Mengenal Jerawat Hormon dan Obat untuk Menghilangkannya

(0)
11 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jerawat karena hormon salah satunya dapat terjadi di area dagu dan garis rahangJerawat karena hormon salah satunya dapat terjadi di area dagu dan garis rahang
Saat melewati usia pubertas, banyak remaja akan mengalami breakout dengan timbulnya jerawat. Jerawat ini dikenal sebagai jerawat hormon atau hormonal acne. Namun, tak hanya kelompok remaja yang bisa mengalami jerawat karena hormon tersebut. Wanita yang menjalani periode menstruasi atau menopause, berisiko pula untuk mengalami jerawat ini. Bagaimana cara mengatasinya?

Jerawat karena hormon, di mana munculnya?

Sesuai makna harfiahnya, jerawat karena hormon adalah jerawat yang dikaitkan dengan perubahan dan fluktuasi hormon di dalam tubuh. Fluktuasi hormon tersebut bisa terjadi saat seseorang mulai memasuki fase pubertas. Namun, individu di usia berapa pun tetap bisa mengalami jerawat hormon, terutama pada wanita yang sedang menstruasi atau memasuki fase menopause.
Remaja terkena jerawat hormon
Remaja yang memasuki fase pubertasi kerap mengalami jerawat karena hormon
Selama periode pubertas, jerawat hormon sering muncul di zona T, yakni hidung, dahi, dan dagu. Sementara itu, jerawat hormon pada orang dewasa bisa muncul di bagian bawah wajah, seperti pipi bawah dan sekitar garis rahang.
Jerawat karena hormon bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti komedo hitam (blackheads), komedo putih (whiteheads), hingga jerawat kistik (cystic acne). Hanya saja, pada kasus jerawat hormon, jerawat yang timbul umumnya berbentuk kistik.

Penyebab jerawat hormon yang patut dipahami

Jerawat hormon berisiko muncul akibat perubahan hormon karena kondisi berikut ini:Secara spesifik, fluktuasi hormon tersebut bisa memperparah jerawat yang ada di wajah karena meningkatkan kondisi-kondisi berikut ini:
  • Peradangan kulit
  • Produksi minyak di pori-pori
  • Penyumbatan pori-pori sel kulit di folikel rambut
  • Produksi bakteri penyebab jerawat yang disebut Propionibacterium acnes

Obat jerawat karena hormon yang bisa diresepkan dokter

Jerawat karena hormon cenderung muncul dalam bentuk yang parah, seperti kistik. Benjolan ini terbentuk di bawah lapisan kulit yang umumnya sulit dicapai oleh krim atau salep oles. Pada kasus jerawat hormon yang berat ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengonsumsi obat oral.

1. Kontrasepsi oral

Ya, kontrasepsi oral dapat membantu menangani jerawat karena hormon. Jenis kontrasepsi oral yang diresepkan dokter untuk jerawat umumnya mengandung ethinylestradiol, yang dikombinasikan dengan salah satu obat berikut:Kombinasi obat kontrasepsi di atas bekerja dengan menargetkan hormon pemicu jerawat. Hanya saja, penting untuk diingat bahwa dokter mungkin tidak meresepkan obat ini jika Anda memiliki riwayat pembekuan darah, tekanan darah tinggi, atau kanker payudara. Wanita perokok juga tidak bisa mengonsumsi kontrasepsi oral.

2. Antiandrogen

Obat antiandrogen bekerja dengan menurunkan hormon androgen pria. Umumnya, pria dan wanita memiliki hormon androgen pada level yang seimbang. Apabila kadar hormon ini berlebih di tubuh, jerawat akan muncul dengan meningkatkan produksi minyak dan mengganggu folikel rambut. Folikel rambut sendiri berperan dalam mengendalikan sel-sel kulit.Tak disangka, salah satu obat yang memiliki efek antiandrogen adalah spironolactone. Obat ini dapat mencegah produksi androgen berlebih dan menstabilkan kadar hormon tersebut. Sebagai informasi, spironolactone utamanya digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.

3. Retinoid

Retinoid merupakan turunan vitamin A. Apabila jerawat yang muncul bersifat ringan, retinoid topikal mungkin bisa digunakan. Namun, pada kasus yang berat, retinoid dengan konsentrasi tinggi mungkin akan diresepkan dokter. Retinoid dengan konsentrasi lebih kuat dilaporkan sangat efektif untuk mengatasi jerawat hormon.Apabila Anda menggunakan retinoid dalam bentuk oles, pastikan tabir surya selalu teraplikasi dengan baik. Sebab, turunan vitamin A ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

Apakah pola makan memengaruhi jerawat hormon?

Belum jelas sebenarnya kaitan antara pola makan dengan jerawat hormon. Namun, beberapa makanan dipercaya membantu mencegah jerawat, terutama makanan yang memiliki efek anti peradangan.Makanan tersebut termasuk sayuran dan buah yang memiliki molekul antioksidan, dan dipercaya membantu mengurangi peradangan serta merangsang wajah lebih bersih. Nutrisi lain, seperti asam lemak omega-3, juga berpotensi untuk mengurangi peradangan pada kulit.

Bagaimana dengan makanan pemicu jerawat?

Sebenarnya, makanan seperti junk food belum terbukti dapat memicu jerawat. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi makanan ini dapat meningkatkan peradangan.
junk food
Junk food berisiko menimbulkan peradangan di tubuh
Beberapa makanan lain mungkin juga perlu dibatasi untuk mengatasi dan mencegah jerawat, seperti:
  • Gula
  • Produk susu
  • Karbohidrat olahan, seperti pasta dan roti putih
  • Daging merah
  • Makanan olahan

Merawat wajah yang mengalami jerawat hormon

Selain dengan obat-obatan dokter di atas, Anda juga perlu merawat wajah dengan tips berikut ini:
  • Mencuci muka hanya dua kali, yakni di pagi dan malam hari.
  • Oleskan produk antijerawat tidak lebih dari jumlah seukuran kacang polong. Mengoleskan terlalu banyak dapat mengeringkan kulit dan meningkatkan risiko iritasi.
  • Aplikasikan tabir surya setiap hari.
  • Gunakan hanya produk non-komedogenik untuk mengurangi risiko pori-pori tersumbat.

Catatan dari SehatQ

Jerawat hormon dapat diatasi dengan beberapa obat dari dokter di atas. Karena makanan tertentu diyakini meningkatkan risiko peradangan, Anda juga perlu menjaga pola makan tetap sehat. Tak lupa, terapkan ritual merawat kulit dengan bersih namun tidak berlebihan.
jerawatpengobatan jerawatkesehatan kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/hormonal-acne
Diakses pada 28 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/hormonal-acne-diet
Diakses pada 28 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325971
Diakses pada 28 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait