Jenis Vaksin Corona di Indonesia untuk Tekan Penyebaran Covid-19

(0)
20 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin corona Indonesia bisa dipenuhi jika uji klinis berjalan lancarVaksin corona Indonesia saat ini sedang dikembangkan untuk penuhi stok nasional
Saat ini vaksin masih menjadi harapan terbaik untuk hentikan pandemi akibat penyebaran Covid-19 yang kian meluas. Pengembangan vaksin corona di Indonesia sendiri hingga saat ini masih terus berlangsung dan ditargetkan bisa mulai digunakan sekitar awal tahun 2021.

Jenis vaksin corona yang akan dipakai di Indonesia

Ada beberapa perusahaan farmasi di Indonesia yang saat ini sudah bekerjasama dengan para produsen vaksin yang tersebar di seluruh dunia, yaitu Bio Farma dengan Sinovac, Kimia Farma dengan Sinopharm, dan Kalbe Farma dengan Genexine.Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenis dan skema vaksin corona yang akan digunakan Indonesia.

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac adalah salah satu jenis vaksin yang paling pertama masuk ke Indonesia, lewat kerjasama antara PT. Bio Farma dengan Sinovac Biotech, perusahaan farmasi asal China.Ini adalah tahapan pengembangan vaksin yang telah dilakukan oleh Sinovac.

• Uji klinis tahap 1 dan 2

Sinovac memulai pengembangan vaksin covid-19 tahap 1 dan 2 pada bulan Juni 2020 di negara asalnya dan menyertakan 743 relawan.Pada tahap awal ini, seluruh relawan tidak ada yang mengalami efek samping yang berat dan berhasil membangun kekebalan akan virus penyebab Covid-19, SARS-Cov-2.Lalu pada bulan Juli, vaksin corona dari Sinovac telah disetujui oleh pemerintah China untuk dipakai dalam kondisi darurat terbatas.Pada tanggal 16 September 2020, vaksin yang diberi nama CoronaVac ini sudah mendapatkan izin untuk melaksanakan uji klinis tahap pertama dan kedua pada anak-anak.

• Uji klinis tahap 3

Uji klinis tahap 3 pada vaksin produksi Sinovac, dimulai pada Juli di Brazil, lalu diikuti Turki dan Indonesia.Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, percobaan atau uji klinis tahap ketiga di Indonesia dimulai dari tanggal 10 Agustus 2020 dengan jumlah relawan sebanyak 1.620 orang.Uji klinis dilakukan pada orang dewasa sehat berusia 18-59 tahun yang belum pernah terpapar virus corona.Untuk melakukan penelitian ini, Sinovac dan Bio Farma berkerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, serta Badan Penelitan dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI.Hingga saat ini, uji coba untuk vaksin Sinovac di Indonesia masih berjalan lancar dan belum pernah dilaporkan adanya efek samping yang berbahaya.Jika berjalan sesuai rencana, maka pengujian vaksin ini akan selesai pada Januari 2021 dan bisa mulai diproduksi pada kuartal pertama tahun 2021.Kapasitas produksi maksimal dari vaksin corona di Indonesia sendiri mencapai 250 juta dosis.Baca Juga: Benarkah Herd Immunity Bisa Hentikan Pandemi Covid-19?

2. Vaksin Sinopharm

Selain dari Sinovac, Indonesia juga mendapatkan vaksin Covid-19 dari Sinopharm perusahaan farmasi asal China. Perusahaan farmasi asal Indonesia, Kimia Farma, akan bekerja sama dengan Group 42 (G42) asal Uni Emirat Arab untuk memastikan produksi vaksin tersebut.Dilansir dari laman Sekertariat Kabinet Republik Indonesia, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan bahwa jika uji klinis berjalan lancar, kerjasama Sinopharm dan G42 ini bisa menyediakan sekitar 10 juta dosis vaksin untuk Indonesia pada akhir 2020.Uji klinis ketiga untuk vaksin corona besutan Sinopharm ini tengah dilakukan kepada kurang lebih 22.000 sukarelawan dari 119 kebangsaan.

3. Vaksin Genexine

Perusahaan Kalbe Farma asal Indonesia juga sudah menjalin kerjasama dengan Genexine, pengembang vaksin corona asal Korea Selatan.Dilansir dari Antara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa uji klinis tahap 2 vaksin tersebut akan dilakukan pada bulan Oktober 2020 di Indonesia. Vaksin yang diberi nama GX 19 ini, juga sudah melalui uji klinis tahap pertama di Korea Selatan.

Penuhi kebutuhan vaksin corona, Indonesia ikut skema AMC Covax

Selain ketiga jenis vaksin di atas, Indonesia juga mengikuti skema Advance Market Commitment Covax atau AMCCovax, sebuah wadah yang dibangun dengan kerjasama WHO, Gavi, dan CEPI (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) untuk meratakan distribusi vaksin di seluruh dunia.Kala pandemi menyerang, maka semua negara pasti berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin bagi warganya. Pertarungan untuk mendapatkan vaksin ini, tentu bisa menjadi tidak adil kala negara miskin harus bersaing dengan negara yang memiliki sumber daya melimpah.Jika dibiarkan, akan terjadi ketimpangan distribusi vaksin corona dan perjalanan untuk menghentikan pandemi akan sulit dicapai.Maka dari itu, skema AMC Covax dibuat. Dengan adanya skema ini, dana yang dimiliki oleh berbagai negara, baik yang miskin maupun yang kaya, akan dikumpulkan menjadi satu untuk membiayai penelitian vaksin corona.Sehingga saat sudah tersedia, vaksin tersebut bisa langsung didistribusikan secara merata ke negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.Skema ini adalah alternatif lain selain menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan farmasi yang sedang mengembangkan vaksin corona.
Info lengkap seputar vaksin corona
• Stok Obat Selama Pandemi: Isi Kotak P3K yang Wajib Ada Selama Pandemi• Hamil Di Tengah Pandemi: Cara Menjaga Kehamilan dari Virus Corona• Klaster Keluarga: Ini yang Harus Dilakukan Jika Ada Orang Rumah yang Positif Corona

5 Kelompok prioritas penerima vaksin corona di Indonesia

Agar penyebaran Covid-19 bisa berhenti, maka idealnya seluruh penduduk Indonesia harus menerima vaksin. Namun, jika sekitar 80% penduduk berisiko tertular sudah divaksin, maka penghentian penyebaran bisa dikatakan optimal.Saat ini di Indonesia terdapat 5 kelompok prioritas penduduk untuk pemberian vaksin Covid-19, yaitu:
  • Pekerja garda terdepan seperti pegawai medis, paramedis, contact tracing, pelayan publik seperti aparat hukum dan TNI/Polri sebanyak 3,4 juta orang
  • Masyarakat (termasuk tokoh agama), perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5,6 juta orang
  • Seluruh tenaga pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan sederajat perguruan tinggi) sebanyak 4,3 juta orang
  • Aparatur pemerintah (pusat, daerah, legislatif) sebanyak 2,3 juta orang
  • Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86,6 juta orang
Jika dijumlahkan, maka penduduk kelompok prioritas ada lebih dari 102,4 juta orang.Selain itu, jumlah penduduk dan pelaku perekonomian lainnya yang tidak termasuk kelompok prioritas namun berisiko tertular mencapai 57,5 juta orang.Melihat angka di atas, maka Indonesia menargetkan untuk bisa memberikan vaksin corona kepada 160 juta warganya. Jika satu orang perlu diberi dua dosis vaksin, maka Indonesia butuh sekitar 320 juta dosis vaksin Covid-19.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selain dari tiga perusahaan dan skema AMC Covax yang tengah dijalani, tidak menutup kemungkinan Indonesia juga akan menambah kerjasama dengan pihak lain.Pembuatan vaksin dalam negeri yang dinamakan Vaksin Merah Putih juga tengah dijalankan. Apabila sukses, maka vaksin ini bisa menjadi salah satu jenis yang akan didistribusikan di seluruh wilayah Tanah Air.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vaksin corona atau Covid-19 secara keseluruhan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
Grand Design Road Map Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Direktorat Jendral P2P Kementerian Kesehatan RIKementerian Kesehatan RI. https://www.ina-registry.org/index.php?act=registry_trial_detail&code_trial=16202009080721WXFM0YX
Diakses pada 7 Oktober 2020
The New York Times. https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html
Diakses pada 7 Oktober 2020
Gavi. https://www.gavi.org/vaccineswork/covax-explained
Diakses pada 7 Oktober 2020
Kompas. https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/21/160000023/tak-hanya-di-indonesia-vaksin-corona-sinovac-juga-diuji-klinis-di?page=all
Diakses pada 7 Oktober 2020
Sekertariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/kepala-bpom-indonesia-miliki-dua-opsi-pengembangan-vaksin-covid-19/
Diakses pada 7 Oktober 2020
Antara. https://www.antaranews.com/berita/1740233/indonesia-akan-gelar-uji-klinis-ii-vaksin-covid-19-buatan-genexine
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait