Jumlah Vaksin Corona yang Dibutuhkan Indonesia agar Tercapai Herd Immunity


Jumlah vaksin Covid-19 yang dibutuhkan Indonesia untuk bisa mencapai herd immunity dan menekan penyebaran adalah sekitar 426 juta dosis. Pemerintah sudah tetapkan lima jalur.

(0)
31 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jumlah vaksin Covid-19 yang Indonesia butuhkan untuk hentikan pandemi adalah 426 juta dosisJumlah vaksin C0vid-19 yang dibutuhkan Indonesia adalah 420 juta lebih
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac, beberapa waktu lalu telah tiba di Indonesia. Jumlah tersebut memang terdengar banyak. Namun pada kenyataannya, negara ini memiliki penduduk terbanyak keempat di dunia dengan jumlah lebih dari 269 juta penduduk. Dengan demikian, jumlah 1,2 juta dosis tersebut masih belum cukup untuk bisa menahan laju persebaran Covid-19.
Salah satu cara untuk menghentikan pandemi Covid-19 adalah dengan mencapai herd immunity. Untuk mencapai itu, perlu dilakukan vaksinasi massal pada setidaknya 70% penduduk Indonesia.

Jumlah vaksin corona yang dibutuhkan Indonesia

Indonesia butuh 426 juta dosis vaksin corona
Indonesia butuh ratusan juta dosis vaksin Covid-19
Selain menjalankan usaha pencegahan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, penyebaran Covid-19 juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin. Dengan ratusan juta penduduknya, Indonesia tentu membutuhkan vaksin dengan jumlah yang sangat besar. Mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui keterangan resminya, jumlah penduduk Indonesia yang menjadi target vaksin corona adalah 181 juta orang. Angka ini didapat dari penjelasan sebagai berikut:
  • Dari 269 juta penduduk Indonesia, ada sekitar 188 juta penduduk yang masuk ke dalam kategori usia pemberian vaksin, yaitu 18-59 tahun.
  • Dari 188 juta penduduk, tidak semua bisa divaksin. Sebab, orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, lansia di atas 60 tahun, ibu hamil, dan yang memiliki riwayat penyakit kronis (komorbid), tidak diikutsertakan sebagai penerima vaksin.
  • Kelompok ibu hamil, lansia, dan yang memiliki riwayat penyakit kronis tidak masuk kelompok penerima vaksin karena hingga saat ini, belum ada hasil uji coba soal keamanan vaksin bagi ketiga kelompok penduduk tersebut.
  • Jadi, total jumlah penduduk yang menjadi target vaksinasi adalah 181 juta orang.
Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19, satu orang akan mendapat vaksin sebanyak dua kali dengan jarak penyuntikan kurang lebih 14-21 hari, tergantung dari jenis yang digunakan. Selain itu, WHO juga mensyaratkan agar setiap negara memiliki cadangan sebanyak 15% dari kebutuhan vaksin. Dari kedua perhitungan tersebut maka Indonesia hingga saat ini membutuhkan 426,8 juta dosis vaksin corona.
Informasi lengkap seputar vaksin corona
• Virus Corona: Mutasi Virus Corona Lebih Menular? Ini Faktanya• Deteksi Covid-19: Mengenal GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Murah Meriah• Vaksin Corona: Negara-negara yang Sudah Memberikan Vaksin Corona untuk Warganya

Indonesia akan memiliki stok vaksin corona lebih dari yang dibutuhkan

Setelah melihat kebutuhan vaksin yang begitu besar, tentu angka 1,2 juta vaksin yang sudah datang langsung terlihat kecil. Namun pada periode-periode selanjutnya, vaksin-vaksin masih akan berdatangan karena Indonesia sudah bekerja sama dengan berbagai pihak dari beberapa negara guna memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.Sejauh ini, ada lima jalur pengadaan vaksin yang sedang dijalankan pemerintah, yaitu:

1. Menggunakan vaksin Sinovac

Indonesia sudah membeli sekitar 125 juta dosis vaksin corona buatan Sinovac. Selain itu, pemerintah juga sudah memiliki opsi untuk menambah 100 juta dosis lagi apabila dibutuhkan.Hingga saat ini, vaksin Sinovac lah yang akan digunakan sebagai vaksin pertama yang diberikan massal pada penduduk. Proses vaksinasi akan mulai dilakukan setelah vaksin ini mendapatkan Emergency Use of Authorization alias izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

2. Menggunakan vaksin Novavax

Novavax adalah perusahaan farmasi asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Kanada. Saat ini, vaksin corona buatan Novavax sudah memasuki uji klinis tahap 3. Pengujian tersebut dilakukan pada 30.000 orang di 115 bagian di Amerika Serikat dan Meksiko. Indonesia sendiri sudah memesan sebanyak 50 juta dosis vaksin corona dari Novavax dengan opsi penambahan vaksin sebanyak 80 juta dosis vaksin. Diperkirakan, vaksin ini akan sampai secara bertahap muali dari bulan Juni 2021 hingga Maret 2022.

3. Menggunakan vaksin Astra Zeneca

Astra Zeneca, perusahaan vaksin asal Inggris juga menjadi pilihan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. Sebanyak 50 juta dosis vaksin akan dibeli dari perusahaan ini dengan opsi penambahan vaksin juga sebanyak 50 juta dosis.Jika tidak ada halangan, vaksin ini akan tiba di Indonesia secara bertahap mulai dari kuartal kedua tahun 2021 hingga kuartal pertama 2022.

4. Menggunakan vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer, yang sudah digunakan untuk vaksinasi Covid-19 di banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris, juga akan masuk sebagai salah satu perusahaan penyuplai vaksin corona di Indonesia.Pemerintah sudah menargetkan untuk menandatangani perjanjian pembelian pada minggu pertama bulan Januari 2021 dan mengamankan sekitar 100 juta dosis. Dari 100 juta dosis tersebut, 50 juta dosis adalah order pasti dan 50 juta dosis lainnya adalah opsi penambahan.

5. Lewat mekanisme COVAX/GAVI

Untuk mempercepat penyelesaian pandemi, WHO telah mendirikan sebuah badan bernama COVAX dan GAVI yang akan mengatur distribusi vaksin Covid-19 bagi negara-negara miskin dan berkembang dengan memberikannya secara gratis.Dengan adanya badan WHO ini, maka penyebaran vaksin diharapkan bisa merata ke seluruh negara dan bukan hanya negara yang kaya saja yang bisa mendapatkan vaksin corona.Indonesia, sebagai negara berkembang juga akan menggunakan mekanisme dari badan tersebut. Namun, jumlah vaksin yang akan diberikan masih tentatif. Indonesia ditargetkan akan mendapatkan vaksin untuk 20% populasi atau sekitar 54 juta orang atau 108 juta dosis vaksin.Opsi penambahan dosis pada perjanjian pengadaan vaksin dengan beberapa perusahaan farmasi dibuat sebagai antisipasi apabila jumlah vaksin yang didapatkan dari COVAX/GAVI tidak mencukupi atau mengalami keterlambatan.Selain itu, opsi tersebut juga dibuat sebagai langkah pengamanan apabila muncul gangguan pada uji klinis yang sedang berjalan, yang berdampak pada penundaan vaksin massal. Dari kelima jalur pengadaan tersebut, maka Indonesia sudah mengamankan sekitar 660 juta vaksin Covid-19 atau sekitar 137 juta dosis lebih banyak dari kebutuhan, sebagai cadangan.
Infografis timeline uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia
Tahap uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia
coronavirusvaksin corona
Keterangan Pers Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Diakses pada 30 Desember 2020
National Institute of Health. https://www.nih.gov/news-events/news-releases/phase-3-trial-novavax-investigational-covid-19-vaccine-opens
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait