Kacamata Anti Radiasi Bisa Lindungi Mata dari Pengaruh Sinar Biru, Apakah Benar?


Kacamata anti radiasi disebut dapat mencegah efek buruk sinar biru yang dipancarkan layar komputer dan telepon genggam. Benarkah demikian?

(0)
29 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kacamata antiradiasi disebut-sebut bisa mengurangi efek buruk yang terjadi ketika kita banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer, baik untuk bekerja maupun bermain game online. Apalagi, kacamata jenis ini memiliki lensa blue light yang menjadi nilai tambah.Benarkah kacamata tersebut memang dapat mencegah mata lekas rusak saat menatap layar gawai? Dengan banderol harga yang lebih tinggi, apakah memang kacamata antiradiasi ini layak dipilih dibandingkan dengan kacamata konvensional?

Kacamata anti radiasi dan sederet fakta tentang kegunaannya

Berikut ini fakta-fakta mengenai kacamata anti radiasi ditinjau dari segi medis.

1. Kacamata anti radiasi dibuat dengan lapisan penyaring sinar biru

Kacamata antiradiasi dipasarkan sebagai jenis kacamata yang dapat menyaring sinar biru dari layar komputer, telepon, televisi, serta gawai lainnya. Klaim ini didapat dari bahan pelapis khusus di permukaan lensa kacamata.Sinar biru sendiri adalah gelombang sinar pendek dalam spektrum warna yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Dalam spektrum elektromagnetik, sinar biru memiliki panjang gelombang 400-500 nanometer dengan puncaknya berada pada 440 nanometer, yang menurut para peneliti tidak baik bagi mata.

2. Asosiasi dokter mata tidak merekomendasikan kacamata anti radiasi

Teknologi lensa blue light yang digunakan pada kacamata anti radiasi masih tergolong baru sehingga belum banyak penelitian mengenai hal ini. Akademi dokter mata Amerika, American Academy of Ophtalmology (AAO) sendiri tidak menyarankan penggunaan kacamata ini karena tidak memiliki kegunaan yang signifikan, termasuk pada mereka yang sering menatap laptop atau layar telepon genggam.AAO menyatakan sinar biru yang berasal dari gawai maupun alat elektronik rumah tangga pada umumnya tidak mengakibatkan munculnya penyakit mata. Satu-satunya keluhan yang biasanya dilontarkan oleh orang yang sering menatap layar komputer adalah mata lelah. Namun kondisi tersebut pun karena penggunaan gawai yang terlalu lama, bukan sebagai efek sinar biru.
Sinar biru smartphone sebenarnya tidak memicu penyakit mata
Memang benar bahwa gelombang sinar biru dapat menembus hingga retina mata. Meski demikian, bukan berarti sinar biru bisa langsung merusak bagian tersebut. Satu-satunya efek sinar biru yang berbahaya menurut penelitian ialah dapat memengaruhi jam biologis, sehingga Anda akan sulit tidur atau tidur tidak nyenyak.Kendati demikian, penggunaan kacamata antiradiasi juga tidak dapat menjadi solusi atas efek ini. Asosiasi dokter mata Inggris menyebut rata-rata kualitas lensa blue light pada kacamata ini tidak cukup baik untuk menahan sinar biru hingga sampai ke retina. Akibatnya, tidur Anda masih terganggu dan mata tetap merasa lelah jika terlalu lama menatap layar gadget.

3. Beberapa praktisi mata tetap menyarankan pemakaian kacamata anti radiasi

Penggunaan lensa blue light pada kacamata anti radiasi sendiri masih mengundang kontroversi. Kendati mayoritas dokter mata tidak merekomendasikan penggunaan kacamata tersebut, beberapa praktisi masih menyatakan kacamata ini digunakan oleh mereka yang menatap layar komputer lebih dari 6 jam per hari.The Vision Council, organisasi yang mengawasi industri kacamata di Amerika, juga menyatakan kacamata antiradiasi dapat mengurangi rasa lelah pada mata akibat terlalu lama menatap layar komputer. Pendapat yang sama juga sebenarnya pernah dilontarkan oleh mantan Presiden AAO, Samuel Pierce.

4. Sugesti akibat pemakaian kacamata anti radiasi

Meski fungsi lensa blue light masih menuai pro dan kontra, tidak ada larangan bagi Anda untuk merogoh kocek berlebih dan menggunakan kacamata anti radiasi ini. Pasalnya, banyak orang merasa mendapatkan manfaat dari penggunaan alat bantu penglihatan tersebut, seperti membuat mata lebih fokus dan tidak mudah lelah saat berlama-lama menatap layar komputer.

Tanpa kacamata anti radiasi, ini cara menjaga mata

Sekalipun Anda memilih untuk mengenakan kacamata anti radiasi, jangan lupa untuk mengistirahatkan mata di sela-sela menatap layar komputer. Saat Anda terlalu fokus pada suatu hal, termasuk pada layar monitor, aktivitas kedipan mata berkurang hingga 50% sehingga mata lebih cepat kering dan merasa lelah. Lakukanlah langkah-langkah ini agar mata Anda tetap sehat.

1. Mengistirahatkan mata

Anda dapat menjalankan aturan 20/20/20. Maksudnya, istirahatkan mata setiap 20 menit sekali dengan melihat ke objek yang berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

2. Mengatur jarak duduk

Pastikan Anda duduk dengan jarak sekitar 60 cm dari layar komputer. Sesuaikan juga tingkat kecerahan (brightness) layar komputer atau gawai Anda sehingga tidak terlalu silau pada mata.

3. Berkonsultasi dengan dokter

Jika Anda memiliki keluhan seputar mata akibat penggunaan gawai yang berlebihan, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter mata. Sebab, menggunakan kacamata antiradiasi bukanlah obat maupun solusi atas masalah pada mata Anda.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara menjaga kesehatan mata jika Anda sering menggunakan laptop maupun ponsel, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan matapenyakit matakaca mata anti sinar biru
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/do-blue-light-glasses-work
Diakses pada 17 November 2020
AAO. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/should-you-be-worried-about-blue-light
Diakses pada 17 November 2020
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/will-blue-light-from-electronic-devices-increase-my-risk-of-macular-degeneration-and-blindness-2019040816365
Diakses pada 17 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/news/20191216/do-blue-light-glasses-work
Diakses pada 17 November 2020
Texas Medical Center. https://www.tmc.edu/news/2020/01/debunking-blue-light-glasses-claims-to-focus-on-proven-eye-issues/
Diakses pada 17 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait