Kalori Sushi Ternyata Berbanding Terbalik dari Ukurannya yang Mini


Kalori sushi ternyata cukup tinggi. Mengapa bisa begitu? Padahal porsinya terbilang mini. Berikut ini penjelasannya.

0,0
12 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kalori sushi bergantung pada bahan-bahan dalam penyajiannyaKalori sushi bisa tinggi, tergantung dari bahan untuk membuatnya
Kalori sushi mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan sebelumnya. Sebab sepintas, sushi terlihat seperti makanan sehat dan cocok untuk diet karena hanya terdiri atas sedikit nasi, nori, sayuran, dan ikan atau makanan laut lainnya. Padahal, tahukah Anda bahwa kalori sushi bisa mencapai angka lebih dari 500?Sushi lebih banyak dikenal sebagai jenis kuliner dari Jepang yang terdiri atas nasi putih dan ikan laut yang digulung dalam nori (rumput laut). Menu ini biasanya disajikan bersama dengan kecap asin, wasabi, dan acar jahe.Beda jenis sushi yang Anda makan, maka beda pula jumlah kalori sushi yang masuk ke tubuh. Bagaimana cara mengetahui kalori sushi yang Anda santap?

Kalori sushi bisa mencapai ratusan

Kalori sushi bisa mencapai 410 per potongnya
Secara garis besar, kalori sushi akan sangat tergantung pada porsi dan bahan yang digunakan di dalamnya. Misalnya, sushi tradisional yang hanya terdiri atas nasi putih, rumput laut (nori), dan ikan memiliki kalori yang relatif rendah, yakni sekitar 200-250 kalori per 6 potong.Meskipun demikian, nilai kalori sushi akan melipat ganda jika ia mengalami modifikasi, seperti yang banyak ditemukan di restoran sushi di Indonesia. California roll yang secara tradisional merupakan sushi isi alpukat dan daging kepiting, bisa memiliki kalori tinggi hingga 410 per potong jika Anda menambahkan mayonaise dan krim keju untuk menambah rasa gurih.Kalori sushi yang tinggi juga bisa ditemukan pada gulungan yang berisi ikan atau udang yang digoreng maupun dibalut dengan tepung. Apabila sedang menjalani diet, Anda tetap dapat makan sushi dengan memilih variasi yang sesuai.

Berbagai variasi menu sushi

Anda bisa melihat berbagai variasi menu sushi di restoran dengan sajian khas Jepang ini, dan memilih yang sesuai dengan diet maupun rasa penasaran.

1. Nigiri

Jenis sushi ini terdiri dari potongan ikan mentah (atau potongan jenis makanan lainnya) yang diletakkan di atas nasi yang dipadatkan sebesar ibu jari.

2. Gunkan

Gunkan disebut juga sushi roll atau sushi berbentuk gulungan. Isi dari sushi ini adalah ikan mentah dan bahan-bahan lainnya yang dibungkus di dalam nasi dan lembaran rumput laut (nori).Sushi gunkan disajikan dalam ukuran yang berbeda-beda, misalnya futomaki (gulungan tebal) dan hoso-maki (gulungan tipis).

3. Temaki

Sushi ini juga berbentuk gulungan. Hanya saja, di bagian ujungnya dibentuk kerucut, menyerupai cone es krim.

4. Inari

Sushi jenis inari terbuat dari nasi yang sudah dicampur cuka dan dimasukkan dalam kulit tahu berbumbu, kemudian digoreng.

5. Chirashi

Sushi chirashi dibuat dari potongan berbagai jenis ikan mentah ditempatkan di atas semangkuk nasi.

6. Sashimi

Nama sashimi mungkin sudah cukup sering Anda dengar sebagai sajian sushi. Sashimi disajikan tanpa nasi, melainkan hanya irisan ikan yang dimakan mentah.

Tips sehat untuk menyantap sushi

Sushi sashimi bisa menjadi pilihan menu sehat
Tingginya kandungan kalori sushi seakan menambah daftar panjang risiko makan sushi, seperti lebih rentan terpapar parasit atau bakteri karena makan makanan mentah.Belum lagi jika Anda mengonsumsinya di tempat yang kurang bersih. Sebab, ikan yang digunakan bisa saja tercemar logam berat merkuri yang berbahaya bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil dan menyusui.Meskipun demikian, sushi pada dasarnya tetap salah satu pilihan kuliner yang baik karena mengandung sumber vitamin (sayuran), karbohidrat (nasi), dan protein (ikan). Oleh karena itu, ada tips yang dapat Anda jalani demi tetap makan sushi dengan aman dan rendah kalori, seperti berikut ini.
  • Pilih sushi tradisional, seperti salmon maki, tuna maki.
  • Pilih sushi roll yang berisi sayuran segar, seperti mentimun.
  • Pilih sashimi, karena tidak disajikan bersama nasi, sehingga merupakan salah satu sumber pangan yang relatif rendah kalori.
  • Nigiri dan temaki yang disajikan dengan nasi lebih sedikit dibanding sushi jenis lainnya juga bisa menjadi pilihan yang baik dan mengenyangkan.
  • Hindari sushi modifikasi (yang biasanya berbentuk gunkan atau sushi roll) yang mengandung bahan makanan tinggi kalori, seperti krim keju, mayones, atau tempura (dengan bahan tepung).
  • Jangan makan sushi di sembarang restoran, terlebih jika mutu ikan dan bahan-bahan lainnya tidak terjamin.
  • Lengkapi konsumsi sushi bersama sumber protein dan serat lainnya, seperti edamame, salad wakame (rumput laut), dan sup miso.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan kecap asin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi.

Catatan dari SehatQ

Penting juga untuk menjaga porsi makan agar tidak berlebihan. Sekalipun kalori sushi yang dikonsumsi tidak terlalu tinggi, memakannya dengan jumlah banyak juga akan membuat Anda surplus kalori sehingga berpotensi menambah berat badan.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kalori berbagai makanan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan dietdiet sehat
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/calories-in-sushi/faq-20058179
Diakses pada 27 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-sushi-healthy
Diakses pada 27 November 2020
Universitas Negeri Yogyakarta. http://eprints.uny.ac.id/66173/4/4.%20Bab%20II.pdf
Diakses pada 27 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/get-hooked-on-sushi-tips-and-recipes
Diakses pada 27 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/sushi-good-for-you
Diakses pada 27 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait