Jika Begadang Bikin Gemuk, Adakah Manfaat Tidur untuk Turunkan Berat Badan?


Agar diet bisa berhasil dengan maksimal, selain menjaga pola makan, menjaga pola tidur juga penting. Layaknya makanan, tidur adalah nutrisi untuk otak. Karena ada manfaat tidur untuk turunkan berat badan.

(0)
07 Mar 2021|Azelia Trifiana
Tidur yang cukup dapat membantu menjaga berat badanTidur yang cukup dapat membantu menjaga berat badan
Bagi yang sedang menjalani diet, ada baiknya jangan hanya fokus pada asupan kalori saja. Ada yang tak kalah penting, yaitu mempertimbangkan manfaat tidur untuk turunkan berat badan. Layaknya makanan, tidur adalah nutrisi untuk otak.Apabila seseorang kurang tidur, maka hormon kortisolnya akan meningkat. Hormon stres ini akan memberi komando tubuh untuk mencari sumber energi selama terjaga. Artinya, keinginan untuk makan semakin besar.

Hubungan antara tidur dan nafsu makan

Kualitas tidur malam dan nafsu makan adalah dua hal yang sangat berkaitan. Rasa lapar sebenarnya bukan hanya sensasi di perut saja, tapi lebih dari itu. Ada hormon berupa ghrelin dan leptin yang mengendalikan rasa lapar di tubuh.Sepanjang hari, kadar keduanya turun dan naik memberi sinyal pada tubuh akan kebutuhan mengonsumsi kalori lebih banyak.Sayangnya, kurang tidur akan mengganggu kemampuan tubuh mengendalikan komunikasi sel saraf ini. Konsekuensinya, nafsu makan meningkat disertai dengan kesulitan merasa kenyang. Jenis makanan yang dipilih pun cenderung tinggi kalori dan karbohidrat.Inilah jawaban mengapa orang yang kurang tidur cenderung ingin mengonsumsi camilan lebih sering. Bukan hanya tinggi karbo, makanan dengan rasa manis juga menjadi incaran.

Cara menjaga jam tidur untuk diet

pria tertidur
Waktu tidur ideal adalah 7-9 jam
Idealnya, rekomendasi durasi tidur malam untuk orang dewasa adalah 7-9 jam. Jika seseorang tidak tidur lebih dari 24 jam, risikonya sangatlah berbahaya.Durasi tidur sebenarnya juga berperan penting terhadap proses metabolisme, utamanya glukosa. Ketika seseorang makan, tubuh akan melepaskan insulin untuk membantu memproses glukosa dalam darah.Meski demikian, siklus tidur berantakan dapat mengganggu respons tubuh terhadap insulin hingga sensitivitas insulin menurun. Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat. Jika terus menerus terjadi dalam jangka panjang, ada kemungkinan terjadi obesitas dan diabetes tipe 2.Agar bisa menjaga jam tidur untuk diet, hal yang perlu dilakukan di antaranya:
  • Mengatur jadwal

Tentukan jam tidur yang teratur setiap harinya. Lakukan ini sebisa mungkin kecuali ada hal mendadak yang membuat jam tidur lebih larut. Ingat, tidur panjang di akhir pekan tidak akan bisa menebus kurangnya tidur setiap malamnya.
  • Pencahayaan

Penting untuk mengatur cahaya saat tidur agar tidak terlalu terang karena dapat menghambat kinerja melatonin saat terlelap. Bukan hanya lampu kamar saja, tapi juga cahaya dari alat elektronik seperti televisi. Ini dapat meningkatkan risiko mengalami kenaikan berat badan hingga obesitas.
  • Waktu makan

Makan terlalu malam atau dekat dengan waktu tidur dapat menggagalkan upaya diet atau mencapai berat badan ideal. Proses cerna belum berlangsung optimal ketika tubuh sudah berbaring untuk tidur. Oleh karena itu, sebisa mungkin beri jarak sekitar 3-4 jam antara waktu makan malam dan tidur.Tak hanya itu, hindari mengonsumsi minuman bersoda, teh, kopi, cokelat, dan utamanya alkohol setelah pukul 2 siang. Jangan lupa bahwa kafein bisa tetap berada dalam sistem tubuh hingga 5-6 jam kemudian.
  • Kurangi stres

Berbagai masalah tidur bisa terjadi karena stres. Apabila stres cukup kronis, maka kualitas tidur menjadi buruk. Bahkan, ini juga dapat berimbas pada keinginan makan terlalu banyak untuk mengimbangi emosi negatif yang tengah dirasakan.
  • Tidak bermain gadget

Anda juga bisa meningkatkan kualitas tidur dengan tidak bermain gadget beberapa jam sebelum tidur. Tanpa terasa, melihat gadget untuk bermain atau melihat media sosial bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa. Apabila dirasa sudah menjadi candu, pertimbangkan melakukan digital detox.

Bisakah berat badan turun selama tidur?

perempuan gemuk
Tidur teratur dapat membantu mengurangi risiko obesitas
Memang benar bahwa kurang tidur akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga obesitas. Namun, tidak tepat apabila ada anggapan berat badan turun bisa turun hanya dengan tidur.Jadi, bukan berarti tidur cukup di malam hari berarti berat badan akan berkurang. Hanya saja, kualitas tidur yang baik membuat seseorang lebih mudah menurunkan berat badan. Prosesnya bertahap dan bukan instan.

Ingat pula bahwa mengupayakan agar berat badan turun selama tidur tidak akan sepadan dengan diet pola makan serta berolahraga. Fokuslah pada kualitas tidur, bukan kuantitas.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar masalah tidur dan berat badan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah tidurhidup sehatpola hidup sehat
JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2735446
Diakses pada 20 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/sleep-and-weight-loss#1
Diakses pada 20 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/weight-loss/the-science-behind-sleep-and-weight-loss
Diakses pada 20 Februari 2021
CNN. https://edition.cnn.com/2014/04/29/health/upwave-weight-sleeping/index.html
Diakses pada 20 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait