Kalau Ingin Corona Cepat Berlalu, Terus Pakai Masker dan Jangan Mudik

Mudik bisa menyebarkan virus corona lebih jauh sehingga wabah tak kunjung reda
Jangan mudik dan tetap pakai masker agar wabah corona bisa reda

Wabah corona membuat banyak karyawan kehilangan pekerjaan, pedagang kehilangan pelanggan, dan tenaga kesehatan kewalahan. Semua orang pasti ingin kondisi ini semua cepat berlalu agar kita bisa kembali ke beraktivitas secara normal. Namun hingga saat ini, keinginan pulih itu masih tidak dibarengi dengan usaha yang dilakukan.

Saat dianjurkan untuk karantina, warga justru masih banyak yang berkumpul bersama. Larangan mudik sudah dibuat, orang justru berbondong-bondong kembali ke kampung halaman sebelum jalan ditutup. Belum lagi masih banyak orang yang keluar rumah tanpa pakai masker karena alasan virus corona hanya konspirasi.

Jika seperti ini terus, kapan corona bisa berlalu? Pelarangan yang diterbitkan, imbauan yang dikeluarkan, semuanya ada alasannya, yaitu agar penyakit ini tidak menyebar ke lebih banyak orang. Kalau Anda ingin kembali bisa bekerja, mendapatkan penghasilan dan beraktivitas seperti biasa, mulailah pupuk kesadaran diri untuk melakukan langkah pencegahan secara serius.

Apa hubungannya virus corona dan mudik?

Virus corona ini bergerak bersama manusia. Kalau manusia bergerak, maka virus akan ikut bergerak. Kalau Anda mudik, virus corona akan ikut mudik. Akibatnya, virus corona yang tadinya hanya ada di satu kota, jadi menyebar ke satu Indonesia.

Apalagi sekarang sudah terbukti kalau orang yang bisa menularkan virus corona bukan hanya yang memiliki gejala seperti demam dan batuk.

Anda bisa saja sebenarnya sudah tertular corona, tapi merasa baik-baik saja atau tidak memiliki gejala apapun. Lalu, Anda merasa aman-aman saja untuk mudik mengunjungi sanak saudara di kampung halaman. Akibatnya Anda sudah membawa virus itu masuk ke kampung halaman tercinta.

Walaupun tidak menimbulkan gejala di tubuh Anda, tapi saat berpindah ke orang lain seperti orangtua, kakek dan nenek, atau om dan tante, virus corona bisa saja memiliki perilaku yang berbeda. Virus ini bisa membuat mereka mengalami demam, batuk, bahkan hingga gagal napas dan akhirnya meninggal dunia.

Belum lagi, saat mudik Anda akan kesulitan menjaga jarak dengan orang lain. Virus ini bisa menyebar hingga jarak 2 meter. Jadi jika Anda duduk berdampingan dengan saudara atau tetangga di kampung, apalagi sambil salam-salaman saat lebaran, maka penyebaran virus ini akan makin luas.

Akibatnya, tidak hanya saudara satu rumah yang tertular, tapi juga tetangga. Lalu, tetangga akan menularkan ke saudaranya. Kemudian, saudaranya tetangga akan menularkan ke orang rumahnya, dan seterusnya. Jadi, rantai penularan virus corona tidak bisa diputus.

Penyebaran virus corona juga akan makin luas kalau Anda melakukan pelanggaran ganda, dengan mudik dan tidak memakai masker. Karena virus corona itu menyebar lewat air liur. Jadi kalau Anda batuk, bersin, atau berbicara tanpa menggunakan masker, maka air liur yang mengandung virus itu bisa dengan mudah menempel di orang lain.

Air liur yang dimaksud di sini pun bukan hanya air liur yang terlihat mata. Cipratan-cipratan atau percikan air liur yang sangat kecil hingga tak bisa terlihat mata pun tetap bisa menularkan virus corona, karena ukuran virus ini sangat-sangat kecil.

Info lainnya tentang coronavirus

• Ziarah saat pandemi: Bolehkah ziarah kubur saat wabah corona?

• Perkembangan vaksin corona: Akankah vaksin corona tersedia dalam waktu dekat?

• Hampir 5 bulan wabah corona: Kapankah pandemi ini akan berakhir?

Kenapa sekarang semua orang harus pakai masker?

Di awal-awal terjadinya wabah, WHO dan pemerintah menginstruksikan bahwa masker sebaiknya hanya digunakan oleh orang yang sakit, yang mengurus keluarga yang sakit, serta tenaga kesehatan. Namun, baru-baru ini imbauan tersebut berubah. Sekarang, semua harus pakai masker, termasuk orang yang sehat. Mengapa begitu?

Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona adalah penyakit baru yang ditemukan pada akhir 2019. Sehingga, larangan penggunaan masker untuk orang sehat dikeluarkan pada awal 2020, berdasarkan pengetahuan awal mengenai virus corona yang masih sangat terbatas.

Imbauan tersebut dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) karena pada waktu itu, virus ini lebih sering ditularkan oleh orang-orang yang sudah bergejala. Selain itu, di awal kemunculan virus ini, belum ada laporan dan penelitian valid mengenai penularan corona lewat orang yang tidak bergejala.

Imbauan itu juga dikeluarkan untuk mengantisipasi kelangkaan masker yang sangat dibutuhkan oleh para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan.

Namun seiring berjalannya waktu, sudah semakin banyak data yang terkumpul mengenai penularan lewat orang yang tidak bergejala. Berdasarkan penelitian terbaru, sekitar 25% orang yang tertular corona tidak merasakan gejala atau tidak merasa sakit sama sekali.

Hal ini membuat kebijakan penggunaan masker harus segera diubah agar penularan corona melalui orang-orang tak bergejala bisa dikurangi. Sekarang, semua orang yang akan keluar rumah meski kondisi tubuhnya sehat, harus tetap memakai masker.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker kain dan bukan masker medis apalagi masker N95. Sebab, masker medis dan masker N95 saat ini stoknya sangat terbatas jadi penggunaannya sebaiknya hanya oleh tenaga medis.

Info lainnya tentang tips puasa sehat

• Jaga kesehatan saat berpuasa: 5 tips agar tetap sehat saat berpuasa

• Resep buka puasa: Minuman segar dan sehat untuk buka puasa

• Mengapa puasa dianjurkan?: Intip manfaat puasa untuk kesehatan berikut ini

Catatan dari SehatQ

Tidak ada satupun orang atau negara yang siap menghadapi wabah corona. Jadi, hal terbaik yang bisa kita lakukan supaya keadaan cepat membaik adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dimulai dari diri sendiri.

Jangan mudik, terus pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak Anda dengan orang lain, jangan berkumpul dengan banyak orang, lakukan karantina diri di rumah dan tidak keluar kecuali ada keperluan mendesak. Lakukan itu semua sekarang juga. Semakin cepat Anda memulai pencegahan, semakin cepat juga wabah akan mereda.

WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Diakses pada 24 April 2020

Live Science. https://www.livescience.com/cdc-recommends-face-masks-coronavirus.html
Diakses pada 24 April 2020

Artikel Terkait