Mengenal Kaheksia, Penurunan Berat Badan Ekstrem pada Penderita Penyakit Kronis


Beberapa orang yang mengalami penyakit kronis, seperti kanker atau HIV/AIDS, kerap mengalami penurunan badan secara ekstrem. Kondisi ini disebut dengan kaheksia. Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, penting juga untuk terus mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.

0,0
kaheksia adalah penurunan berat badan secara drastisPenurunan berat badan secara drastis (kaheksia) sering terjadi pada orang dengan penyakit kronis
Penurunan berat badan secara drastis biasanya terjadi pada pasien kanker maupun AIDS. Kondisi penurunan berat badan drastis ini dikenal dengan istilah kaheksia (cachexia). Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Apa yang dimaksud dengan kaheksia?

Melansir dari jurnal The Lancet, kaheksia adalah kondisi yang menyebabkan penurunan berat badan secara ekstrem, disertai dengan penyusutan otot. Kondisi ini biasa dialami oleh penderita penyakit kronis, seperti kanker, AIDS, gagal ginjal kronis, dan multiple sclerosisPenderitanya bisa kehilangan massa otot (sarkopenia), baik dengan atau tanpa kehilangan massa lemak. Akibatnya, orang yang mengalaminya akan merasa lemah dan lemas. Kondisi ini tidak dapat sepenuhnya diatasi dengan memenuhi asupan nutrisi biasa. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu fungsi tubuh dan memengaruhi kesehatan.

Penyebab kaheksia 

Kaheksia adalah sindrom yang kompleks. Penyebabnya sendiri juga belum dapat dipastikan.Ada banyak hal yang dapat menjadi faktor risiko penyebab kaheksia. Namun, secara umum, penurunan berat badan drastis ini dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan berikut ini:
  • Metabolisme yang meningkat dan banyak pengeluaran energi
  • Kurangnya asupan dan cadangan nutrisi dalam tubuh
  • Peningkatan kerusakan otot
  • Pencegahan pertumbuhan otot
Selain faktor di atas, kondisi ini juga lebih rentan terjadi pada beberapa kondisi kesehatan stadium akhir. Beberapa penyakit yang dapat membuat seseorang berisiko mengalami penurunan berat badan ekstrem, antara lain:

Gejala kaheksia

Gejala umum kaheksia antara lain:
  • Penurunan berat badan yang signifikan, meskipun mendapat cukup nutrisi
  • Penurunan massa otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Malaise (tidak enak badan)
  • Kelelahan ekstrem
  • Kurangnya motivasi
  • Peningkatan 
  • Pembengkakan atau edema
  • Berkurangnya kadar albumin
  • Anemia
  • Tingkat peradangan tinggi (bisa ketahuan melalui pemeriksaan darah)
  • Kehilangan >5% dari berat badan selama 6-12 bulan
  • Indeks massa tubuh (IMT) < 20 pada usia di bawah 65 tahun atau < 22 pada usia di atas 65 tahun

Cara mengatasi kaheksia 

Ada beberapa tahapan yang perlu Anda ketahui untuk mengatasinya:
  • Pra-kaheksia: penurunan berat badan lebih dari 1 kg tetapi kurang dari 5%
  • Kaheksia: penurunan berat badan lebih dari 5% atau ketika penurunan berat badan lebih dari 2% dengan IMT <20
  • Kaheksia refrakter: penurunan berat badan lebih dari 15% dengan IMT kurang dari 23 atau ketika penurunan berat badan lebih 20% dengan IMT kurang 27
Semakin dini ditangani, dampak buruk yang mungkin terjadi juga dapat dicegah. Hingga kini, cara mengatasi penurunan berat badan ekstrem masih terus dikembangkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kaheksia, antara lain:
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Mengatasi peradangan yang terjadi
  • Mencukupi kebutuhan nutrisi lewat makanan bergizi, terutama makanan tinggi kalori dari protein dan omega-3
  • Aktivitas fisik, seperti latihan aerobik dan latihan resistensi
  • Penggunaan obat megestrol asetat 320-800 mg, kortikosteroid, dan cannabinoid, serta obat lain sesuai penyakit kronis yang dialami dan gejala yang muncul

Adakah cara mencegah kaheksia?

Kaheksia adalah efek samping atau salah satu komplikasi yang muncul akibat penyakit kronis. Itu sebabnya, pencegahan yang paling tepat adalah dengan menjaga kondisi kronis yang menyebabkannya.Selain pengobatan penyakit kronis yang tepat, menjalani gaya hidup sehat dan mencukupi kebutuhan nutrisi juga dapat mencegah terjadinya penurunan berat badan ekstrem. Kaheksia dapat dicegah pada penyakit kronis PPOK dan HIV/AIDS. Sementara itu, pada penyakit kanker, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn, kemungkinan kondisi ini tidak dapat dihindari.Hal ini perlu diantisipasi sejak awal pengobatan atau bahkan saat diagnosis ditegakkan. Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahui pola makan yang tepat untuk mencegah kaheksia.Anda juga bisa mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dengan berkonsultasi secara online dengan dokter lewat fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyakitberat badan idealhaidkankerhiv
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315312#symptoms
Diakses pada 6 Agustus 2021
The Lancet. https://www.thelancet.com/journals/lanonc/article/PIIS1470-2045(10)70218-7/fulltext
Diakses pada 6 Agustus 2021
Baker Rogers J, Syed K, Minteer JF. Cachexia. [Updated 2021 Jan 23]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470208/
Diakses pada 6 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait