7 Jurus Efektif dalam Menghadapi Rekan Kerja yang Toxic


Ada saja sumber stres di tempat kerja, salah satunya adalah rekan kerja yang toxic. Sayangnya, dalam sepekan setidaknya ada 40 jam Anda akan berinteraksi dengan mereka. Pindah kantor atau menyuruh mereka mengundurkan diri tentu bukan solusi tepat.

0,0
22 Oct 2021|Azelia Trifiana
Ilustrasi rekan kerja toxicRekan kerja toxic dapat mengganggu kesehatan mental
Ada saja sumber stres di tempat kerja, salah satunya adalah rekan kerja yang toxic. Sayangnya, dalam sepekan setidaknya ada 40 jam Anda akan berinteraksi dengan mereka. Pindah kantor atau menyuruh mereka mengundurkan diri tentu bukan solusi tepat.
Perlu digarisbawahi bahwa konflik semacam ini sangat tidak sehat untuk fisik, pikiran, dan juga karir. Ketika berhadapan dengan orang semacam ini, stres dan frustrasi bisa kian menumpuk.

Cara menghadapi rekan kerja yang toxic

Sikap toxic ini tentu bervariasi antara satu orang dan lainnya. Namun benang merahnya sama, yaitu menyebabkan Anda merasa stres. Lalu, bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang toxic?

1. Bersiap menghadapi konflik

Apabila pekerjaan mengharuskan Anda terus-menerus berhubungan dengan rekan kerja yang toxic, persiapkan diri menghadapinya. Jadi, Anda tak akan terlalu kaget ketika dia mulai bertingkah dengan 1001 dramanya. Bonusnya, Anda juga tidak akan mudah terpancing emosi saat itu benar-benar terjadi.Bandingkan jika Anda tidak siap. Akan sangat mungkin tersulut emosi karena perbuatannya. Padahal, tidak ada manfaat dari kemarahan itu. Justru, situasi bisa kian runyam.Anda juga bisa berlatih sendiri di rumah terlibat dalam reka adegan saat rekan kerja mulai berulah. Lalu, latihlah diri untuk merespons dengan tetap tenang. Memaki atau marah-marah tidak akan membuat Anda tampak lebih baik.

2. Debat yang dewasa

Ketika perbedatan tidak lagi terhindarkan, tetap bersikap dewasa. Jangan biarkan diri Anda terbawa situasi. Tetap jaga integritas diri Anda dengan tidak bersikap arogan atau terlalu percaya diri.Selain itu, sepakatlah untuk berkompromi demi tercapainya solusi. Jangan serta-merta menjadi keras kepala hanya karena berhadapan dengan rekan kerja yang toxic. Lalu, tak kalah penting, ingat bahwa tujuan mereka bersikap demikian adalah untuk membuat Anda terpancing. Jadi, jangan menurunkan harga diri Anda dengan berada satu level dengan mereka.

3. Jangan memancing masalah

Jangan memperkeruh situasi dengan melakukan provokasi atau memancing masalah kepada mereka. Debat kusir atau adu argumen tanpa isi hanya akan membuat rekan kerja yang toxic merasa makin berkuasa. Saat Anda memulai duluan, artinya tidak ada bedanya dengan mereka.Tetap saja, gunakan trik lama yaitu “bunuh” mereka dengan kebaikan. Bersikaplah baik, tenang, dan sopan. Ini adalah amunisi terbaik saat melawan orang yang berpikir tidak rasional. Mereka akan menjadi frustrasi dan bosan berdebat dengan Anda.

4. Berteman dengan mereka

Bisa jadi, sikap toxic yang mereka tunjukkan adalah topeng untuk menutupi lemah dan rentannya mereka. Belum lagi jika mereka tidak punya kemampuan untuk menempatkan diri secara sosial. Mungkin juga mereka sedang menghadapi masalah keuangan, rumah tangga, kesehatan, dan banyak lagi.Jadi, cobalah untuk berteman dengan mereka. Mungkin sebenarnya mereka kesepian dan perlu orang untuk bercerita. Ketika mereka mulai membuka diri, tetap ingat untuk tidak bergantung kepadanya. Setidaknya, ini dapat mengurangi potensi konflik di kemudian hari.

5. Libatkan pihak ketiga

Apabila rekan kerja yang toxic tetap tidak mau berkompromi dan terus-menerus mempermasalahkan hal kecil terkait pekerjaan, saatnya melibatkan pihak ketiga. Pastikan ini adalah sosok yang netral untuk membantu mengarahkan situasi.Siapa mereka? Bisa rekan kerja, atasan, atau pihak SDM. Pastikan tidak mengajak orang yang ketika tahu masalah Anda, justru bisa berdampak pada perjalanan karir.Ketika sudah ada pihak ketiga, siap-siap berkompromi dan tekankan apa yang menjadi target utama. Itu adalah menemukan solusi dari masalah serta bisa menuntaskan pekerjaan yang terhambat.

6. Lanjutkan kehidupan

Bukan hanya move on dalam hubungan percintaan, hal ini juga bisa diterapkan ketika berinteraksi dengan rekan kerja yang toxic. Ketika sudah mencoba berbagai cara namun situasi tetap runyam, tak perlu menambah beban pikiran Anda dengan memikirkan mereka.Move on. Lupakan mereka. Sebab, hubungan buruk dengan rekan kerja yang toxic terkadang bisa terjadi berlarut-larut dan cukup lama. Pilihannya antara Anda mencari pekerjaan baru, pindah departemen, atau mengabaikan keberadaannya.

7. Buat batasan

Terapkan batasan atau boundaries jelas ketika berinteraksi dengan rekan kerja yang toxic. Dengan demikian, bisa diketahui kapan mereka sudah melewati batas. Jadi, ini akan membuat Anda tidak mudah terbawa masalah sepele sekaligus tahu kapan harus mengambil tindakan.

Catatan dari SehatQ

Keputusan ada di tangan Anda untuk menentukan strategi mana yang akan diluncurkan. Sesuaikan dengan situasi di kantor, sifat mereka, dan banyak lagi faktor lainnya.Satu yang pasti, jangan sampai terbawa situasi hingga berada satu level dengan mereka. Tetaplah tenang, bersikap sopan, dan tetap baik. Ini adalah senjata paling ampuh untuk melawan rekan kerja yang toxic.Untuk berdiskusi lebih jauh mengapa stres di tempat kerja bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental Anda, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/5-ways-cope-with-co-worker-from-hell/Forbers. https://www.forbes.com/sites/amymorin/2019/02/27/5-ways-to-stay-mentally-strong-when-youre-dealing-with-a-toxic-co-worker/HBR. https://hbr.org/2018/04/4-ways-to-deal-with-a-toxic-coworker
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait