7 Jenis Yoga Terpopuler untuk Relaksasi dan Kesehatan

Ini 7 jenis yoga populer untuk kesehatan
Ada banyak jenis yoga populer yang dapat Anda coba untuk kesehatan

Di tengah popularitas olahraga yoga, bukan berarti memalukan jika ada yang belum tahu apa saja jenis yoga yang begitu banyak itu. Jutaan pecinta yoga di luar sana memilih jenis yoga sesuai preferensi mereka, tak bisa disamaratakan. Jika ingin memulai, pilih yang paling sesuai dengan minat Anda.

Hal unik yang tidak ada di olahraga lain adalah dalam yoga, ada pose, meditasi, dan filosofi yang disertakan. Bahkan teknik pernapasan pun bisa berbeda demi membawa ketenangan diri saat melakukan sesi yoga.

Jenis yoga

Beberapa jenis yoga yang paling populer di antaranya:

1. Hatha yoga

Hatha yoga adalah fondasi dari seluruh jenis yoga yang memadukan asana (pose), pranayama (pernapasan), dan meditasi. Umumnya, kelas hatha yoga berlangsung dengan alur tidak terlalu cepat sehingga membuat peserta yoga merasa rileks.

Hatha yoga bisa menjadi alternatif bagi yang baru mulai mencoba yoga atau bagi mereka yang ingin latihan bersifat meditatif. Hatha yoga tersedia di penjuru dunia, namun jika ingin lebih yakin tak ada salahnya bertanya kepada instruktur bagaimana definisi kelas mereka.

2. Vinyasa yoga

Jenis yoga yang tak kalah populer adalah vinyasa. Dalam beberapa kelas yoga, “vinyasa” adalah kesatuan dari 4 pose (plank, chaturanga, upward-facing dog, downward-facing dog) yang dilakukan dengan gerakan tubuh mengalir.

Fokus dari vinyasa yoga adalah melakukan pose-pose dalam yoga dengan pernapasan yang sesuai. Antara satu pose dan lainnya harus mengalir sehingga jangan kaget jika gerakan-gerakannya menjadi cepat. Jika sudah terbiasa, setiap gerakan akan berjalan selaras dengan bagaimana seseorang bernapas

Vinyasa adalah jenis yoga yang tepat bagi yang sudah terbiasa dan menyukai perpaduan yoga dan workout.

3. Iyengar yoga

Seperti namanya, iyengar yoga pertama kali diperkenalkan oleh B. K. S. Iyengar. Jenis yoga yang satu ini banyak melibatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan tubuh dengan melakukan pose berpostur tepat. Jadi, biasanya studio yang menyediakan kelas iyengar yoga akan menyediakan banyak peralatan seperti selimut, block, tali, dan lainnya.

Pose-pose dalam iyengar yoga biasanya harus ditahan selama beberapa menit. Namun bagi yang belum fleksibel dan terbiasa dengan yoga, instruktur akan membantu dengan peralatan yang tersedia. Iyengar yoga bisa jadi pilihan bagi yang sedang dalam proses pemulihan cedera.

4. Bikram yoga

Bikram yoga dilakukan di ruangan bertemperatur 40 derajat Celsius, dengan 26 pose. Itulah sebabnya wajar jika peserta bikram yoga dapat merasa kelelahan di tengah sesi kelas. Berkeringat? Itu pasti karena temperatur ruangan yang tinggi dan pose-pose yang harus dilakukan.

Ada kontroversi seputar bikram yoga. Di satu sisi orang menganggapnya berlebihan hingga membuat peserta tak bisa mendengarkan sinyal tubuhnya sendiri. Di sisi lain, bikram yoga dianggap jenis yoga efektif untuk membakar kalori dan menjawab tantangan diri.

5. Hot yoga

Meskipun namanya hot yoga, namun jenis yoga ini berbeda dengan bikram yoga. Biasanya, hot yoga adalah kelas yoga vinyasa yang dilakukan dalam ruangan bertemperatur tinggi. Pesertanya akan berkeringat dan otot pun dituntut benar-benar fleksibel.

6. Ashtanga yoga

Adalah Sri K. Pattabhi Jois yang pertama kali memperkenalkan ashtanga yoga pada dunia. Dalam ashtanga yoga, ada tiga seri berbeda: primary, intermediate, dan advanced. Setiap seri berisi pose-pose yang sudah ditentukan dan memerlukan kekuatan, daya tahan, serta komitmen.

7. Yin yoga

Popularitas yin yoga semakin meningkat beberapa tahun belakangan ini. Berbeda dengan vinyasa yoga yang menuntut gerakan mengalir dan cepat, yin yoga berisi pose yang mengharuskan seseorang diam dalam satu pose selama 3-5 menit. Semua posenya bersifat yin, artinya tidak berlawanan dengan posisi normal tubuh.

Yin yoga biasanya dilakukan dengan bantuan properti seperti bantal, selimut, block, tali, dan lainnya. Sepanjang kelas bisa diiringi musik yang menenangkan dan membuat pesertanya merasa benar-benar rileks bagai terlahir kembali.

Catatan dari SehatQ

Selalu ingat ketika melakukan yoga, “no such thing as being good at yoga”. Yoga bukan olahraga yang bisa dibandingkan kecakapannya antara satu orang dan lainnya seperti olahraga lain.

Yoga bersifat personal, yaitu bagaimana seseorang melakukan pose dan mendengarkan tubuhnya saat berada di pose itu. Tidak ada kewajiban melakukan pose dengan posisi sama persis seperti instruktur, karena tubuh setiap orang itu unik.

Lewat yoga pula seseorang bisa mendengar tubuhnya, melatih fokus pernapasan pada otot yang tengah digunakan, hingga bermeditasi untuk relaksasi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercises/types-of-yoga#7

Diakses 25 April 2020

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/types-of-yoga-cheat-sheet-3566894

Diakses 25 April 2020

Yoga Journal. https://www.yogajournal.com/practice/not-all-yoga-is-created-equal

Diakses 25 April 2020

Artikel Terkait