Gejala tumor usus salah satunya adalah perut sering terasa kembung dan nyeri
Perut sering terasa kembung dan nyeri bisa jadi gejala tumor usus besar

Kanker rektum kerap disamakan dengan kanker usus besar karena letaknya yang berdekatan (kanker kolorektal). Dari sini, bisa diketahui pula perbedaannya dengan tumor usus besar.

Pada banyak kasus, kanker kolorektal ini berawal dari tumbuhnya polip di mukosa. Sifatnya masih sangat jinak. Salah satu penyebabnya bisa karena faktor keturunan dari mereka yang membawa kelainan gen.

Ketika sel bermutasi dalam jumlah yang tidak normal, tumor dapat tumbuh. Artinya, tumor adalah tahap yang sangat awal jauh sebelum tubuh terjangkit sel kanker.

Gejala tumor usus besar

Untuk mengenali gejala awal tumor usus besar, biasanya dapat terlihat dari pola pencernaan dan pembuangan seorang individu. Contoh perubahannya adalah:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi)
  • Ada darah saat buang air
  • Merasa tidak nyaman di abdomen seperti kembung, kram, atau nyeri
  • Merasa kandung kemih belum benar-benar kosong
  • Lemas
  • Berat badan turun drastis
  • Napas tersengal-sengal

Mengingat tumor usus besar adalah tahap awal dari kanker kolorektal, itu sebabnya banyak orang yang tidak merasakan gejalanya. Ketika gejala terasa pun bisa berbeda-beda tergantung pada seberapa parah kanker seseorang.

Bisakah orang sembuh dari tumor usus besar?

Salah satu kelompok orang dengan faktor risiko besar mengalami tumor usus besar adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun. Itu sebabnya dokter merekomendasikan orang memeriksakan kesehatan mereka di usia tersebut.

Meski demikian, orang yang memiliki riwayat keluarga mengalami kanker rektum atau kanker usus besar perlu memeriksakan diri lebih awal, seperti 10 tahun sebelumnya.

Apabila memang terdeteksi ada tumor usus besar dalam tubuh, dokter akan memberikan medikasi sesuai dengan diagnosis. Selain itu, akan dilakukan operasi sebagai upaya menyembuhkan tumor usus besar.

Survival rate bagi penderita yang tumor usus besarnya belum menyebar cukup besar mencapai 90 persen. Namun apabila telah terjadi metastasi atau penyebaran kankerke jaringan tubuh lain hingga mencapai stadium 4 kanker, kemungkinan survival rate turun menjadi 14 persen.

Lebih jauh lagi, tentu saja perlu diiringi dengan perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Konsumsi buah dan sayuran sebagai asupan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan
  • Hindari daging merah atau processed meats
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Olahraga 30 menit sehari yang sesuai dengan kondisi tubuh
  • Jaga berat badan tetap ideal

Apakah tumor bisa jadi kanker?

Ada dua jenis tumor, yang jinak (benign) dan ganas (malignant). Jenis yang kedua dapat menyebar ke jaringan yang lebih luas (metastasis). Berbeda dengan tumor benign yang tidak memiliki kapasitas untuk menjangkiti jaringan lain dalam tubuh.

Apabila dilihat lewat mikroskop, tumor benign bergerak dengan normal. Sementara tumor malignant memiliki pergerakan yang lebih abnormal. Di sinilah tumor usus besar bisa berkembang menjadi kanker.

Kanker kolorektal adalah jenis kanker terbanyak ketiga di Amerika Serikat, dengan prevalensi mencapai 135,000 orang per tahunnya. Bagi pria, kemungkinan terjadinya kanker usus besar adalah 1:22, sekitar 4,49 persen.

Semakin dini mendeteksi tumor usus besar, akan semakin baik. Melakukan pemeriksaan secara berkala dapat meningkatkan kemungkinan kesembuhan secara signifikan.

Ketika seseorang didiagnosis memiliki tumor usus besar, bukan berarti dia akan mengidap kanker usus besar. Di sinilah pentingnya melakukan screening terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga mengidap kanker kolorektal.

Artikel Terkait

Banner Telemed