Ayo Deteksi Kanker Kulit Melanoma dengan Pemeriksaan Mudah ABCDE!

Kenali perbedaan tahi lalat dan kanker ganas melanoma pada kulit
Meski ganas, kanker kulit melanoma bisa disembuhkan bila dideteksi sejak dini.

Tahi lalat bisa diartikan sebagai tanda lahir yang dimiliki oleh nyaris semua orang. Namun tidak semua tahi lalat hanya menjadi pemanis di kulit Anda. Beberapa di antaranya patut diwaspadai karena bisa jadi merupakan kanker kulit melanoma.

Melanoma bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Agar tidak berujung fatal, mari kenali gejala serta cara mendeteksinya dengan saksama.

[[artikel-terkait]]

Apa itu kanker kulit melanoma?

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling ganas dan bisa menyebar dengan cepat. Pada kulit, gejala kanker ini kerap berupa tahi lalat. Beberapa di antaranya bahkan bisa muncul dari tahi lalat yang sudah ada pada kulit Anda.

Kebanyakan dari bercak melanoma memiliki warna hitam atau cokelat. Tapi bercak ini juga terkadang bisa merah muda, merah, ungu, biru, putih, maupun berwarna senada dengan kulit Anda.

Melanoma bisa tumbuh di kulit tubuh bagian manapun. Mulai dari leher, dada, punggung, wajah, maupun kaki.

Pada laki-laki, kanker kulit jenis ini banyak ditemukan di area dada maupun punggung. Sedangkan pada wanita, melanoma lebih sering muncul pada bagian kaki. Perhatikan juga tanda hitam yang ada di leher maupun wajah Anda karena itu bisa jadi pertanda kanker kulit melanoma.

Bagaimana cara mendeteksi kanker kulit melanoma?

Sama seperti kanker pada umumnya, fase awal melanoma mungkin sulit untuk dideteksi. Satu-satunya cara adalah membandingkan bentuk, kondisi, maupun ukuran tahi lalat sebelum dan sesudah Anda mencurigai adanya melanoma.

Jika tidak ingat dengan kondisi kulit Anda sebelumnya, Anda bisa mengenali tanda-tanda kanker kulit melanoma dari berbagai gejala di bawah ini:

  • Perubahan pada kondisi kulit, misalnya terdapat bercak baru atau bisa juga tahi lalat lama yang berubah warna, bentuk, maupun ukuran.
  • Bercak atau lukayang kini terasa sakit, gatal, sensitif ketika disentuh, ataupun berdarah.
  • Bercak atau benjolan dengan permukaan yang terlihat mengkilat, licin, dan pucat.
  • Luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh.
  • Benjolan berwarna merah yang berdarah atau terlihat meradang.
  • Bercak kemerahan yang terasa kasar, kering, maupun bersisik.

Selain gejala di atas, Anda juga bisa mengidentifikasi kanker kulit melanoma lewat pemeriksaan sederhana yang disebut sebagai pemeriksaan ABCDE.

Apa itu pemeriksaan ABCDE?

Pemeriksaan ABCDE dapat Anda lakukan sebagai pedoman sebelum berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan ABCDE meliputi:

  • Asymmetric (asimetris). Berbeda dengan tahi lalat yang normal umumnya bulat dan simetris, tahi lalat tanda kanker kulit melanoma bisa memiliki bentuk yang tidak beraturan.
  • Border (tepi).Tahi lalat pertanda melanoma tidak memiliki garis tepi yang mulus, bisa tampak bergerigi atau memiliki batas yang tidak tegas.
  • Color (warna).Tahi lalat normal biasanya berwarna hitam, cokelat, atau senada dengan warna kulit Anda. Namun tahi lalat melanoma dapat memiliki gradasi warna yang tidak beraturan, misalnya hitam dengan bayangan abu-abu hingga gradasi putih dan biru.
  • Diameter.Tahi lalat yang membesar bisa jadi merupakan gejala kanker kulit melanoma. Demikian pula dengan tahi lalat berdiameter lebih dari tujuh milimeter.
  • Evolving (perubahan).Perubahan pada bentuktahi lalat melanoma bisa terjadi secara drastis dalam hitungan minggu atau bulan dan perubahan lainnya adalah tahi lalat mudah berdarah.

Jika Anda menemukan satu atau lebih gejala dalam pemeriksaan ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Melanoma yang terdeteksi sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk disembuhkan.

Sebaliknya, kanker kulit melanoma yang sudah masuk stadium lanjut, bisa menyebar di beberapa bagian tubuh lain sehingga dapat berdampak fatal, bahkan menyebabkan kematian. Jadi, jangan tunda pemeriksaan Anda!

Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/melanoma
Diakses pada 22 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154322.php
Diakses pada 22 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed