Jerawat di Hidung, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Selain sakit, jerawat di hidung bisa saja mengganggu penampilan
Mengobati jerawat di hidung bukanlah dengan cara memencetnya

Selain muncul di area wajah dan punggung, jerawat juga bisa muncul di hidung. Meski letaknya tidak terlihat seperti area wajah lainnya, jerawat di hidung bagian dalam tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya jerawat di hidung dan bagaimanakah cara mengatasinya?

Ketahui penyebab munculnya jerawat di hidung ini

Meski umumnya muncul di atas permukaan kulit wajah, jerawat di hidung bagian dalam juga dapat terjadi. Jerawat di hidung bisa disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih atau sel-sel kulit mati di dalam hidung.

Kondisi tersebut cenderung berisiko tinggi untuk terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah maupun penderita diabetes. Pasalnya, kedua kelompok orang ini lebih rentan mengalami infeksi pada kulit.

Bakteri kemudian menjadi lebih mudah berkembang biak pada pori-pori kulit tersumbat, menyebabkan kemerahan, iritasi, dan peradangan. Inilah yang akhirnya menimbulkan jerawat yang meradang dan terasa sakit, termasuk di bagian dalam hidung.

Selain itu, jerawat di hidung juga bisa jadi merupakan adanya infeksi ringan di dalam hidung. Infeksi yang mungkin terjadi ketika Anda mengalami jerawat di hidung meliputi:

  1. Vestibulitis nasal

Vestibulitis nasal dikenal pula dengan folikulitis. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan merah atau berwarna putih yang meradang di bagian dalam lubang hidung.

Penyebab folikulitis yang utama adalah bakteri Staphylococcus (staph). Beberapa kebiasaan tertentu dapat menyebabkan kondisi ini, seperti mengupil terlalu dalam atau membuang ingus terlalu sering.

  1. Bisul di dalam hidung dan selulitis

Bisul di dalam hidung yang parah dapat menyebabkan selulitis, yakni infeksi kulit yang menyebar dengan cepat dan dapat masuk ke aliran darah Anda. Hal ini mengakibatkan kulit membentuk lesung, bengkak, dan meradang.

Pada beberapa kasus yang sangat parah dan tidak mendapatkan penanganan, selulitis bahkan bisa berakibat fatal dan memicu kematian.

  1. Rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair)

Rambut yang tumbuh ke dalam dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk di hidung. Ini dapat timbul akibat kebiasaan menghilangkan bulu hidung dengan cara mencabutnya, misalnya dengan waxing atau menggunakan pinset.

  1. Trombosis sinus kavernosus

Sinus kavernosus adalah pembuluh darah besar yang terdapat di dasar tengkorak. Ketika terinfeksi, bisul atau jerawat di hidung bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk di vena dan menghambat aliran darah ke otak, trombosis sinus kavernosus pun dapat muncul. Meski jarang terjadi, kondisi ini termasuk membahayakan jiwa.

Begini cara mengobati jerawat di hidung

Sebagian besar jerawat di hidung dapat diobati. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memeriksakan jerawat di hidung ke dokter kulit agar penanganannya lebih efektif.

Berikut adalah beberapa cara mengobati jerawat di hidung yang bisa dianjurkan oleh dokter:

1. Mengoleskan salep

Salep oles yang mengandung antiseptik atau retinoid dapat mengobati jerawat di hidung. Dokter akan meresepkan obat jerawat oles yang sesuai dengan kondisi jerawat di hidung Anda.

2. Mengonsumsi obat minum

Anda mungkin memerlukan kombinasi obat topikal (oles) dan obat oral (minum) jika tergolong jerawat dengan level sedang atau berat. Hal ini bertujuan membantu dalam mencegah jerawat muncul kembali.

3. Kompres hidung dengan air hangat

Mengompres hidung dengan kapas atau kain dibasahi air hangat dapat membantu dalam meredakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat jerawat di hidung. Anda bisa menempelkan kompres selama 15-20 menit, sebanyak tiga kali sehari.

4. Minum obat pereda rasa nyeri

Jika jerawat di dalam hidung disebabkan oleh infeksi dan menyebabkan rasa nyeri, Anda dapat minum obat pereda nyeri. Obat ini bisa Anda beli sendiri di apotek maupun atas resep dokter.

Ibuprofen dan acetaminophen merupakan contoh obat oereda nyeri yang bisa Anda gunakan. Pastikan Anda mematuhi aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.

5. Menggunakan minyak esensial

Minyak esensial juga dapat meredakan nyeri akibat jerawat di hidung. Misalnya, tea tree oil, neem oil, cinnamon oil, atau rosemary oil.

Namun sebelum menggunakannya, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap minyak esensial tersebut. Anda juga sebaiknya memilih minyak esensial dengan kandungan yang tidak terlalu keras.

6. Menghindari kebiasaan menyentuh hidung

Hindari menyentuh bagian dalam hidung karena dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat hingga infeksi bakteri. Tak hanya itu, sering menyentuh jerawat di hidung juga dapat memecah jerawat dan meninggalkan bekas luka.

7. Jangan membuang ingus terlalu keras

Kebiasaan ini dapat menyebarkan infeksi dan memperparah rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat jerawat di hidung.

Bisakah jerawat di hidung dicegah?

Anda dapat mencegah munculnya jerawat di hidung dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Tidak sembarangan menyentuh hidung.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh wajah, termasuk bagian hidung.
  • Jangan membuang ingus terlalu keras.
  • Jangan mengupil terlalu dalam.
  • Berhati-hati saat mencukur bulu hidung. Selalu gunakan alat yang bersih, dan pastikan tangan Anda juga dalam keadaan bersih.
  • Hindari stres karena kondisi stres dapat menurunkan kekebalan tubuh dan memperlambat proses penyembuhan jerawat yang muncul.

Apabila Anda mengalami jerawat di hidung yang sangat mengganggu dan menyakitkan, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan jerawat yang sesuai dengan kondisi Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pimple-inside-nose#causes
Diakses pada 14 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323322.php
Diakses pada 14 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/acne-treatments-that-work
Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed