Jerawat Nodul: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatan


Jerawat nodul adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, berukuran besar, disertai peradangan dan menimbulkan rasa nyeri. Bagaimana cara mengatasinya?

(0)
Jerawat nodul adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulitJerawat nodul biasanya disertai peradangan menimbulkan rasa nyeri
Jerawat nodul adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, berukuran besar, disertai peradangan dan menimbulkan rasa nyeri. Tak heran bila kemunculan jerawat nodul dapat mengganggu penampilan. Apa penyebab jerawat nodul dan bagaimana cara mengobatinya?

Apa ciri-ciri jerawat nodul?

Jerawat nodul adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit
Jerawat nodul biasanya berwarna kemerahan dan tidak berisi nanah
Untuk membedakan jerawat nodul dengan jerawat biasa atau jerawat meradang lainnya, ada beberapa tanda atau ciri-ciri yang bisa Anda kenali sebagai berikut.
  • Muncul benjolan kecil di bawah permukaan kulit.
  • Jerawat berwarna kemerahan seiring dengan kondisi peradangan yang terjadi.
  • Terasa nyeri dan keras saat disentuh.
  • Tidak memiliki “puncak kepala” berisi nanah.
  • Tidak dapat diobati dengan obat jerawat tanpa resep dokter.
  • Jerawat dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Umumnya, jerawat nodul berukuran lebih besar dan dapat menginfeksi lapisan kulit paling dalam.Selain di wajah, jerawat nodul dapat muncul di punggung dan badan.

Apa penyebab jerawat nodul?

Sama seperti penyebab jerawat pada umumnya, jerawat nodul dapat disebabkan oleh penyumbatan pori-pori kulit yang disertai dengan penumpukan sel kulit mati dan produksi minyak berlebih.Penyumbatan pori-pori tersebut yang membuat bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes berkembang biak bersamaan dengan penumpukan sebum dan sel kulit mati sehingga menimbulkan infeksi.Akan tetapi, pada jerawat nodul, infeksi terjadi di bawah permukaan kulit yang menyebabkan pori-pori kulit memerah dan membengkak.Mengingat jerawat nodul menginfeksi lapisan kulit paling dalam, jerawat nodul tergolong sebagai jerawat meradang yang parah.Kendati demikian, ada berbagai faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami jerawat nodul, yaitu:

1. Perubahan hormon

Salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami jerawat nodul adalah perubahan hormon.Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan kadar hormon androgen yang menyebabkan produksi minyak alami pada kulit jadi berlebih.Produksi minyak berlebih pada kulit inilah yang menjadi lingkungan tepat dan nyaman bagi tumbuhnya jerawat.

2. Faktor genetik

Faktor genetik juga berperan penting terhadap pertumbuhan jerawat nodul.Jika orangtua atau ada anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat nodul, maka kemungkinan besar Anda akan mengalami kondisi serupa.

Siapa saja yang dapat mengalami jerawat nodul?

Pada dasarnya, siapa saja dapat mengalami jerawat nodul.Namun, jenis jerawat ini lebih sering terjadi pada remaja laki-laki dan laki-laki dewasa.Meski demikian, wanita dewasa juga dapat mengalami jerawat nodul, terutama sebelum siklus menstruasi tiba.

Apa perbedaan jerawat nodul dan jerawat kistik atau jerawat batu?

Jerawat nodul berbeda dengan jerawat biasa
Perbedaan jerawat nodul dan jerawat batu dilihat dari ada tidaknya puncak kepala berisi nanah
Jerawat nodul dan jerawat kistik atau jerawat batu adalah dua jenis jerawat meradang yang tergolong parah.Tak ayal jika beberapa dari Anda mungkin sulit menemukan perbedaan jerawat nodul dan jerawat kistik.Perbedaan jerawat nodul dan jerawat kistik dapat dilihat dari bentuknya.Jerawat kistik atau jerawat batu adalah jenis jerawat yang menginfeksi lapisan kulit paling dalam, berukuran besar serta memerah akibat peradangan yang terjadi.Pada jerawat kistik, terdapat puncak kepala berisi nanah sehingga lebih lembut dibandingkan jerawat nodul.Sementara, jerawat nodul tidak memiliki puncak kepala berisi nanah dan cenderung lebih keras dan membuat area kulit yang terdapat jerawat menjadi kencang.

Bagaimana cara menghilangkan jerawat nodul yang tepat?

Jerawat nodul tidak bisa diobati dengan obat jerawat di apotek
Obat jerawat nodul dari dokter berupa antibiotik dan isotretinoin
Umumnya, jerawat nodul tidak dapat diobati secara efektif dengan pengobatan jerawat tanpa resep dokter.Ini karena obat jerawat di apotek atau tanpa resep dokter biasanya mengandung asam salisilat dan benzoil peroksida.Keduanya hanya bertujuan untuk mengurangi produksi sebum berlebih dan membersihkan penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.Maka dari itu, pengobatan jerawat nodul sebaiknya harus sesuai dengan resep dokter.Jadi, alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan cara menghilangkan jerawat nodul yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.Adapun beberapa cara menghilangkan jerawat nodul yang biasanya diresepkan dokter adalah sebagai berikut.

1. Antibiotik

Salah satu cara menghilangkan jerawat nodul yang diresepkan oleh dokter adalah antibiotik.Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik sebagai obat jerawat nodul berbentuk oral guna membunuh bakteri penyebab jerawat sehingga mencegah kemunculan jerawat di kemudian hari.Selain itu, penggunaan antibiotik juga dapat mengurangi rasa nyeri atau peradangan yang ditimbulkan akibat jerawat nodul.Meski demikian, penggunaan antibiotik hanya dapat digunakan dalam jangka pendek agar tidak menyebabkan resistensi antibiotik. Pengobatan antibiotik untuk jerawat meradang umumnya berjalan 7-10 hari.

2. Isotretinoin

Cara menghilangkan jerawat nodul yang biasanya diresepkan dokter berikutnya adalah isotretinoin.Isotretinoin adalah obat jerawat nodul yang penggunaannya cenderung kuat dan efektif untuk mengobati jerawat parah.Kendati demikian, penggunaan isotretinoin harus dengan resep dokter karena dapat menimbulkan efek samping, seperti:
  • Kulit, bibir, mata, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Kulit jadi sensitif terhadap paparan sinar matahari.
  • Sakit kepala yang disertai nyeri badan.
Perempuan yang sedang hamil atau berencana untuk hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi isotretinoin.Pasalnya, penggunaan isotretinoin dapat membahayakan kondisi janin dalam kandungan.

3. Pil KB

Bagi perempuan yang memiliki jerawat nodul akibat perubahan hormon, penggunaan pil KB dapat menjadi pilihan cara menghilangkan jerawat nodul.Dokter mungkin meresepkan pil KB sebagai obat jerawat nodul untuk menekan aktivitas kelenjar sebasea agar tidak memproduksi sebum secara berlebihan.Namun, penggunaan pil KB pada jerawat nodul harus memerhatikan status hormonal.Selain itu, penting untuk mendiskusikan efek samping pil KB yang dapat muncul dengan dokter terlebih dahulu.

4. Obat oles jerawat

Selain konsumsi obat minum resep dokter, pengobatan jerawat nodul akan semakin maksimal dengan penggunaan krim atau salep jerawat yang dioleskan langsung ke kulit.Beberapa jenis obat oles jerawat, termasuk:
  • Krim antibiotik, untuk membunuh bakteri penyebab jerawat yang terjebak di bawah kulit.
  • Obat resep asam salisilat, untuk mengeringkan produksi minyak berlebih dan membersihkan sel-sel kulit mati.
  • Obat resep benzoil peroksida dengan dosis yang lebih kuat dibandingkan obat di apotek.
  • Retinoid, obat turunan dari vitamin A yang bertujuan untuk membuka penyumbatan pori-pori.

Apakah jerawat nodul dapat menimbulkan noda bekas jerawat?

Jerawat nodul dapat menimbulkan noda bekas jerawat.Hal ini bisa terjadi karena pengobatan jerawat nodul yang tidak tepat atau salah serta berusaha memecahkan jerawat sehingga menyebabkan peradangan lebih lanjut dengan cara merusak kulit di sekitarnya.Jika Anda sudah melakukan serangkaian pengobatan, kulit berjerawat yang meradang bisa berubah menjadi noda atau bintik hitamMenurut American Academy of Dermatology, noda hitam bekas jerawat membutuhkan waktu beberapa bulan, atau bertahun-tahun, untuk dapat hilang sepenuhnya.Bahkan, noda hitam bekas jerawat nodul bisa menjadi permanen atau tidak dapat hilang sama sekali.

Pengobatan rumahan sebagai cara menghilangkan jerawat nodul yang maksimal

Meski sedang melakukan cara menghilangkan jerawat nodul dari dokter, pengobatan rumahan untuk jerawat pun sebaiknya perlu diterapkan.Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan serta mencegah tumbuhnya jerawat di kemudian hari.Berikut adalah pengobatan rumahan sebagai cara menghilangkan jerawat nodul, seperti:
  • Membersihkan wajah dengan sabun cuci muka yang kandungannya lembut setiap dua kali sehari.
  • Selalu bersihkan riasan wajah atau make up sebelum tidur di malam hari.
  • Gunakan pelembap bebas minyak dan tidak rentan menyumbat pori-pori setelah cuci muka.
  • Oleskan sunscreen dengan SPF minimal 30 pada pagi hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
  • Hindari menyentuh atau memecahkan jerawat.
  • Selalu cuci tangan sebelum menyentuh area wajah.
  • Gunakan kompres es batu beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan.
Jerawat nodul adalah jenis jerawat meradang dan memerah yang keras dan terasa nyeri saat disentuh.Meski bisa mengganggu penampilan, Anda dapat melakukan berbagai cara mengatasi jerawat papula dengan langkah di atas.Bila kondisi jerawat nodul masih sulit ditangani, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit guna mendapatkan rekomendasi perawatan lebih lanjut.Anda pun dapat berkonsultasi langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya seputar cara mengobati jerawat meradang lebih lanjut.Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
jerawatpengobatan jerawatmasalah kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/nodular-acne#scarring
Diakses pada 21 Desember 2020
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/tips#symptoms
Diakses pada 21 Desember 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/nodular-acne-15817#citation-1
Diakses pada 21 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321815#skin-care
Diakses pada 21 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait