Jika Tahu Cara Memakai Siwak yang Tepat, Tak Kalah Efektif Ketimbang Sikat Gigi Modern

Cara memakai siwak adalah dengan memotong bagian pangkalnya agar bulu halus di sepanjang tangkai bisa menyentuh gigi
Cara memakai siwak pun sederhana, cukup digosokkan ke gigi satu persatu

Siwak adalah batang kayu seukuran pensil yang bisa digunakan untuk membersihkan gigi secara alami. Dulu sebelum sikat gigi ditemukan, siwak lazim digunakan beberapa kali sehari oleh warga negara-negara Arab, India, Pakistan, dan juga Afrika. Cara memakai siwak pun sederhana, cukup digosokkan ke gigi satu persatu.

Di dunia, siwak juga dikenal dengan miswak. Begitu populernya penggunaan siwak, WHO pun merekomendasikan siwak sebagai alat yang efektif untuk menjaga kebersihan mulut.

Mengenal siwak

Umumnya, siwak berukuran 15-20 cm dengan diameter sekitar 1,5 cm yang terbuat dari Salvadora persica, disebut juga dengan Toothbrush Tree. Namun pada beberapa negara, siwak juga bisa dibuat dari tangkai pohon jeruk (Citrus sinensis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), atau daun mimba (Azadirachta indica).

Serat tanaman yang ada pada siwak dapat membantu mengangkat plak di permukaan gigi. Beberapa kandungan alami dalam siwak yang membuatnya bermanfaat untuk kesehatan mulut adalah:

  • Silica

Silica merupakan material abrasif yang membantu mengangkat kotoran dan deposit di permukaan gigi.

  • Sodium bicarbonate

Kandungan lain dalam siwak adalah sodium bicarbonate yang bersifat germisida atau antiseptik. Artinya, dalam siwak ada senyawa kimia yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme mengganggu. 

  • Tannic acid

Jenis asam yang satu ini memiliki efek astringent, artinya membuat jaringan membran mukosa secara biologis bisa berkontraksi. Inilah yang membuat siwak bisa mencegah munculnya plak dan radang gusi.

  • Resin

Fungsi resin adalah membentuk lapisan enamel yang melindungi gigi dari pengeroposan akibat aktivitas mikroba.

  • Alkaloid

Alkaloid dalam siwak memiliki efek mengusir bakteri dan merupakan stimulus yang baik untuk gusi

Mana yang lebih baik: siwak atau sikat gigi?

Sementara sikat gigi yang kini populer digunakan pertama kali dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1887. Menurut The American Dental Association, dimensi sikat gigi yang ideal adalah permukaan 31,8-9,8 mm, bulu sikat 2-4 baris, serta bulu halus 5-12 setiap barisnya.

Beberapa penelitian yang membandingkan siwak atau sikat gigi menyebut bahwa siwak memiliki efek yang lebih superior ketimbang sikat gigi. Dengan mengetahui cara memakai siwak yang tepat, plak dan radang gusi pada gigi bisa berkurang secara signifikan.

Meski demikian, ada penelitian yang menyebut tidak ada perbedaan signifikan mengenai gusi berdarah baik pada pengguna sikat gigi modern maupun siwak.  

Fungsi siwak dan sikat gigi adalah sama. Meski demikian, desainnya jauh berbeda. Bulu untuk menggosok gigi pada siwak terletak pada bagian tengah batangnya. Dengan demikian, permukaan gigi bisa tersentuh dengan mudah dibandingkan dengan celah antar-gigi.

Sementara sikat gigi modern sudah didesain sedemikian rupa sehingga bisa menjangkau bagian celah gigi. Tak hanya itu, sikat gigi juga bisa menyentuh permukaan gigi yang tidak rata sekalipun.

Bisa disimpulkan bahwa siwak dan sikat gigi sama-sama memiliki kelebihan. Setiap orang bebas memilih sesuai preferensi. Justru yang terpenting adalah tahu cara memakai siwak atau sikat gigi modern dan menggunakannya secara teratur.

Cara memakai siwak

Siwak biasanya dipegang dengan 3 jari (three finger grip) atau 5 jari (five finger grip). Tujuannya adalah agar tangan lebih stabil ketika menggerakkan siwak di permukaan gigi.

Kemudian, cara memakai siwak pertama-tama adalah dengan memotong bagian pangkalnya sepanjang ½ inci agar bulu halus di sepanjang tangkai bisa menyentuh gigi. Lalu, kunyah perlahan hingga bulu halusnya muncul. 

Untuk memakainya, cukup gosokkan ke gigi sama seperti memakai sikat gigi modern. Jika siwak kering, saturasi dengan merendamnya di air bersih selama 8 jam.

Cara memakai siwak harus selalu diarahkan menjauh dari batas antara gigi dan gusi. Tak hanya itu, siwak juga harus digerakkan menjauh dari buccal mucosa atau dinding dalam antara pipi dan gigi. Gerakannya adalah dari atas ke bawah secara perlahan.

Jika sudah, potong siwak setiap 3-5 hari sekali dan ulangi cara memakai siwak dari awal hingga habis.

Jika seseorang tidak tahu cara memakai siwak dan menggunakannya dalam frekuensi tinggi dalam sehari – setidaknya lebih dari 5 kali – penelitian mencatat bahwa ada risiko terjadi resesi gusi. 

Hingga kini, para peneliti terus mencari tahu efektivitas menjaga kebersihan mulut dengan penggunaan siwak. Terlebih, optimal tidaknya siwak membersihkan gigi juga bergantung pada banyak faktor lain, seperti kondisi gigi dan riwayat medis setiap orang.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3545237/
Diakses 25 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4114011/
Diakses 25 Februari 2020

Productive Muslim. https://productivemuslim.com/the-miswak-more-than-a-twig/
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait