Jerawat saat Hamil, Apa Penyebab dan Bagaimana Solusinya?

Jerawat saat hamil diyakini merupakan kondisi alami yang akan hilang dengan sendirinya
Jerawat saat hamil adalah hal yang normal

Jerawat memang biasa terjadi saat kehamilan. Bahkan, 1 dari 2 wanita yang hamil bisa mengalami kulit berjerawat. Dalam beberapa kasus, jerawat bisa sangat serius dan meradang.

Apa Penyebab Jerawat saat Hamil?

Pemicu jerawat saat hamil adalah peningkatan kadar hormon pada trimester awal. Peningkatan ini menghasilkan minyak alami kulit yang lebih banyak dan memicu munculnya jerawat.

Merawat kulit berjerawat saat Anda hamil bisa sedikit merepotkan. Secara umum, Anda harus menghindari obat-obatan yang dapat berdampak buruk bagi janin.

Mengatasi Jerawat saat Hamil

Jerawat saat hamil dapat dikatakan kondisi kulit yang alami. Biasanya, mereda dengan sendirinya saat kadar hormonal tubuh kembali normal.

Jadi, tindakan yang aman dilakukan adalah menghindari obat jerawat atau bahan kimia yang dijual bebas. Konsultasikan dengan dokter tentang obat jerawat atau tindakan yang tepat dan paling aman untuk kehamilan.

Perawatan Kulit Jerawat saat Hamil

Beberapa ahli merekomendasikan produk obat topikal yang mengandung erythromycin atau azelaic acidSelain itu, Anda bisa menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau asam glikolat.

Pemakaian obat-obatan di atas hanya akan diserap oleh kulit sebanyak 5%. Jadi, masih relatif aman dan tidak akan meningkatkan risiko bagi kehamilan. Tetapi, penting diingat agar Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai perawatan kulit berjerawat.

Jerawat saat hamil diyakini merupakan kondisi alami yang akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Oleh sebab itu, agar lebih aman bagi janin, tindakan yang terbaik adalah merawat kulit secara teratur untuk mencegah jerawat.

Berikut adalah beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat saat hamil yang bebas dari obat-obatan kimia:

Cara Mencegah Jerawat saat Hamil

  1. Mencuci wajah dengan sabun 2x sehari. Terutama setelah mengenakan makeup dan sebelum tidur. Pastikan untuk tidak mencuci wajah terlalu sering karena bisa menghilangkan kelembapan kulit dan membuat kulit kering.

  2. Gunakan produk sabun pembersih wajah yang berformula lembut, bebas minyak, bebas alkohol, dan nonabrasif pada kulit.

  3. Gunakan kain atau kapas yang lembut dan bersih untuk mengusap dan mengelap wajah.

  4. Setelah mencuci wajah, bilas kulit dengan air hangat. Lalu, tepuk-tepuk dengan lembut memakai lap/handuk bersih. Gunakan pelembap setelahnya untuk mengunci kelembaban kulit.

  5. Jangan membersihkan wajah terlalu sering karena akan merangsang produksi kelenjar minyak (sebum) dan memicu jerawat.

  6. Keramaslah dengan sampo secara teratur setiap hari. Tetapi, jika Anda memiliki jenis kulit kepala berminyak, hal ini juga bisa menyebabkan kulit wajah timbul jerawat.

  7. Hindari menerapkan minyak rambut atau pomade di dekat area dahi atau telinga.

  8. Gantilah sarung bantal dan sprei secara rutin untuk menghindari wajah terkontaminasi debu dan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit.

  9. Jangan menempelkan ponsel ke wajah Anda, gunakan earphone atau loud speaker.

Satu lagi, hindari godaan untuk memencet atau menekan jerawat. Hal ini justru akan membuat jerawat membekas secara permanen.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/acne-during-pregnancy-treatments-causes

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed