Mengenal Gejala Kanker Otak Stadium 4 dan Tindakan Penanganannya

Glioblastoma adalah jenis kanker otak stadium 4 yang paling berlokasi di otak besar
Ketahanan hidup pasien kanker otak stadium 4 sulit diprediksi.

Tumor otak adalah pertumbuhan tidak normal dari sel-sel otak. Ada yang bersifat jinak, ada yang bersifat ganas (kanker otak). Kanker otak stadium 4 adalah tahapan di mana sel-sel kanker aktif membelah. Tumor jenis ini dapat bertambah besar dan menyebar dengan cepat. Terdapat banyak jenis kanker otak, tergantung pada jenis sel yang terjangkit. Glioblastoma adalah jenis yang paling sering ditemukan, yaitu 52% dari angka kejadian tumor otak.

Glioblastoma adalah kanker otak stadium 4 yang menyerang sel astrosit (sel berbentuk bintang pada otak). Sel-sel kanker pada glioblastoma memiliki pembuluh darah sendiri, sehingga sangat mudah membesar dan bertambah banyak. Lokasi tersering adalah pada otak besar.

Sel-sel kanker juga menginfiltrasi jaringan otak sehat di sekitarnya, bahkan dapat menyebar ke sisi otak yang lain, walaupun jarang menyebar ke organ tubuh lain. Glioblastoma mencakup 15% dari tumor otak primer, lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan. Kondisi ini banyak ditemukan pada usia lebih dari 64 tahun dan jarang ditemukan pada anak.

Gejala Kanker Otak Stadium 4

Gejala yang muncul pada kanker otak stadium 4 disebabkan oleh penekanan massa tumor pada jaringan otak di sekitarnya, yang dapat menyebabkan pembengkakan (edema otak). Tulang tengkorak tempat otak berada merupakan sebuah ruangan yang tertutup. Adanya tumor atau pembengkakan otak menyebabkan tekanan dalam tengkorak meningkat yang dapat mengakibatkan gejala, seperti mual, muntah, sakit kepala hebat yang memburuk di pagi hari.

Kelainan neurologis juga dapat muncul, bergantung pada lokasi di mana tumor menekan jaringan otak, misalnya kelemahan pada otot wajah, lengan, dan tungkai; ketidakseimbangan tubuh; atau masalah daya ingat. Gejala lain yang juga sering ditemukan, di antaranya:

  • Kejang
  • Penurunan kesadaran atau rasa kantuk terus-menerus
  • Perubahan perilaku, mood, dan konsentrasi
  • Kesulitan berkomunikasi
  • Kesulitan menelan
  • Gangguan pengelihatan
  • Hilangnya nafsu makan
  • Kesulitan berpikir atau belajar

Berat tidaknya gejala bergantung pada lokasi, ukuran, progresivitas tumor, serta seberapa berat pembengkakan otak yang ditimbulkan.

Diagnosis Kanker Otak Stadium 4

Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kanker otak stadium 4, meliputi:

  • Pemeriksaan neurologis, mencakup pemeriksaan lapang pandang, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks. Kelainan neurologis yang ditemukan dapat digunakan untuk memperkirakan lokasi tumor dan bagian otak mana saja yang terkena dampaknya.
  • Tes pencitraan, seperti MRI, CT-scan, dan PET-scan, dilakukan untuk menentukan lokasi dan ukuran kanker otak.
  • Biopsi adalah tindakan mengambil sebagian jaringan tumor, kemudian diperiksa di laboratorium, untuk mengetahui jenis sel kanker dan progresivitasnya.

Penanganan Kanker Otak Stadium 4

Penanganan kanker otak stadium 4 cukup sulit dan tingkat keberhasilannya rendah. Terapi lebih ditujukan untuk memperlambat progresivitas kanker dan mengurangi gejala kanker. Terapi dimulai dengan operasi untuk mengurangi tekanan pada otak dan mengangkat sel tumor sebanyak mungkin.

Karena bentuk glioblastoma yang menyebar dan berakar, serta seringkali tumbuh di sela-sela sel otak normal, sulit untuk dapat mengangkat sel kanker seluruhnya. Tindakan operasi dilanjutkan dengan terapi radiasi dan kemoterapi, untuk memperlambat pertumbuhan tumor sisa setelah operasi atau untuk tumor yang tidak bisa dioperasi. Terapi lainnya yang dapat digunakan adalah terapi medan listrik, di mana medan listrik digunakan untuk mematikan sel kanker tanpa mematikan sel-sel normal.

Prognosis

Sulit untuk memprediksi ketahanan hidup pasien dengan kanker otak stadium 4 karena kondisinya berbeda-beda bergantung pada usia pasien, tipe kanker, dan kesehatannya secara menyeluruh. Untuk glioblastoma, rata-rata ketahanan hidup pasiennya meliputi:

  • 1 tahun: 40,2%
  • 2 tahun: 17,4%
  • 5 tahun: 5,6%

Cancer. https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor/grades-and-prognostic-factors
Diakses pada April 2019

American Brain Tumor Association. https://www.abta.org/tumor_types/glioblastoma-gbm/
Diakses pada April 2019

University of California, San Fransisco (UCSF). https://www.ucsfhealth.org/pdf/brain_tumor_patients_for_healthcare_providers.pdf
Diakses pada April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glioblastoma/cdc-20350148
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.medicinenet.com/brain_cancer/article.htm
Diakses pada April 2019

American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Glioblastoma-Multiforme
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed