaga pola makan, konsumsilah makanan yang bergizi imbang dan bernutrisi berupa sayur-mayur, biji-bijian utuh, dan buah-buahan untuk menjaga berat badan dan kesehatan. Hindarilah makanan yang tinggi lemak dan sebaiknya lengkapi asupan nutrisi dan vitamin dari produk makanan daripada dari suplemen.
  • Olahraga teratur, selain menjaga pola makan, berolahraga secara teratur juga dapat menjaga kesehatan dan berat badan. Olahraga dapat menurunkan risiko terserang kanker prostat. Cobalah untuk berolahraga setidaknya hampir setuap hari per minggunya.

American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/physical-side-effects/fertility-and-sexual-side-effects/fertility-and-men-with-cancer/how-cancer-treatments-affect-fertility.html
Diakses pada 12 Juni 2019

Booksc. https://booksc.xyz/ireader/9394211
Diakses pada 12 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17053003
Diakses pada 12 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/news/cancer/prostate-cancer-linked-to-fertility/
Diakses pada 12 Juni 2019

Prostate Cancer Foundation. https://www.pcf.org/about-prostate-cancer/prostate-cancer-side-effects/infertility/
Diakses pada 12 Juni 2019

UCI Health. http://www.ucihealth.org/medical-services/young-adult-cancer/male-fertility-and-cancer-faq
Diakses pada 12 Juni 2019

UW News. https://www.washington.edu/news/2010/04/08/infertility-increases-a-mans-risk-of-prostate-cancer/
Diakses pada 12 Juni 2019

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/does-age-affect-male-fertility-1959934
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed