Orang yang banyak beraktivitas di bawah matahari berisiko terkena kanker kulit wajah
Hindari paparan sinar matahari langsung untuk mencegah kanker kulit wajah.

Salah satu tipe kanker yang paling umum terjadi adalah kanker kulit. Itu sebabnya penting untuk tahu gejala awal kanker kulit wajah. Semakin dini mendeteksi, semakin besar kemungkinan menyembuhkannya.

Ada aturan ABCDE yang bisa digunakan untuk mendeteksi gejala kanker kulit wajah, mulai dari “Asymmetry”, “Border”, “Color”, “Diameter”, hingga “Evolving”. Ketika ada pertumbuhan hal yang asing di kulit dan menimbulkan rasa sakit, jangan menunda konsultasi dengan pakarnya.

Gejala kanker kulit wajah 

Kanker kulit terjadi ketika ada pertumbuhan sel kulit yang tidak normal. Penyebab utamanya sebagian besar adalah paparan sinar matahari.

Menurut Skin Cancer Foundation, beberapa gejala kanker kulit wajah adalah:

  • Tumbuhnya bintik atau area yang terlihat seperti luka
  • Area kulit dengan warna berbeda seperti tanda lahir yang telah ada bertambah besar
  • Benjolan yang cekung di bagian tengahnya, terlihat pembuluh darah yang menyebar di sekitarnya
  • Luka yang tidak kunjung sembuh atau menimbulkan rasa gatal dan bernanah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Luka kasar berwarna merah yang mudah berdarah

Itulah mengapa seseorang harus memeriksa seluruh kulit mereka dari atas kepala hingga ujung kaki secara berkala. Terlebih, tidak hanya kanker kulit wajah saja yang mungkin terdeteksi dengan mudah. Ada kemungkinan kanker kulit juga tumbuh di area lain yang tak terlihat.

Aturan ABCDE mendeteksi kanker kulit

Menurut American Cancer Society, ada aturan “ABCDE” untuk mendeteksi kanker kulit, termasuk kanker kulit wajah. Sebelum memeriksakan diri ke dokter, deteksi dini juga bisa dilakukan sendiri, setidaknya sekali dalam sebulan.

Dengan bantuan kaca, coba deteksi ada tidaknya kanker kulit dengan rumus “ABCDE”, yaitu:

  • A – Asymmetry (asimetris)
    Bentuk benjolan atau kulit yang lebih gelap dengan bentuk tidak beraturan
  • B – Border (pinggiran/perbatasan)
    Pinggirannya tidak beraturan, cenderung tidak ada batas yang tegas, dengan tekstur yang kasar
  • C – Color (warna)
    Biasanya, kanker kulit memiliki warna yang tidak selalu sama. Ada bayangan warna kecokelatan atau kehitaman. Terkadang, muncul juga lesi berwarna pink, merah, putih, atau kebiruan.
  • D – Diameter
    Meskipun melanoma bisa lebih kecil, terkadang diameter yang bisa menjadi gejala kanjer kulit lebih besar dari ¼ inci atau 0,6 centimeter.
  • E – Evolving (berkembang)
    Benjolan yang tumbuh ini bisa berubah baik dari segi ukuran, bentuk, atau warnanya

Kanker di area yang terpapar matahari

Gejala kanker kulit terutama kanker kulit wajah akan terlihat di area yang terpapar matahari, seperti wajah, bibir, telinga, leher, tangan, kulit kepala, hingga kaki. Beberapa jenis kanker kulit di antaranya:

  • Karsinoma sel skuamosa

Biasanya, kanker kulit jenis ini juga terjadi di area yang terpapar matahari seperti wajah, telinga, hingga tangan. Skuamosa terletak di bawah kulit terluar manusia.

Orang dengan warna kulit lebih gelap biasanya mengalami karsinoma sel skuamosa di area yang bahkan tidak terpapar matahari. Ciri-cirinya adalah benjolan atau kelenjar berwarna merah hingga lesi datar dengan tekstur yang tidak rata.

  • Karsinoma sel basal

Biasanya terjadi di area yang terpapar matahari seperti wajah dan leher. Sel basal berada di bawah sel skuamosa. Fungsinya adalah memproduksi sel kulit baru.

Sama seperti gejala kanker kulit yang disebutkan di atas, ciri-ciri karsinoma sel basal adalah benjolan atau luka berwarna coklat. Selain itu, luka yang tak kunjung sembuh dan mudah berdarah juga jadi salah satu tandanya.

  • Melanoma

Berbeda dengan dua jenis kanker kulit sebelumnya, melanoma bisa terjadi di mana saja. Pada pria, biasanya melanoma muncul di wajah. Sementara bagi wanita, melanoma kerap ditemukan di kaki.

Bahkan melanoma bisa terjadi di area yang tidak terpapar matahari. Pada orang dengan warna kulit gelap, melanoma biasanya muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah jari-jari.

Warnanya cenderung lebih gelap dan coklat. Selain itu, lesinya bisa berubah warna, ukuran, atau berdarah. Seringkali, gejala lainnya adalah lesi yang sakit dan terasa gatal.

Begitu berbahayakah sinar UV?

Membaca beberapa gejala dan deskripsi kanker kulit wajah di atas, salah satu faktor risiko yang kerap disebut adalah paparan sinar matahari. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan: begitu berbahayakah sinar ultra violet?

Orang yang banyak beraktivitas di bawah matahari berisiko terkena kanker kulit wajah, terutama jika tidak melindungi kulitnya dengan tabir surya atau pakaian yang layak.

Selain itu, orang yang tinggal di negara dengan iklim tropis juga terpapar lebih banyak sinar matahari dibandingkan dengan yang tinggal di iklim lebih dingin. Artinya, paparan radiasi ultravioletnya semakin tinggi.

Lalu, bagaimana cara mengantisipasinya? Berikut beberapa tipsnya:

  • Hindari paparan sinar matahari langsung 

Jika terpaksa bekerja di bawah paparan sinar matahari, gunakan pelindung seperti tabir surya dan pakaian serta topi yang juga melindungi. Ingat, matahari yang terlalu panas dapat menyebabkan sunburns.

Ketika hal ini terjadi, kulit dapat mengalami keru sakan dan meningkatkan risiko mengalami kanker kulit. Akumulasi paparan sinar matahari juga sebaiknya dihindari.

  • Gunakan tabir surya

Memang tabir surya tidak bisa melindungi seseorang dari radiasi ultra violet secara menyeluruh, terutama radiasi penyebab melanoma yaitu dari ultra violet A. Meski demikian, tetap penting menggunakan tabir surya.

Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan aplikasikan ulang setiap 2 jam sekali. Pastikan seluruh kulit yang terpapar matahari terlindungi tabir surya.

  • Pakaian pelindung

Tak hanya tabir surya, seseorang yang banyak beraktivitas di bawah sinar matahari juga perlu pakaian yang melindungi dari sinar ultra violet. Selain itu, pastikan untuk mengenakan pakaian yang melindungi tangan, kaki, serta pakai topi untuk melindungi area kepala.

Hal yang tak kalah penting adalah memeriksa kondisi kulit secara berkala. Perhatikan ketika ada lesi atau benjolan baru, atau perubahan di lesi yang telah ada sebelumnya seperti tanda lahir.

American Cancer Society. https://www.cancer.org/latest-news/how-to-spot-skin-cancer.html
Diakses pada 28 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/skin-cancer/symptoms-causes/syc-20377605
Diakses pada 28 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323486.php
Diakses pada 28 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed