Mengenal Bayi Lahir Prematur dan Perawatan Kangaroo Mother Care

Kangaroo Mother Care dapat dijadikan salah satu perawatan untuk bayi lahir prematur
Kangaroo Mother Care perawatan untuk bayi lahir prematur

Kelahiran prematur terjadi saat bayi lahir sebelum hari perkiraan lahir, yaitu dalam usia kurang dari 37 minggu. Kelahiran prematur berkaitan dengan berbagai komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian, seperti gangguan pernapasan, kesulitan pemberian makanan, pengaturan suhu tubuh yang tidak sempurna, dan risiko tinggi infeksi.

Tidak hanya fungsi organ bayi yang belum matang, bayi yang lahir prematur juga dapat mengalami stres dan gangguan perilaku. Pada bayi yang sehat, perilakunya setelah lahir bergantung pada organisasi sistem saraf yang terintegrasi dan kompleks (neurobehaviour). Namun pada bayi prematur, sistem ini seringkali terganggu.

Perawatan untuk bayi lahir prematur sangat penting. Sayangnya di Indonesia, fasilitas perawatan untuk bayi prematur (NICU) terbatas. Kangaroo Mother Care (KMC) adalah metode perawatan bagi bayi prematur yang dapat menjadi solusi. KMC pertama kali diperkenalkan lebih dari 30 tahun lalu di Bogota, Kolombia, untuk menggantikan fungsi inkubator. Selain dapat dilakukan di tempat tanpa fasilitas medis yang lengkap, metode ini terbukti mengurangi kecacatan dan kematian bayi prematur, serta membantu proses ASI eksklusif.

Apa itu Kangaroo Mother Care?

Berdasarkan rekomendasi WHO, tindakan-tindakan dalam kangaroo mother care meliputi:

  • Bayi prematur dengan kondisi stabil diletakkan segera dalam posisi skin-to­-skin­ (kontak kulit) pada dada ibu
  • Dilakukan terus-menerus dan selama mungkin
  • Disusui secara ekslusif atau diberi ASI
  • Dipulangkan dari rumah sakit lebih awal setelah melakukan KMC di rumah sakit dalam pengawasan
  • Meneruskan KMC di rumah, dengan dukungan keluarga dan evaluasi dari tenaga medis

WHO merekomendasikan KMC sebagai bagian dari perawatan rutin bagi bayi dengan berat badan 2000 gram atau di bawahnya. KMC bisa dimulai segera setelah kondisi bayi stabil.  

Di bawah pengawasan tenaga medis yang kompeten, ibu dapat melakukan KMC segera setelah bayi lahir dan stabil. Bayi digendong dalam posisi tegak, diletakkan di tengah dada ibu, kulit menempel kulit, kepala bayi ditengokkan ke satu sisi, kemudian badan bayi ditutup dengan selimut atau pakaian ibu.

Untuk membantu menopang badan bayi, dapat digunakan gendongan yang sesuai. Lama sesi KMC bervariasi, dengan rata-rata 1-3 jam per sesi. Selama sesi berlangsung, tanda vital bayi dimonitor. Dalam posisi ini, ibu tetap dapat menyusui dengan posisi bayi dalam gendongan. Ibu juga dapat melakukan KMC pada bayi kembar secara bersamaan. Ayah bayi atau keluarga yang lain dapat menggantikan ibu sementara dalam melakukan KMC.

[[artikel-terkait]]

Keuntungan Perawatan KMC

Berbagai keuntungan yang diperoleh bagi bayi lahir prematur melalui perawatan KMC, yaitu:

  • Denyut jantung, pernapasan, dan suhu tubuh bayi lebih stabil
  • Pola tidur bayi lebih baik
  • Ketika bangun, bayi lebih awas dan responsif, serta lebih tidak rewel
  • Angka kematian akibat lahir prematur lebih rendah
  • Mengurangi risiko penyakit berat dan infeksi
  • Mengurangi lama perawatan di rumah sakit
  • Membangun ikatan antara ibu dan bayi
  • Membantu proses menyusui eksklusif, memperlama durasi menyusui, dan menambah jumlah ASI perah
  • Mendukung tumbuh kembang bayi

Saat digendong di dada ibu, bayi mendengar detak jantung, merasakan irama napas, dan kehangatan badan ibu. Hal ini sangat bermanfaat untuk stimulasi sistem saraf bayi, yaitu bagi perkembangan sistem pendengaran, sentuhan, keseimbangan, dan pengaturan suhu. Tidak hanya menurunkan tingkat stres bayi, KMC juga menurunkan persepsi nyeri bayi.

Perawatan bayi di NICU seringkali menjadi penyebab stres bagi orangtua dan berpotensi mengganggu ikatan antara ibu dan bayi karena bayi harus dirawat terpisah. Metode KMC tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tetapi juga bagi ibu. Ibu yang berhasil menerapkan KMC, merasa lebih percaya diri dalam merawat bayinya, merasa dibutuhkan, dan lebih berdaya dalam menjalankan peran sebagai ibu.

Peran KMC dalam perawatan bayi lahir prematur sangat penting dan efektif. Selain itu, ayah dan ibu juga dapat ikut berperan aktif dalam merawat bayi yang lahir prematur.

Chan GJ, Valsangkar B, Kajeepeta S. What is kangaroo mother care? Systemic review of the literature. J Glob Health. 2016;6(1):010701. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4871067/
Diakses pada Mei 2019

WHO. https://extranet.who.int/rhl/topics/newborn-health/care-newborn-infant/who-recommendation-intermittent-kangaroo-mother-care-preterm-neonates-if-continuous-kangaroo-mother
Diakses pada Mei 2019

WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/42587/9241590351.pdf;jsessionid=91F2E1ABE363E9FB4BDCCD6637C02354?sequence=1
Diakses pada Mei 2019

Samra NM, Taweel AE, Cadwell K. Effect of intermittent kangaroo mother care on weight gain of low birth weight neonates with delayed weight gain. J Perinat Educ. 2013;22(4):194-200. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4010854/
Diakses pada Mei 2019

Jefferies AL. Kangaroo care for the preterm infant and family. Paediatr Child Health. 2012;17(3):141-3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3287094/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed