logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Kenali Jenis Vaksin Pneumonia agar Tak Salah Imunisasi

open-summary

Vaksin pneumonia akan melindungi Anda dari sejumlah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun harap diingat bahwa jenis vaksin ini berbeda untuk bayi dan dewasa.


close-summary

3.67

(3)

4 Mei 2020

| Armita Rahardini

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Vaksin pneumonia akan diberikan lewat suntikan

Vaksin pneumonia diberikan melalui suntikan

Table of Content

  • Apa itu vaksin pneumonia?
  • Siapa yang sebaiknya mendapat vaksin pneumonia?
  • Jenis-jenis vaksin pneumonia
  • Seperti apa kinerja vaksin pneumonia?
  • Kapan vaksin pneumonia diberikan?
  • Efek samping vaksin pneumonia

Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini bisa sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Kabar baiknya, vaksin pneumonia sudah ditemukan dan dapat diberikan pada anak-anak maupun orang dewasa agar risiko untuk mengalami penyakit ini dapat diminimalisir.

Advertisement

Ketahui lebih lanjut mengenai vaksin untuk pneumonia berikut ini.

Apa itu vaksin pneumonia?

Vaksin pneumonia adalah vaksin yang diciptakan dengan tujuan untuk melindungi penerima vaksin dari infeksi bakteri pneumokokus. Karena itu, vaksin ini juga sering disebut vaksin pneumokokus.

Infeksi pneumokokus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Umumnya, penyakit ini menyebabkan:

  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Bakteremia atau infeksi pada aliran darah
  • Septicaemia atau keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah banyak
  • Meningitis atau radang selaput otak

Komplikasi terburuk yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut meliputi kecacatan, kerusakan otak, hingga kematian. Inilah mengapa vaksin pneumonia sangat penting didapatkan untuk mencegah infeksi akibat bateri pneumokokus.

Siapa yang sebaiknya mendapat vaksin pneumonia?

Infeksi pneumokokus bisa menyerang siapa saja. Tetapi ada kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi ini dan berpotensi mengalami komplikasi yang lebih berat bila mengalaminya.

Kelompok orang yang berisiko lebih tinggi tersebut disarankan untuk mendapat vaksin pneumokokus. Mereka adalah:

  • Bayi
  • Lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun
  • Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki masalah kesehatan kronis, misalnya penyakit jantung atau gangguan ginjal

Bahkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit pneumonia tergolong sebagai penyebab utama kematian anak berusia lima tahun ke bawah (balita) di Indonesia. IDAI mengungkapkan bahwa UNICEF mencatat terdapat sekitar 14 persen balita di Indonesia yang meninggal akibat pneumonia pada tahun 2015.

Dengan begitu, tidak berlebihan bila para balita di Indonesia dikatakan termasuk kelompok yang berisiko tinggi dan membutuhkan vaksin pneumonia.

Baca Juga

  • Vaksin Polio, Garda Terdepan Perlindungan Anak dari Penyakit Polio
  • Pneumonia pada Bayi Bisa Dikenali dengan Gejala-gejala Berikut
  • Rubella pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Cacat Lahir, Kenali Ciri-cirinya

Jenis-jenis vaksin pneumonia

Jenis vaksin pneumokokus ada dua, yakni pneumococcal conjugate vaccine (PCV) dan Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV). Jenis yang akan diberikan akan ditentukan dari usia dan kondisi kesehatan pasien.

1. Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) 

Vaksin PCV adalah jenis vaksin pneumonia yang biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah dua tahun. Vaksin ini mampu melindungi anak-anak dari 13 galur (strain) bakteri pneumokokus.

Di negara-negara yang mewajibkan vaksin PCV bagi anak-anak berusia di bawah dua tahun, angka kejadian infeksi pneumokokus pada anak menurun secara signifikan.

2. Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)

PPV adalah jenis vaksin yang diberikan pada orang berusia di atas 65 tahun. Tak hanya itu, vaksin ini juga disarankan untuk orang yang dianggap berisiko tinggi terkena infeksi dan komplikasi pneumokokus karena mengalami penyakit kronis.

Vaksin pneumonia jenis PPV dianggap efektif 50-70 persen dalam mencegah infeksi pneumokokus, dan mampu melindungi penerimanya dari 23 galus bakteri pneumokokus.

Anak-anak berusia di atas dua tahun yang belum pernah menerima vaksin pneumonia juga bisa menerima imunisasi PPV. Pasalnya, vaksin PPV kurang efektif jika diberikan pada anak di bawah dua tahun.

3. Haemophillus influenzae type B

Pneumonia juga bisa saja disebabkan oleh bakteri Haemophillus influenzae type B (Hib). Oleh sebab itu, Anda juga mungkin memerlukan vaksin jenis Hib sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, masih ada jenis-jenis vaksin lainnya yang cukup penting diberikan agar Anda terlindungi dari bahaya pneumonia, seperti:

Pasalnya, penyakit-penyakit tersebut memiliki keterkaitan dengan pneumonia. Campak, misalnya. Penyakit akibat infeksi virus ini salah satu komplikasinya adalah pneumonia. 

Seperti apa kinerja vaksin pneumonia?

Vaksin pneumonia jenis PCV dan PPV sama-sama berfungsi memicu tubuh penerima untuk memproduksi antibodi. Kedua vaksin ini berisi organisme yang tidak aktif atau sudah ‘dilemahkan’, sehingga tidak akan menimbulkan penyakit dan hanya akan memicu produksi antibodi.

Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Tujuannya adalah menetralkan atau mematikan organisme penyebab penyakit atau racun yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya dengan melindungi tubuh dari timbulnya penyakit ketika terkena serangan bakteri.

Kapan vaksin pneumonia diberikan?

Pemberian vaksin pneumonia bisa berbeda-beda pada setiap orang. Berikut idealnya pemberian vaksin untuk masing-masing kelompok usia:

  • Anak-anak usia di bawah 1 tahun: 3 dosis. Dosis pertama usia 2 bulan, dosis kedua usia 4 bulan, dosis ketiga usia 6 bulan. Dosis pengulangan diberikan lagi pada saat usia 12-15 bulan.
  • Orang dewasa: 2 Dosis. Dosis pertama adalah vaksin PCV. Dosis kedua vaksin PPV, diberikan 1 tahun setelah dosis pertama. 

Efek samping vaksin pneumonia

Reaksi dari sistem imun tubuh setelah menerima imunisasi berpotensi menimbulkan efek samping, termasuk vaksin pneumonia. Beberapa efek samping yang mungkin timbul meliputi:

  • Demam ringan, dengan suhu 37 sampai 38 derajat Celcius
  • Iritasi, kemerahan, dan bengkak pada lokasi penyuntikan vaksin
  • Khusus bayi dan anak-anak: rewel, sulit tidur, dan tidak nafsu makan

Di samping itu, reaksi alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin juga bisa terjadi, dengan tingkat keparahan ringan sampai berat.

Komplikasi paling berat adalah syok anafilaksis. Kondisi ini ditandai dengan saluran napas yang bengkak sehingga penderitanya sulit bernapas. Penderita harus segera dibawa ke ke rumah sakit.

Di Indonesia, vaksin pneumonia masih tergolong sebagai imunisasi pilihan. Vaksin ini belum tersedia secara gratis oleh pemerintah.

Jika Anda berminat untuk menerima vaksin pneumonia, Anda bisa mendapatkannya di klinik atau rumah sakit terdekat yang menyediakannya. Anda juga sebaiknya berkonsutasi dengan dokter untuk memastikan keamanannya terlebih dulu.

Punya pertanyaan seputar penanganan dan pencegahan pneumonia maupun penyakit lainnya? Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga!

Advertisement

vaksin lansiavaksin bayi dan anakpneumonia

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved