Jika Dikonsumsi Tak Berlebihan, Benarkah Ada Manfaat Minum Bir?

Bir mengandung nutrisi dan bisa dikonsumsi dalam jumlah yang wajar
Saat dikonsumsi secara wajar, bir dapat memberikan nutrisi pada tubuh

Jika dikonsumsi sewajarnya, sebenarnya ada potensi manfaat minum bir untuk kesehatan. Namun bagaikan dua sisi mata uang, tak kalah banyak bukti bahaya alkohol jika dikonsumsi berlebihan. Jika melihat kandungan nutrisinya, sebenarnya bir mengandung vitamin dan mineral.

Meski bir mengandung nutrisi, namun tidak sepadan jika dibandingkan dengan sumber alami seperti dari buah dan sayuran. Untuk mencukupi kebutuhan asupan harian, perlu mengonsumsi bir dalam jumlah masif. Tentunya, ini justru membahayakan kesehatan.

Kandungan nutrisi bir

Untuk menelaah apakah ada potensi manfaat minum bir, berikut ini kandungan nutrisi dalam 355 mililiter bir:

  • Kalori: 153
  • Protein: 1,6 gram
  • Lemak: 0 gram
  • Karbohidrat: 13 gram
  • Niacin: 9%
  • Riboflavin: 7% AKG
  • Choline: 7% AKG
  • Folat: 5% AKG
  • Magnesium: 5% AKG
  • Fosfor: 4% AKG
  • Selenium: 4% AKG
  • Vitamin B12: 3% AKG
  • Pantothenic acid: 3% AKG
  • Alkohol: 13,9 gram

Selain itu, bir juga mengandung sedikit potasium, kalsium, thiamine, zat besi, dan zinc. Adanya vitamin B ini diperoleh dari proses pembuatannya yang mengandung jamur dan sereal gandum.

Potensi manfaat minum bir

Jika dikonsumsi dalam porsi sewajarnya, beberapa penelitian menunjukkan ada potensi manfaat minum bir, seperti:

  • Potensi turunkan risiko penyakit jantung

Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi bir dan alkohol bisa menurunkan risiko seseorang menderita penyakit jantung. Dalam penelitian selama 3 bulan terhadap 36 orang dewasa obesitas ini, partisipan perempuan mengonsumsi satu gelas sementara yang laki-laki mengonsumsi dua gelas.

Hasilnya, kadar kolesterol baik (HDL) mereka meningkat serta kemampuan tubuh membuang kolesterol jahat juga makin optimal. Namun di sisi lain, konsumsi alkohol berlebihan justru meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

  • Potensi mengendalikan kadar gula darah

Konsumsi alkohol dalam porsi sedikit juga berpotensi mengendalikan kadar gula darah. Dalam beberapa penelitian, konsumsi bir dalam jumlah sedikit dapat menurunkan resistansi insulin yang merupakan faktor risiko diabetes. Secara tidak langsung, hal ini bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 juga.

Lebih jauh lagi, dilakukan penelitian lebih besar yang melibatkan 70.500 partisipan. Dalam kelompok ini, laki-laki mengonsumsi 14 gelas dan yang perempuan mengonsumsi 9 gelas dalam sepekan. Hasilnya, risiko diabetesnya menurun 43% dan 58%.

  • Potensi memperkuat kepadatan tulang

Konsumsi bir juga disebut bisa memperkuat kepadatan tulang terutama bagi laki-laki dan perempuan di fase postmenopause. Lebih jauh lagi, potensi ini diperoleh dari kandungan ethanol terhadap kesehatan tulang.

  • Potensi menurunkan risiko demensia

Meskipun konsumsi alkohol berlebihan tidak baik untuk kesehatan otak, namun ada potensi manfaat minum bir yaitu bisa menurunkan risiko mengalami demensia pada lansia. Utamanya, konsumsi alkohol dalam jumlah sewajarnya bisa menurunkan risiko demensi serta penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa.

  • Potensi hidup lebih lama

Mungkin terdengar kontradiktif, namun ada juga penelitian yang menyebut konsumsi alkohol secukupnya bisa menurunkan risiko kematian lebih cepat, terutama pada masyarakat Barat. Namun lagi-lagi, konsumsi alkohol juga menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Amerika Serikat karena risiko menderita penyakit kronis, terlibat kecelakaan, dan masalah sosial.

Perlu diingat bahwa keempat potensi manfaat minum bir di atas hanya berlaku apabila konsumsinya dalam jumlah sedikit atau sewajarnya. Jika konsumsi alkohol seperti bir berlebihan, maka justru menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan.

Perhitungkan pula bahwa bir mengandung kalori sama banyaknya seperti minuman dengan pemanis tambahan, bahkan red wine mengandung kalori dua kali lipat lebih banyak. Meski belum ada penelitian yang membuktikan korelasi langsung antara alkohol dan bertambahnya berat badan, kebiasaan minum alkohol berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas.

Persepsi tentang berapa konsumsi alkohol yang masih dianggap wajar juga berbeda-beda bagi tiap orang. Di Amerika Serikat, satu gelas alkohol yang dianggap wajar dikonsumsi adalah yang mengandung 14 gram alkohol, ini disebut standard drink. Namun berbeda merek, berbeda pula penghitungannya.

Jadi, kembali lagi pada pilihan setiap orang ketika sudah dihadapkan dengan konsumsi alkohol yang bisa ditoleransi. Jika dikonsumsi sedikit, beberapa potensi manfaat minum bir di atas bisa saja dirasakan. Namun ingat, sesedikit apapun mengonsumsi alkohol, risiko mengalami kanker mulut dan tenggorokan tetap ada.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/alcohol-good-or-bad
Diakses pada 8 Juni 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22336255/
Diakses pada 8 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-beer-good-for-you
Diakses pada 8 Juni 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19244365/
Diakses pada 8 Juni 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30611304/
Diakses pada 8 Juni 2020

CDC. https://www.cdc.gov/alcohol/fact-sheets/alcohol-use.htm
Diakses pada 8 Juni 2020

Artikel Terkait