Kenali Jerawat di Kelamin agar Tak Salah Pengobatan

(0)
18 Jun 2020|Lenny Tan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jerawat di kelamin bisa muncul dengan beragam gejalaGejala jerawat di kelamin perlu dikenali dengan saksama
Selain pada wajah, jerawat di kelamin pun bisa terjadi. Gangguan kulit ini sejatinya dapat tumbuh di area tubuh manapun selama bagian tersebut memiliki pori-pori.Jerawat pada kelamin bisa saja terasa gatal dan perih, sehingga mengganggu kenyamanan Anda. Meski biasanya tidak membahayakan, jerawat ini tetap perlu diwaspadai.Pasalnya, ada sebagian jerawat di genital yang menjadi gejala dari penyakit menular seksual (PMS) tertentu. Jadi Anda harus lebih mencermati ciri-cirinya.

Cara mengenali jerawat di kelamin

Anda bisa saja mengalami kesulitan untuk membedakan jerawat dengan gangguan kelamin lain, seperti infeksi HPV. Hal ini terjadi karena gejalanya yang mirip. Karena itu, Anda perlu mencermati karakteristik benjolan yang muncul.Jerawat di kelamin dapat ditandai dengan beberapa ciri berikut:
  • Benjolan tampak merah.
  • Jumlah benjolan bisa satu atau lebih (muncul secara berkelompok).
  • Benjolan terkadang terasa gatal.
  • Benjolan terasa padat ketika diraba, dan hanya sakit saat dipencet atau terjadi gesekan (misalnya tergesek celana dalam).
  • Jika pecah, jerawat akan mengeluarkan cairan berupa darah dan nanah.
  • Benjolan biasanya lebih cepat hilang dan tidak meninggalkan bekas luka. Bila ada pun, bekas lukanya cuma berukuran kecil.
Bila mengalami benjolan dengan ciri-ciri di atas dan keluhan hilang dalam waktu seminggu, Anda tidak perlu panik. Namun jika jerawat tidak kunjung sembuh dalam satu minggu dan Anda aktif secara seksual, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Seperti apa ciri-ciri jerawat di kelamin yang perlu diwaspadai?

Anda perlu segera memeriksakan kesehatan ke dokter apabila mengalami benjolan dengan kondisi-kondisi berikut:
  • Tidak kunjung hilang meski sudah seminggu.
  • Mengeluarkan cairan bening ketika pecah.
  • Berubah menjadi luka-luka kecil.
  • Berwarna mirip kulit dengan permukaan yang tidak rata (seperti permukaan kembang kol).
  • Mirip luka melepuh.
  • Terasa lebih lembek dari jerawat ketika disentuh.
  • Megeluarkan nanah.
  • Disertai ruam.
  • Berukuran cukup besar dan terasa nyeri.
  • Mengeluarkan bau tidak sedap.
Gejala-gejala tersebut bisa menandakan gangguan kesehatan yang lebih serius. Mulai dari kutil kelamin, herpes genitalis, hingga penyakit menular seksual lainnya.Oleh sebab itu, jangan menunda pemeriksaan kesehatan ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dengan pasti.

Penyebab di balik jerawat pada kelamin

Penyebab jerawat di kelamin tidak selalu diketahui dengan jelas. Namun tersumbatnya pori-pori merupakan pemicu yang umum, sama seperti jerawat pada bagian tubuh lain.Jerawat bisa muncul saat sel-sel kulit mati, minyak, dan kotoran menyumbat pori-pori kulit atau folikel rambut. Bakteri kemudian berkembang biak dalam pori-pori yang tersumbat dan menyebabkan peradangan.Selain itu, terdapat sejumlah kondisi umum lain yang bisa menjadi penyebab kemunculan benjolan menyerupai jerawat di kelamin. Beberapa di antaranya meliputi:Harap diingat pula bahwa jerawat karena kondisi-kondisi tersebut tidak menular, berbeda dengan benjolan akibat penyakit menular seksual.

Bagaimana cara mengatasi jerawat di kelamin?

Apabila bukan disebabkan oleh penyakit menular seksual atau gangguan medis lain, jerawat pada kelamin umumnya bisa hilang sendiri. Tapi Anda tidak boleh memencet jerawat ini karena justru bisa menyebabkan infeksi.Untuk mengatasi jerawat di genital, Anda dapat dapat melakukan beberapa langkah sederhana di bawah ini:
  • Menempelkan kompres air hangat

Anda bisa membasahi handuk atau kain berbahan lembut dengan air hangat, lalu mempelkannya pada jerawat selama 20 menit. Ulangi langkah ini sekitar empat kali dalam sehari hingga jerawat kempes.
  • Memakai sabun antibakteri

Sabun antibakteri dapat membantu Anda untuk membersihkan area yang ditumbuhi jerawat. Tapi pastikan Anda memilih sabun dengan kandungan kimia yang ringan supaya tidak menambah iritasi.
  • Mengganti celana dalam lebih sering

Mengganti celana dalam sebanyak 2-3 kali sehari dapat menjaga kebersihan kelamin sekaligus mengurangi kelembapan. PIlihlah bahan celana dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
  • Mengoleskan castor oil

Castor oil termasuk minyak esensial yang memiliki efek antibakteri alami dan bisa digunakan untuk infeksi seperti jerawat.
  • Mengoleskan tea tree oil

Tea tree oil juga berfungsi membersihkan minyak pada jerawat.Namun perlu diingat bahwa sebelum memakai minyak esensial (seperti castor oil dan tea tree oil) untuk jerawat di kelamin, pastikan dulu bahwa Anda tidak memiliki alergi terhadap bahan-bahan tersebut. Minyak esensial juga tidak boleh dioleskan pada luka terbuka karena malah akan memicu infeksi.Sebelum memakainya untuk jerawat di kelamin, Anda bisa mencoba mengoleskan sedikit minyak esensial tersebut ke lengan bawah sebelah dalam. Jika tidak ada reaksi apa-apa selama 24-48 jam, berarti minyak esensial aman untuk Anda gunakan.

Cara mencegah jerawat di kelamin

Setelah jerawat sembuh, Anda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana di bawah ini untuk menghindari kambuhnya jerawat di area genital:
  • Menjaga kebersihan alat kelamin dan area di sekitarnya

Basuhlah area kelamin dengan air hangat dan sabun berbahan kimia ringan yang tidak mengandung parfum atau pewangi.
  • Menghindari faktor pemicu jerawat

Perhatikan agar tidak terjadi kontak antara alat kelamin dengan zat-zat yang berisiko mengiritasi kulit dan memicu jerawat. Misalnya, sabun yang mengandung parfum, bahan pakaian tertentu (seperti lateks), serta deterjen dan pewangi bahu dengan kandungan kimia yang terlalu keras.
  • Mengenakan pakaian yang tidak ketat

Langkah ini bisa Anda awali dengan memilih celana dalam yang pas dan tidak terlalu ketat. Dengan ini, kulit di sekitar kemaluan tidak pengap dan lembap karena kedua kondisi ini dapat memicu pertumbuhan bakteri.Anda juga bisa memilih bahan celana dalam yang lembut dan menyerap keringat, seperti katun.
  • Rajin mengganti celana dalam

Gantilah celana dalam Anda secara rutin, misalnya tiap habis mandi. Anda juga perlu melakukannya ketika banyak berkeringat. seperti setelah berolahraga.Ingatlah bahwa langkah-langkah pencegahan tersebut hanya berlaku untuk jerawat di genital yang tidak disebabkan oleh penyakit menular seksual. Jika tidak yakin dengan penyebab benjolan yang Anda alami, hubungi dokter agar bisa diketahui dengan pasti.Selama menunggu jadwal dan hasil pemeriksaan, Anda disarankan untuk berhenti berhubungan seksual terlebih dulu. Dengan ini, risiko penularan bisa dibendung jika jerawat di kelamin Anda ternyata termasuk ciri-ciri infeksi menular seksual.

Catatan dari SehatQ

Dengan mencermati gejala jerawat di kelamin, Anda bisa lebih waspada. Jangan sampai Anda salah mengenali jerawat dengan tanda-tanda dari penyakit lain.Bila jerawat terasa menganggu dan tidak kunjung sembuh, konsultasikanlah ke dokter. Dengan ini, Anda akan memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
jerawatpenyakit kelaminpenyakit menular seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/genital-pimples-vs-herpes
Diakses pada 18 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pimple-on-penis
Diakses pada 18 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322679
Diakses pada 18 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317810.php
Diakses pada 18 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait