9 Jenis Tes Kesuburan untuk Deteksi Peluang Pasangan Sukses Hamil


Tes kesuburan sebaiknya jadi prioritas jika setelah 1 tahun program hamil Anda tidak kunjung mendapat momongan. Tes tidak hanya bisa di rumah sakit, tapi bisa juga dengan alat tes kesuburan di rumah.

(0)
tes kesuburan pasangan di dokterpertimbangkan untuk jalani tes kesuburan jika Anda dan pasangan belum juga hamil setelah 1 tahun program
Mendapatkan tes kesuburan mungkin jadi prioritas utama yang perlu dipertimbangkan jika Anda akan menjalani program hamil. Cara cek kesuburan nyatanya tidak hanya bisa dilakukan di fasilitas kesehatan saja. Anda bisa cek sendiri masa subur wanita dan masa subur pria atau dengan menggunakan bantuan alat tes kesuburan di rumah.Lantas, apa saja cara pemeriksaan kesuburan untuk pria dan wanita, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya? Berikut ulasan selengkapnya.

Waktu paling tepat untuk tes kesuburan

Setiap orang yang telah aktif berhubungan seksual teratur tanpa KB haruslah mempertimbangkan cek kesuburan untuk dirinya dan pasangan jika tidak hamil dalam satu tahun setelah berhubungan seks tanpa KB.Meski begitu, banyak juga dari pasangan yang baru melakukan tes ini ketika sudah lama menikah dan belum kunjung dikaruniai momongan.Menurut American Society for Reproductive Medicine, sebagaimana dikutip dalam Fertility Women and Infants, infertilitas atau ketidaksuburan dapat sama-sama berpengaruh pada pria dan wanita dengan setara. Oleh karena itu, kedua pasangan perlu untuk menguji kesuburan mereka.Pemeriksaan kesuburan akan membantu mengidentifikasi penyebab kemandulan pasangan sehingga kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik agar bisa memiliki momongan.Jika seorang wanita telah berusia 35 tahun atau lebih, dia harus mempertimbangkan tes kesuburan setelah enam bulan mencoba untuk hamil.Adapun kondisi wanita yang disarankan untuk segera melakukan tes kesuburan adalah seperti berikut:
  • Mengalami masalah sistem reproduksi yang didiagnosis pada saluran tuba, ovarium atau rahim
  • Menstruasi tidak teratur dan lama serta deras (lebih dari 35 hari) atau tidak menstruasi sama sekali dalam kurun waktu tersebut.
  • Keguguran berulang
  • Riwayat penyakit radang panggul, nyeri panggul atau endometriosis
  • Melakukan hubungan seksual dengan pria yang dicurigai atau terindentifikasi infertilitasnya
Jika memiliki gejala tersebut, Anda harus mempertimbangkan untuk segera konsultasi ke dokter kandungan dan cek kesuburan.

Tes kesuburan untuk wanita

Kesuburan wanita tergantung pada ovarium yang mengeluarkan sel telur sehat. Tes fertilitas wanita dilakukan untuk mencari tahu adakah gangguan dalam proses bertemunya sperma dengan sel ovum di tuba falopi.Tes kesuburan untuk wanita dapat mencakup salah satu atau lebih dari pemeriksaan berikut:

1.Tes ovulasi

Tes ovulasi adalah tes darah yang mengukur kadar hormon untuk melihat apakah proses ovulasi berjalan dengan baik. Hormon yang ingin dilihat kadarnya adalah LH, FSH, hormon tiroid, hormon androgen, prolaktin, estradiol (E2) dan progesteron.Tes kesuburan ini harus dilakukan pada hari tertentu dalam siklus menstruasi Anda. Umumnya, kadar FSH akan diperiksa pada hari ke-3 menstruasi dan progesteron biasanya diperiksa pada hari ke 21-22 dari siklus menstruasi.

2. Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi adalah tes untuk mengevaluasi kondisi rahim dan saluran tuba serta mencari adanya penyumbatan atau masalah lain yang bisa menghambat pembuahan. Selain itu, tes ini juga dilakukan untuk melihat apakah ada cairan keluar dari saluran tuba Anda.

3. Tes ultrasonografi

Tes ultrasonografi (USG) panggul dilakukan untuk mencari penyakit pada rahim atau ovarium, seperti pertumbuhan mioma uteri atau kista ovarium yang lebih besar.Pemeriksaan ini juga dapat memastikan apakah ovulasi berjalan normal atau tidak ada sama sekali (anovulasi). USG dapat menghitung folikel antral untuk memprediksi jumlah sel telur yang tersedia dalam ovarium wanita. Tes kesuburan dengan USG panggul juga dilakukan untuk memeriksa bentuk rahim dan ketebalan dinding rahim. Terkadang, tes sonohisterogram atau sonogram infus garam akan dilakukan jika detail dalam rahim tidak terbaca pada tes USG.

4. Histeroskopi

Cara cek kesuburan wanita ini dilakukan dengan memasukkan kamera mirip teleskop melalui serviks ke dalam rahim untuk melihat lebih dekat bagian dalam rahim.Histeroskopi dilakukan jika tes HSG menunjukkan potensi kelainan pada rahim Anda. Saat melakukan tes ini, dokter juga mungkin akan melakukan biopsi endometrium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

5. Sonohisterogram 

Sonohisterogram dalah tes untuk mengevaluasi kondisi rahim dan dinding rahim melalui USG yang menempatkan cairan steril ke dalam rahim.Sonohisterogram biasanya dijadwalkan saat Anda tidak sedang menstruasi atau mengalami pendarahan vagina. Keduanya dapat memengaruhi seberapa baik dokter Anda untuk melihat lapisan rahim. 

6. Laparoskopi

Tes ini hanya dilakukan jika Anda menunjukkan gejala endometriosis. Laparoskop merupakan cara cek kesuburan wanita yang juga menjadi bagian dari pengobatan penyumbatan tuba falopi dengan operasi. 

Tes kesuburan untuk pria

Pria dikatakan subur jika testis menghasilkan cukup sperma yang sehat dan sperma diejakulasi secara efektif ke dalam vagina untuk dapat membuahi sel telur.Tes kesuburan pada pria dilakukan untuk melihat adakah hambatan dalam proses pembuahan atau produksi sel sperma yang sehat.Tes kesuburan pria dapat mencangkup beberapa pemeriksaan sebagai berikut:

1.Pemeriksaan air mani

Pemeriksaan air mani penting untuk cek kesuburan pada pria. Dokter mungkin akan meminta sedikit sampel air mani Anda setelah masturbasi atau dengan menghentikan hubungan seksual dan mengeluarkan air mani Anda ke wadah yang bersih.Pengamatan di laboratorium kemudian akan memeriksa sampel air mani tersebut untuk melihat kualitas sperma Anda baik atau tidak.

2. Pengujian hormon dan genetik

Anda akan menjalani tes darah untuk menentukan tingkat testosteron dan hormon pria lainnya seperti FSH, LH, estradiol dan prolaktin. Sedangkan tes genetik dilakukan untuk menentukan apakah ada cacat genetik yang menyebabkan kemandulan pada pria.

3. Biopsi testis

Dalam kasus tertentu, biopsi testis dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kelainan yang berkontribusi pada kemandulan.Selain biopsi, tes lainnya yang bisa dilakukan seperti MRI otak, USG skrotum atau tes vas deferens (vasografi) juga dapat dilakukan.

Cek kesuburan pasangan

Selain dilakukan pada masing-masing individu, cek kesuburan juga bisa dilakukan pada pasangan, yakni seperti tes kariotipe genetik dan tes pasca-koital (PCT).Jika Anda kerap mengalami keguguran, tes kariotipe genetik bisa dilakukan untuk mencari kelainan genetik yang dapat menyebabkan keguguran tersebut. Tes ini dilakukan melalui tes darah sederhana.Sementara itu, PCT adalah tes yang melibatkan pengambilan sampel lendir serviks wanita melalui pemeriksaan panggul, beberapa jam setelah pasangan melakukan hubungan seksual. Ini dilakukan untuk mengevaluasi interaksi lendir serviks wanita dengan sperma pria.

Cara cek kesuburan di rumah

Beberapa orang mungkin enggan untuk pergi ke rumah sakit untuk tes kesuburan dan lebih memilih untuk cek sendiri di rumah.Cara cek kesuburan mungkin saja dilakukan di rumah dengan tes FSH (hormon perangsang folikel) atau dengan cek LH (luteinizing hormone) untuk cek masa ovulasi wanitaCara menggunakan alat tes ini adalah:
  • Masukan urine ke dalam wadah bersih
  • Masukan alat ke dalam urin sebagaimana Anda mengecek kehamilan menggunakan test pack
  • Apabila berhasil, akan muncul garis berwarna-warni pada alat tersebut yang menandakan ada atau tidaknya peningkatan hormon LH
  • Hasil dari tes ini akan terlihat setelah 10 menit. Jika hasilnya positif, warna yang terdapat dalam stik tidak akan hilang. Jika hasilnya negatif, warna yang terdapat dalam alat tersebut akan berubah-ubah
Alat tes kesuburan ini juga terdapat dalam versi digital. Jika Anda memasuki masa subur maka akan ditandai dengan munculnya simbol senyum.Namun, tes kesuburan sendiri, terutama tes FSH di rumah, sebenarnya tidak disarankan. Sebab, tes mandiri tidak dapat mengevaluasi kesuburan Anda dengan sempurna. Tes FSH yang dilakukan di rumah juga tidak bisa memberi tahu apakah ada penyumbatan pada saluran tuba falopi dan masalah lainnya. Tes FSH di rumah hanya akan mendeteksi kadar FSH yang tinggi. Hal ini dapat memandakan suplai ovarium yang rendah. Akan tetapi, tes ini tidak secara jelas memberi tahu penyebab dari kondisi tersebut dan tidak memperhitungkan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhinya. Selain itu, keakuratan dari hasil tes ini juga tidak terjamin.Hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Semakin cepat mendapatkan bantuan medis, akan semakin besar peluang Anda untuk cepat hamil.

Bisakah cek kesuburan dengan menggunakan BPJS?

Anda bisa menggunakan BPJS untuk memeriksakan kesuburan Anda melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar dalam BPJS Anda.Namun, jenis pemeriksaan kesuburan yang mungkin bisa ditanggung dengan BPJS cukup terbatas. Beberapa layanan seperti konsultasi dokter poli, tes darah, dan tes urin sederhana bisa menggunakan BPJS. Sementara untuk tes kesuburan yang lebih detail, misalnya USG perut, USG transvaginal, HSG, analisis sperma, dan pemeriksaan organ reproduksi tertentu mungkin tidak di-cover seluruhnya oleh BPJS. Maka, Anda mungkin harus menanggung sisanya dengan biaya sendiri.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut sebelum tes kesuburan di rumah sakit, Anda bisa konsultasi langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kesehatan kandungankesehatan wanitaperawatan kesuburanmeningkatkan kesuburanmerencanakan kehamilantes kesuburanpemeriksaan kehamilankesehatan pria
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-tests-for-women1#1 Diakses pada 5 Januari 2020Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/infertility/should-my-partner-and-i-get-tested-infertility Diakses pada 5 Januari 2021Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-to-expect-during-fertility-tests-1960157 Diakses pada 5 Januari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/diagnosis-treatment/drc-20354322 Diakses pada 5 Januari 2021Fertility Women and Infants. https://fertility.womenandinfants.org/treatment/female-fertility-tests Diakses pada 5 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait