logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Empiema adalah Komplikasi Pneumonia, Ini Penjelasannya

open-summary

Pneumonia yang tidak segera mendapatkan penanganan akan memicu penumpukan cairan pada paru-paru. Bila cairan berlebih ini terinfeksi, maka akan muncul nanah pada paru-paru atau biasa disebut empiema.


close-summary

4 Jul 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

empiema

Empiema adalah komplikasi dari pneumonia yang tidak segera diobati

Table of Content

  • Apa itu empiema?
  • Bagaimana pneumonia berkembang menjadi empiema? 
  • Benarkah empiema lebih sering dialami oleh pria?
  • Bagaimana cara mengobati empiema?
  • Catatan dari SehatQ

Seseorang yang mengalami infeksi paru-paru (pneumonia) - baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur - dapat mengalami komplikasi, salah satunya muncul nanah (abses) pada paru-paru atau dalam dunia medis disebut sebagai empiema.

Advertisement

Apa yang menyebabkan infeksi paru-paru berkembang menjadi empiema? Dapatkah abses paru empiema dikeluarkan sama seperti ketika kita mengeluarkan dahak?

Apa itu empiema?

Empiema adalah kondisi ketika pada paru-paru muncul abses. Ini merupakan perkembangan dari peradangan pada kantung udara paru-paru atau disebut sebagai pneumonia. 

Pneumonia sendiri merupakan penyakit pernapasan yang terjadi akibat adanya infeksi di paru-paru yang diakibatkan oleh bakteri, utamanya Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Selain karena bakteri, pneumonia juga bisa disebabkan oleh virus dan jamur. 

Pada kondisi empiema, nanah berkumpul pada ruang di antara paru-paru dan bagian dalam dinding dada atau yang dikenal sebagai ruang pleura. Berbeda dengan dahak pada penderita infeksi paru-paru pneumonia, nanah karena empiema tidak bisa dikeluarkan begitu saja.

Nah, jika tidak segera diobati, infeksi tersebut akan semakin parah hingga akhirnya memicu pembentukan nanah. Komplikasi pneumonia yang juga dikenal dengan nama pyothorax dan pleuritis purulen ini bisa berakibat fatal, antara lain kerusakan paru-paru permanen, bahkan yang terburuk, kematian. 

Bagaimana pneumonia berkembang menjadi empiema? 

Bagaimana infeksi paru-paru pneumonia bisa berkembang menjadi empiema? Hal ini dapat dijelaskan melalui dampak sistematis penyakit pernapasan ini terhadap paru-paru. 

Saat paru-paru terinfeksi bakteri, jamur, maupun virus pneumonia, sistem imun tubuh akan mengirimkan salah satu komponen sel darah putih yakni neutrophil ke area infeksi. Kemudian, neutrofil akan berkumpul di area tersebut untuk melawan infeksi.

Dalam prosesnya, akan ada banyak neutrofil dan jaringan tubuh yang ikut mati bersama bakteri. Sisa-sisa sel dan jaringan mati ini lantas akan membentuk nanah. Semakin banyak nanah yang dihasilkan, maka nanah akan semakin mengental. Hal ini menyebabkan lapisan paru dan rongga dada saling menempel dan membentuk kantung. Nah, kantung ini yang kita kenal sebagai empiema.

Sementara itu, pada kasus lainnya yang jarang terjadi, terbentuknya abses juga merupakan akibat dari tindakan medis yang bernama thoracentesis. Tindakan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan jarum ke dalam dinding dada. Tujuannya untuk mengeluarkan cairan di ruang pleura dalam pengobatan pneumonia. 

Penderita pneumonia yang sudah sampai ke tahap abses paru empiema biasanya akan mengalami sejumlah gejala seperti batuk kering, sesak napas, demam tinggi, hingga berat badan menurun secara tiba-tiba.

Baca Juga

  • Cegah Penyakit Emfisema dengan Hindari Polusi dan Asap Rokok
  • Selain Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ini Dia Berbagai Gejala TBC Paru yang Perlu Anda Waspadai
  • Masker Scuba Tak Aman Cegah Covid, Ini Kriteria Masker Kain yang Tepat

Benarkah empiema lebih sering dialami oleh pria?

Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang terjangkit infeksi paru paru pneumonia memiliki tingkat penyakit yang lebih parah dan lebih berisiko untuk meninggal sebanyak 30% pada tahun berikutnya. 

Fakta ini cukup membuat peneliti tertarik untuk mengetahui mengapa pria lebih rentan terhadap infeksi paru-paru pneumonia dibanding wanita. Pertanyaan ini berusaha dijawab melalui suatu penelitian mengenai resistensi wanita terhadap bakteri pelaku infeksi paru-paru pneumonia.

Penelitian tersebut mendapati bahwa tikus betina memiliki ketahanan tubuh terhadap bakteri Pneumococcal pneumonia yang merupakan pemicu infeksi paru-paru pneumonia daripada pria serta lebih mampu untuk menghilangkan bakteri serta peradangan yang terjadi.

Resistensi pada tikus betina ini terdapat pada sel darah putih jenis makrofag dalam paru-parunya. Kinerja dari sel makrofag pada tikus betina lebih baik dalam membunuh bakteri. Meskipun demikian, belum ada penelitian yang dilakukan pada manusia sehingga membutuhkan riset lebih lanjut.

Bagaimana cara mengobati empiema?

Pengobatan empiema bertujuan untuk mengeluarkan nanah yang terbentuk di dalam kantung pleura sebelum semakin parah dan membahayakan penderita. Ada beberapa metode yang digunakan dokter dalam mengobati empiema, yaitu:

  • Pemberian obat antibiotik
  • Torakosentesi perkutan
  • Torakostomi
  • Torakoplasti
  • Open decortication 

Catatan dari SehatQ

Anda bisa menghindari terkena empiema dengan menjaga agar tubuh tidak terjangkit pneumonia. 

Vaksinasi pneumonia adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk menangkal infeksi paru-paru pneumonia. Saat ini sudah terdapat beberapa vaksin yang mampu mengatasi beberapa jenis bakteri penyebab pneumonia.

Selain vaksinasi, perubahan pola hidup adalah hal yang juga perlu untuk dilakukan. Berhenti merokok adalah langkah pertama yang dapat dilakukan. Hal ini  karena rokok dapat merusak pertahanan alami yang dimiliki organ paru dan meningkatkan risiko terserang infeksi paru-paru pneumonia.

Untuk mengetahui lebih lanjut perihal empiema dan bagaimana cara menanganinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 

Advertisement

pneumoniainfeksi paru-paruempiemapenyakit paru-paruradang paru-paru

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved