logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Jeremy Teti Setahun Dua Kali Kena Batu Ginjal, Apa Sebabnya?

open-summary

Jeremy Teti mengungkapkan dirinya pernah menderita batu ginjal hingga dua kali dalam setahun dan sudah menjalani terapi laser sebanyak lima kali, untuk mengatasi penyakitnya itu.


close-summary

22 Jul 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Jeremy Teti sakit batu ginjal dan jantung

Jeremy Teti dua kali mengidap batu ginjal dalam satu tahun (sumber foto: instagram @tetijeremy)

Table of Content

  • Apa yang memicu Jeremy Teti mengidap batu ginjal?
  • Selain terapi radiasi laser, adakah perawatan batu ginjal yang lainnya?

Lama tak terdengar kabarnya, presenter yang sekaligus mantan pembaca berita, Jeremy Teti memberikan pengakuan mengejutkan. Pria berusia 52 tahun itu mengatakan pernah mengidap batu ginjal dua kali dalam setahun dan menjalani terapi menggunakan radiasi sinar laser sebanyak lima kali.

Advertisement

Jeremy juga mengaku bahwa dirinya saat ini harus rutin mengonsumsi obat pengencer darah seumur hidup. Hal ini terjadi karena ia pernah menjalani operasi pemasangan tiga buah ring jantung.

Apa yang memicu Jeremy Teti mengidap batu ginjal?

Dalam penuturan terbarunya, Jeremy Teti menyebutkan bahwa penyebab utama batu ginjal yang dialaminya adalah karena kadar asam urat di dalam tubuhnya tinggi. Kenaikan kadar asam urat itu dipicu oleh kebiasaannya yang gemar mengonsumsi kacang.

Batu ginjal memang bisa terjadi saat seseorang memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bisa dilarutkan oleh cairan dalam urine. Hal ini membuat asam urat, bersama komponen lain seperti kalsium dan oksalat, menumpuk di ginjal, membentuk gumpalan kristal yang sering kita sebut sebagai batu ginjal.

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko kena batu ginjal. Salah satunya memang pola makan yang tinggi purin, seperti yang pernah dilakukan oleh Jeremy Teti. Selain pola makan, berikut ini faktor risiko batu ginjal lainnya yang perlu Anda ketahui agar bisa lebih waspada.

1. Kurang minum air putih

Kurang minum bisa membuat tubuh dehidrasi dan meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Untuk orang yang sudah memiliki batu ginjal, kebiasaan ini juga bisa memicu terbentuknya batu ginjal tambahan.

2. Kelebihan berat badan

Punya indeks massa tubuh (IMT) yang lebih dari normal membuat seseorang berisiko lebih besar terkena batu ginjal. Selain itu, kebiasaan makan yang bisa membawa seseorang mengalami kelebihan berat badan seperti terlalu banyak makan garam dan gula, juga bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

3. Penyakit pencernaan

Penyakit pencernaan seperti diare kronis dan irritable bowel syndrome (IBS) bisa memengaruhi kemampuan organ pencernaan dalam menyerap kalsium dan air. Sementara itu, kalsium berlebih di tubuh bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

4. Riwayat penyakit tertentu

Pada orang yang punya riwayat penyakit tertentu seperti asidosis tubulus renalis, sistinuria, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih berulang, risiko terbentuknya batu di ginjal jadi lebih tinggi.

5. Konsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu

Suplemen vitamin C, obat pencahar, obat asam lambung, dan beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi migrain dan depresi bisa meningkatkan risiko seseorang terkena batu ginjal.

Baca Juga

  • Rajin Bangun Pagi Dapat Mengurangi Resiko Depresi? Ini Penjelasannya!
  • 8 Jenis Olahraga untuk Jantung Ini Mudah Dilakukan!
  • Siapa Saja Orang yang Diperbolehkan Tidak Puasa?

Selain terapi radiasi laser, adakah perawatan batu ginjal yang lainnya?

Batu ginjal bisa dihilangkan dengan beberapa metode. Salah satunya memang dengan metode terapi laser seperti yang dijalani oleh Jeremy Teti. Selain laser, berikut ini perawatan lain yang bisa dilakukan.

• Konsumsi obat-obatan

Obat-obatan yang diperuntukkan untuk batu ginjal disebut sebagai alpha blocker. Obat ini bekerja dengan cara membuat otot yang ada di saluran kemih menjadi lebih rileks, sehingga batu ginjal bisa lebih mudah keluar dan nyeri yang timbul pun bisa berkurang.

• Operasi

Jika batu ginjal yang ada berukuran besar hingga merusak ginjal, maka dokter dapat merekomendasikan operasi untuk Anda.

• Uretroscopy

Cara lain untuk mengeluarkan batu ginjal adalah dengan prosedur uretroscopy. Saat melakukan prosedur ini, dokter akan memasukkan kabel kecil yang dilengkapi dengan kamera ke lokasi batu ginjal dan mengambil batu tersebut dengan alat yang menempel di kabel.

Batu ginjal juga bisa diredakan dengan beberapa cara alami, seperti memperbanyak konsumsi air putih, air perasan lemon, atau cuka apel. Selama masa penyembuhan, orang yang mengidap penyakit ini juga disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari makanan dan minuman manis, serta kafein.

Batu ginjal adalah kondisi yang bisa diatasi secara tuntas apabila Anda mencari perawatan dokter sesegera mungkin setelah merasakan gejala. Semakin cepat perawatan dimulai, maka kondisi Anda pun bisa semakin cepat membaik.

Advertisement

batu ginjalpenyakit ginjalpenyakit jantungsakit jantung

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved