logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Ketahui Jenis Vaksin Kucing dan Manfaat untuk Hewan Peliharaan

open-summary

Jenis-jenis vaksin kucing yang perlu diberikan kepada hewan peliharaan Anda agar tetap sehat. Berikan vaksin pada waktu yang tepat dan minta bantuan dokter hewan tepercaya


close-summary

5 Apr 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Vaksin kucing

Bawa hewan peliharaan untuk mendapatkan vaksin

Table of Content

  • Manfaat dan efek samping vaksin kucing
  • Jenis-jenis vaksin kucing

Menyayangi kucing peliharaan Anda tidak cukup hanya dengan memberi makan atau melakukan grooming ke salon khusus hewan. Anda juga harus memastikan kesehatan hewan kesayanga Anda tersebutt dengan memberikan vaksin kucing yang akan melindunginya dari penyakit-penyakit menular dan berbahaya.

Advertisement

Berbagai jenis vaksin kucing dasar yang dapat Anda berikan diantaranya adalah, feline panleukopenia, feline herpes, feline calicivirus, dan rabies. Kemudian untuk vaksin tambahan, Anda juga bisa memberikan feline leukemia, bordetella, FIV, klamidia, FIP, dan dermatofitosis.

Anak kucing perlu mendapat vaksinasi ketika kucing berusia 6-8 minggu hingga umurnya mencapai 16 minggu, kemudian melakukan imunisasi lanjutan (booster) satu tahun kemudian. Vaksin anak kucing ini biasanya dilakukan berseri setiap 3-4 minggu sekali.

Pada kucing yang lebih tua, vaksinasi dapat dilakukan lebih jarang, yakni setiap 1-3 tahun sekali. Jika Anda tidak mengetahui usia kucing, misalnya ketika mengadopsi kucing yang terlantar jalanan, bawa kucing tersebut ke dokter hewan dan biarkan dokter yang menentukan vaksin yang ia perlukan.

Manfaat dan efek samping vaksin kucing

Pemberian vaksin untuk kucing bertujuan ‘melatih’ sistem imun kucing agar mengenali mikroorganisme berbahaya yang mungkin menyerangnya. Sama seperti imunisasi untuk manusia, vaksin kucing dapat mengaktifkan respons imun di dalam tubuh sehingga saat virus asli menyerang, kucing tidak akan mengalami sakit parah seperti kucing yang tidak pernah diimunisasi.

Meskipun demikian, setiap kucing menunjukkan respons yang berbeda terhadap keberhasilan vaksinasi. Ada pula efek samping yang mungkin dialami oleh hewan peliharaan Anda tersebut setelah disuntik vaksin kucing, seperti:

  • Reaksi alergi ringan, yaitu alergi yang ditandai dengan munculnya biduran, gatal, kemerahan, bengkak di sekitar mata, bibir, dan leher, serta peningkatan suhu tubuh.
  • Reaksi alergi berat, yaitu alergi yang ditandai dengan kesulitan bernapas, lemah, muntah, diare, gusi pucat, hingga pingsan.

Efek samping vaksinasi adalah insiden yang jarang terjadi. Namun jika kucing Anda memperlihatkan reaksi alergi di atas setelah menerima vaksin untuk kucing, periksakan ia ke dokter hewan.

Baca juga: Mengenal Penyebab Kucing Bersin dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis vaksin kucing

Vaksin untuk kucing digolongkan menjadi dua jenis, yakni vaksin dasar dan vaksin tambahan. Vaksin dasar adalah jenis vaksin yang harus diberikan ke semua kucing, termasuk kucing peliharaan yang tak pernah keluar rumah.

Sementara vaksin tambahan diberikan jika kucing Anda memiliki faktor risiko tertentu, misalnya faktor usia kucing, lingkungan tempat tinggal, dan interaksi dengan kucing lain. Pemberian vaksin tambahan ini sebaiknya dilakukan setelah Anda berdiskusi dengan dokter hewan yang kompeten.

Berikut jenis vaksin kucing yang perlu diberikan kepada hewan peliharaan Anda:

1. Feline panleukopenia (feline distemper)

Salah satu vaksin kucing dasar ini dibutuhkan untuk menangkal penyakit feline panleukopenia yang dapat menginfeksi kucing. Virus ini juga dikenal dengan istilah parvovirus kucing atau infeksi enteritis kucing yang dapat mengakibatkan gastroenteritis sehingga kucing Anda akan terkena sakit kronis hingga meninggal dunia.

2. Vaksin feline herpes dan feline calicivirus

Kedua jenis vaksin kucing ini selalu diberikan secara kombinasi untuk mencegah terjadinya infeksi pada saluran pernapasan atas atau dikenak dengan istilah flu kucing. Flu ini disebabkan oleh infeksi dua jenis virus, yakni feline herpes virus (FVH-1) dan feline calicivirus (FCV).

Kucing yang terkena virus ini memperlihatkan gejala, seperti bersin, pilek, mata merah, belekan, dan adanya luka di sekitar mulutnya. Pada kasus yang berat, virus ini bisa mengakibatkan pneumonia pada kucing. Tingkat keparahan penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

3. Vaksin rabies

Rabies merupakan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia serta dapat mengakibatkan koma hingga kematian. Anjing lebih dikenal sebagai penyebar penyakit ini, padahal gigitan maupun cakaran kucing yang dibarengi dengan masuknya virus rabies lewat luka tersebut juga dapat mengakibatkan timbulnya rabies pada manusia.

Oleh karena itu, beberapa negara atau daerah dengan populasi kucing yang banyak mewajibkan pemberian vaksin rabies pada kucing. Vaksinasi ini dapat mencegah munculnya penyakit rabies, termasuk pada manusia.

Di luar ketiga vaksin dasar tersebut, terdapat vaksin kucing tambahan yang hanya diberikan sesuai rekomendasi dokter, yaitu:

  • Feline leukemia, yakni penyakit serius akibat infeksi virus yang belum ada obatnya. Virus ini menyebar dari kucing ke kucing melalui kontak dengan air liur, feses, urine, dan susu yang dikonsumsi secara bersamaan.
  • Bordetella, vaksin untuk kucing yang bertujuan mencegah infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan atas. Bordetella dapat menyebabkan kucing bersin dan belekan.
  • FIV, vaksin untuk meminimalisir munculnya penyakit yang berhubungan dengan immunidefisiensi.
  • Klamidia, yakni infeksi bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing serta infeksi saluran pernapasan atas.
  • FIP, yakni vaksin untuk  mencegah mutasi virus corona pada kucing. Tidak seperti pada manusia, virus corona kucing relatif tidak berbahaya, hanya saja memang mudah menular dari kucing ke kucing.
  • Dermatofitosis, yakni infeksi jamur yang mengakibatkan kerontokan bulu serta peradangan kulit. Infeksi ini bisa menular ke manusia yang melakukan kontak langsung dengan area yang mengalami infeksi ini.

Harga vaksin kucing dapat berbeda-beda tergantung dari rumah sakit hewan ataupun dokter hewan yang Anda pilih. Setelah memberikan vaksin kucing yang direkomendasikan di atas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter hewan kembali mengenai jadwal pemberian booster atau imunisasi tambahan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Kutu Kucing Secara Efektif dan Mudah Dilakukan

Jadwal vaksin kucing

Kucing berusia 16-20 minggu sudah seharusnya mendapatkan vaksin lengkap. Anda sudah bisa memberikan vaksin kucing sejak berusia 6-8 minggu dengan rentang waktu setiap 3 atau 4 minggu sekali.

Setelah mendapatkan vaksin, pastikan kucing tidak berinteraksi dulu dengan kucing liar. Pasalnya, tubuh kucing akan lebih lemah dan rentan terhadap penyakit.

Untuk kucing liar yang tidak diketahui riwayat vaksinya, Anda perlu memberikan dua dosis vaksin pertama dengan jarak 3 sampai 4 minggu. Vaksin tersebut pun harus diberikan secara berulang setiap satu tahun sekali.

Selain pemberian vaksin, Anda sebagai pemilik kucing perlu menjaga kesehatan diri dan hewan peliharaan. Bersihkan tempat kotoran kucing secara berkala. Jangan lupa juga untuk memandikan kucing Anda secara rutin dengan sampo khusus.

Dengan begitu, Anda dan kucing peliharaan akan tetap sehat.

Advertisement

hewan peliharaanhewan peliharaan anak

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved