Ini Jus Penurun Darah Tinggi saat Hamil yang Lezat dan Menyehatkan


Sejumlah jus penurun darah tinggi saat hamil bisa dikonsumsi untuk mengontrol darah tinggi akibat preeklampsia. Jus-jus yang direkomendasikan, yakni jus buah ceri, jus akar bit, hingga jus delima

(0)
24 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jus penurun darah tinggi saat hamil salah satunya adalah jus delimaJus delima termasuk salah satu jus penurun darah tinggi saat hamil yang direkomendasikan
Preeklampsia atau masalah tekanan darah tinggi saat hamil merupakan kondisi kesehatan serius yang bisa berdampak fatal. Salah satu cara yang terbilang efektif untuk mengatasi preeklampsia adalah dengan persalinan. Namun, kondisi ini sulit dilakukan jika janin belum cukup matang untuk dilahirkan. Di samping itu, ada pula beberapa cara yang dapat membantu meredakan gejala preeklampsia. Salah satunya adalah mengonsumsi jus penurun darah tinggi saat hamil.

Jus penurun darah tinggi saat hamil

Berikut adalah beberapa jus penurun darah tinggi saat hamil yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengontrol atau mengendalikan gejala preeklampsia.

1. Jus ceri

Buah ceri dapat diolah menjadi jus penurun darah tinggi saat hamil karena kandungan alami melatoninnya. Sebuah studi di tahun 2016 menunjukkan adanya keterkaitan antara kadar melatonin rendah dalam tubuh dengan tekanan darah tinggi saat hamil.Buah yang sering dipakai sebagai penghias kue tart ini merupakan salah satu buah dengan melatonin alami tertinggi sehingga dapat bermanfaat untuk meredakan gejala preeklampsia.

2. Jus bit

Buah bit memiliki banyak manfaat sebagai jus penurun darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa meminum jus buah bit dapat menurunkan tekanan darah sangat cepat dan baik untuk kesehatan jantung.Bit merupakan sumber alami kalsium sekaligus bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar natrium dan kalium pada darah. Di samping itu, bit juga kaya akan vitamin A dan zat besi yang bermanfaat bagi ibu hamil.

3. Jus delima

Buah delima telah terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Buah ini memiliki kandungan antioksidan tinggi berupa senyawa polifenol yang sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil.Buah delima juga dapat diolah menjadi jus penurun darah tinggi saat hamil. Selain membantu menurunkan tekanan diastolik, jus delima mampu menurunkan kadar cedera karena stres oksidatif pada plasenta wanita hamil dengan preeklampsia.Tidak hanya itu, jus delima juga dapat menjadi pilihan untuk mencegah sembelit yang sering terjadi pada masa kehamilan.

4. Jus lemon

Jus lemon adalah salah satu jus penurun darah tinggi saat hamil terbaik yang kaya antioksidan. Jus ini juga bermanfaat dalam mencegah gangguan pencernaan dan konstipasi saat hamil.

5. Jus jambu merah

Jus jambu merah kaya akan vitamin C yang diperlukan ibu hamil. Di sampin manfaatnya sebagai jus penurun darah tinggi saat hamil, jus jambu merah dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mencegah anemia, dan meningkatkan sistem imun tubuh.

6. Jus buah beri

Buah beri adalah salah satu buah yang terkenal tinggi antioksidan. Selain itu, penelitian yang dilakukan Nature menyebutkan bahwa konsumsi buah beri dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan kolesterol LDL. Namun khasiatnya sebagai jus yang bagus untuk ibu hamil dalam menurunkan darah tinggi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

7. Jus tomat

Tomat dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat, salah satunya meningkatkan kesehatan jantung. Penelitian menyebutkan rutin mengonsumsi jus tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diasistolik serta kolesterol LDL termasuk pada wanita hamil.Namun, untuk mendapatkan khasiat tersebut pilihlah jus tomat muri tanpa campuran bahan lainnya untuk memastikan Anda terhindar dari natrium yang tidak perlu selama masa kehamilan.

Cara lain menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Tempe adalah makanan yang kaya probiotik
Tempe mengandung probiotik yang dapat menurunkan risiko preeklampsia
Selain dengan minum jus penurun darah tinggi saat hamil, Anda harus menjaga kesehatan kardiovaskuler dan pencernaan supaya bisa mengontrol tekanan darah. Berikut adalah sejumlah cara yang bisa Anda lakukan.

1. Gaya hidup sehat

Menjaga gaya hidup sehat merupakan cara terbaik untuk mencegah preeklampsia. Gaya hidup sehat yang bisa Anda lakukan saat hamil, di antaranya:
  • Minum cukup air untuk menjaga tubuh terhidrasi dan mencegah darah tinggi.
  • Gaya hidup aktif dengan melakukan peregangan atau yoga untuk ibu hamil akan sangat bermanfaat dalam mencegah preeklampsia dan melancarkan pembuluh darah. Konsultasikan jenis olahraga yang Anda pilih dengan bidan atau dokter kandungan terlebih dahulu.
  • Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga tekanan darah, serta kesehatan ibu hamil dan bayi secara keseluruhan.
  • Berjemur sangat disarankan untuk mendapatkan asupan vitamin D. Kadar vitamin D rendah juga dikaitkan dengan preeklampsia.

2. Jaga pola makanan

Menjaga asupan makanan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga berat badannya tetap normal agar terhindar dari komplikasi kehamilan. Selain jus penurun darah tinggi, jenis-jenis makanan berikut dapat membantu kondisi ibu hamil yang mengalami preeklampsia.
  • Probiotik: Konsumsi probiotik di masa kehamilan dapat menurunkan risiko preeklampsia hingga 39 persen.
  • Serat: Konsumsi serat setidaknya 24 gr/hari mampu menurunkan risiko preeklampsia hingga 51 persen.
  • Buah dan sayur. Selain dijadikan jus, mengonsumsi buah dan sayuran utuh saat hamil juga efektif menurunkan risiko preeklampsia. Keduanya merupakan sumber nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil, seperti protein, vitamin, dan mineral.
  • Rumput laut. Makanan atau suplemen berbahan dasar rumput laut dianggap bermanfaat untuk mencegah preeklampsia.

3. Berkonsultasi dengan dokter

Penanganan medis untuk tekanan darah tinggi saat hamil akan disesuaikan dengan usia kehamilan serta kondisi kesehatan ibu dan bayi secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa bentuk penanganan medis yang bisa Anda jalani.
  • Minum obat darah tinggi yang diresepkan sesuai anjuran dokter.
  • Jika janin telah berusia 37 minggu, dokter akan menyarankan induksi persalinan.
  • Jika tidak memungkinkan untuk dilakukan persalinan, dokter akan memberikan perawatan yang diperlukan untuk mengontrol kondisi Anda dan bayi, termasuk menyarankan Anda untuk rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit.
  • Dokter mungkin akan memberikan suntikan steroid untuk mempercepat kematangan paru-paru bayi. Hal ini merupakan antisipasi jika bayi harus dilahirkan lebih awal.
Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi. Selalu kontrol kondisi Anda pada dokter secara teratur dan ikuti saran yang mereka anjurkan.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar preeklampsia atau jus untuk ibu hamil yang hipertensi, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tekanan darah tinggipreeklampsia
Mama Natural. https://www.mamanatural.com/preeclampsia/
Diakses 5 November 2020
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2016/05/160505140055.htm
Diakses 5 November 2020
My Babys Heart Beat Bear. https://www.mybabysheartbeatbear.com/blogs/pregnancy/lowering-the-risk-of-preeclampsia
Diakses 5 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6103006/
Diakses 5 November 2020
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/8-healthy-and-refreshing-pregnancy-juices/
Diakses 5 November 2020
Nature. https://www.nature.com/articles/srep23625?utm_medium=affiliate&utm_source=commission_junction&utm_campaign=3_nsn6445_deeplink_PID100090071&utm_content=deeplink Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait