Justru Bisa Berbahaya, 4 Alasan Mengapa Detoks Liver Tidak Efektif


Detoks liver dianggap dapat meningkatkan kesehatan hati. Padahal faktanya metode ini tidaklah efektif dan berisiko mengganggu kesehatan Anda.

(0)
19 Apr 2021|Azelia Trifiana
Detoks liver bukanlah cara efektif untuk menjaga kesehatan hatiDetoks liver bukanlah cara efektif untuk menjaga kesehatan hati
Hati merupakan organ terbesar di tubuh manusia. Perannya adalah membuang zat sisa serta mengatur sirkulasi hormon. Ketika fungsi ini terganggu, ada program untuk membersihkannya dengan cara detoks liver. Namun, metode ini tidak terlalu efektif.Lebih jauh lagi, berdasarkan bukti ilmiah tidak ada yang menunjukkan bahwa program detoks atau suplemen dapat memperbaiki kerusakan hati. Justru, detoks hati semacam ini bisa berbahaya bagi organ Anda.

Amankah melakukan detoks liver?

Sama seperti sebagian besar detoks lain, liver detox mengharuskan Anda melakukan beberapa tahapan spesifik, seperti:
  • Mengonsumsi suplemen untuk membuang racun
  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk liver
  • Menghindari jenis makanan tertentu
  • Menjalani puasa dengan hanya mengonsumsi jus
Faktanya, detoks hati semacam ini justru bisa berbahaya bagi liver. Tidak dapat dipastikan apa saja dan berapa dosis kandungan suplemen herbal yang dikonsumsi. Bisa jadi, mengonsumsinya dalam jangka panjang justru membuat fungsi normal liver untuk menyaring racun terganggu.Tak kalah penting, sebenarnya liver adalah organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri. Ketika sudah berada dalam kondisi tidak sehat pun, perlu ada intervensi medis disertai dengan perubahan gaya hidup. Bukan dengan detox sembarangan.

Risiko melakukan liver detox

Berikut ini beberapa risiko kesehatan akibat melakukan liver detox:

1. Nutrisi tidak seimbang

Umumnya, detoks liver mengharuskan seseorang mengonsumsi sekaligus menghindari jenis makanan/minuman tertentu. Artinya, kebutuhan nutrisi menjadi tidak terpenuhi.Dalam jangka panjang, sangat mungkin ini memicu malnutrisi. Risiko ini jauh lebih besar bagi anak-anak, ibu hamil, dan penderita diabetes atau kondisi medis lainnya.

2. Enema

Enema adalah prosedur memasukkan cairan ke dalam usus melalui anus. Apabila dilakukan sembarangan, enema dapat mengancam nyawa. Selain itu, membilas rektum dan usus bisa mengganggu kemampuan alami tubuh menyerap nutrisi dan cairan. Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan elektrolit.

3. Bukan pengganti penanganan medis

Tak kalah penting, garis bawahi bahwa metode detoks liver bukanlah pengganti penanganan medis apapun. Namun ketika kedua hal ini terbalik, masalah medis serius justru bisa jadi tak tertangani.

4. Bukan cara turunkan berat badan

Ada pula anggapan yang tak kalah populer bahwa detoks liver bisa membantu menurunkan berat badan. Utamanya, setelah seseorang banyak mengonsumsi makanan kurang sehat atau minuman beralkohol.Faktanya, tidak ada data ilmiah yang mendukung teori ini. Justru, mengonsumsi suplemen tertentu dengan klaim membersihkan liver serta menurunkan berat badan sangat mungkin menyebabkan liver terancam.

Cara aman menjaga kesehatan liver

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan hati atau penyakit liver lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Tidak konsumsi alkohol berlebih

Apabila tidak bisa berhenti sepenuhnya, setidaknya jangan mengonsumsi alkohol berlebihan. Aturan umumnya adalah laki-laki tidak lebih dari 3 gelas per hari, sementara perempuan 2 gelas. Namun tentu ini bisa berbeda bergantung pada banyak faktor seperti usia, kondisi medis, hingga jenis minuman beralkohol yang dikonsumsi.
  • Menjaga berat badan ideal

Sebisa mungkin, jaga indeks massa tubuh tetap berada di rentang normal (18-25) dengan cara mengatur pola makan dan banyak berolahraga. Cara ini bisa membantu mencegah terjadinya penyakit perlemakan hati non-alkoholik.
  • Hindari obat yang tidak diperlukan

Jangan pernah mengonsumsi obat melewati dosis yang disarankan, utamanya jenis obat seperti acetaminophen. Penyalahgunaan obat medis ini bisa membahayakan hati, utamanya apabila bercampur dengan kebiasaan minum alkohol.
  • Hindari pemicu

Hal-hal yang dapat memicu penyakit hati adalah praktik seks bebas hingga paparan pestisida atau zat kimia berbahaya lainnya. Oleh sebab itu, terapkan langkah-langkah untuk mencegahnya seperti dengan menggunakan kontrasepsi saat berhubungan seksual atau memastikan lingkungan sekitar memiliki ventilasi memadai.

Catatan dari SehatQ

Penting untuk memahami betul bahwa detoks liver bukanlah solusi ketika seseorang ingin membuang racun dari tubuhnya. Klaim bahwa metode ini bisa menyehatkan pun tidak berdasar. Justru sebaliknya, kesehatan liver pun terancam.Jadi, intinya yang perlu dilakukan adalah menjaga gaya hidup tetap terkendali. Sayangi liver agar tetap terjaga fungsinya dan terhindar dari penyakit. Perilaku berisiko yang perlu dihindari adalah mengonsumsi obat-obatan terlarang, berbagi peralatan pribadi seperti sikat gigi, hingga melakukan seks bebas.Ketika ada klaim bahwa suplemen tertentu bisa membersihkan liver, jangan telan mentah-mentah. Bisa jadi, paparan dalam jangka panjang justru berdampak sebaliknya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kesehatan liver dan metode detoks hati, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/liver-detox
Diakses pada 4 April 2021
John’s Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/detoxing-your-liver-fact-versus-fiction
Diakses pada 4 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320371#liver-friendly-foods
Diakses pada 4 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait