logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Jenis-jenis Tes Depresi yang Dilakukan oleh Profesional

open-summary

Tes depresi perlu dilakukan oleh tenaga medis profesional agar hasilnya akurat untuk mendiagnosis kondisi mental Anda. Melalui diagnosis yang akurat, perawatan pun bisa segera dimulai.


close-summary

4.7

(23)

8 Jun 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Tes depresi bersama psikiater

Tes depresi dengan psikiater

Table of Content

  • Jenis tes depresi yang tepat
  • Bagaimana jika hasil tes menyatakan depresi?
  • Pengobatan yang bisa dilakukan setelah tes depresi

Saat ini banyak tes depresi yang tersedia secara online dan bisa Anda ikuti secara gratis. Meski begitu Anda perlu ingat bahwa tes atau kuisioner yang diisi secara online tanpa pengawasan dokter atau psikologm tidak bisa dijadikan sebagai bahan diagnosis maupun dasar yang tepat untuk memulai atau bahkan menghentikan perawatan yang sedang dijalani.

Advertisement

Masalah mental seperti depresi tidak dapat Anda diagnosis sendiri. Self diagnose, istilah populer untuk kondisi ini, dapat berujung pada perawatan yang kurang tepat dan membuat banyak orang salah kaprah soal kondisi gangguan mental yang sebenarnya.

Misalnya, Anda merasa sering sedih. Lalu setelah mengisi kuis di Internet, Anda yakin bahwa Anda depresi. Padahal, merasa sedih tidak selalu menandakan bahwa Anda memilki depresi. Sebaliknya, meski selalu merasa senang, belum tentu Anda seratus persen terbebas dari kondisi mental ini. Karena itu, diperlukan diagnosis dari psikiater atau dokter spesialis kejiawaan untuk bisa memastikan kondisi mental Anda saat ini.

Jenis tes depresi yang tepat

Apabila Anda merasa sudah mengalami gejala depresi, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengunjungi psikiater untuk memastikannya. Kondisi ini perlu segera diperiksa, terutama jika:

  • Anda sudah merasakannya hampir setiap hari selama kurang lebih dua minggu dan tidak membaik.
  • Gejala tersebut sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga hubungan dengan orang-orang terdekat.
  • Membuat Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Di sana, Anda akan menjalani pemeriksaan secara menyeluruh mulai dari gejala psikis, fisik, hingga beberapa pemeriksaan tambahan lainnya. Berikut ini beberapa jenis tes depresi yang biasa digunakan.

1. Pemeriksaan fisik

Depresi bisa saja berhubungan dengan gangguan fisik yang dialami. Sehingga apabila Anda merasakan gejala depresi, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik agar bisa mengetahui kondisi yang menyebabkannya.
Dokter juga akan memeriksa gejala fisik yang bisa timbul akibat depresi, seperti:

  • Cara bicara yang lambat dan tidak fokus
  • Sering mengepalkan tangan dengan keras
  • Pergerakan tubuh yang terganggu
  • Hilang ingatan

2. Tes laboratorium

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari pasien seperti riwayat kesehatan diri, riwayat kesehatan keluarga, dan hasil pemeriksaan fisik, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium berupa tes darah dan tes urine.

Tes ini dilakukan untuk mengeliminir penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala mirip depresi, seperti hipotiroidisme. Selain melakukan tes laboratorium, dokter juga akan memeriksa jenis obat-obatan yang sedang dan sudah pernah Anda konsumsi untuk mengeliminir gejala depresi yang muncul sebagai efek samping obat.

3. Evaluasi psikis

Pada evaluasi kondisi psikis, dokter akan melihat lebih jauh gejala depresi yang Anda rasakan. Selain itu dokter juga akan memetakan pola perilaku, perasaan, dan pikiran yang akhir-akhir ini Anda rasakan. Dokter mungkin akan menginstruksikan Anda untuk mengisi kuesioner psikologis untuk memastikannya lebih jauh.

Setelah melakukan pemeriksaan secara rinci, dokter baru bisa mendiagnosis bahwa kondisi yang Anda alami memang benar-benar depresi dan bukan kondisi lain dengan gejala serupa. Dokter juga akan menentukan jenis depresi yang Anda derita dan mulai melakukan perawatan yang sesuai.

Baca Juga

  • Kenali 7 Cara Menumbuhkan Mental yang Kuat dari Diri Sendiri
  • Xenophobia Ramai Diperbincangkan di Media Sosial, Apa Artinya?
  • Mengenal Jenis-Jenis Skizofrenia yang Dahulu Menjadi Acuan Para Ahli

Bagaimana jika hasil tes menyatakan depresi?

Perlu diketahui, depresi bisa diobati. Hasil tes depresi dapat membawa Anda ke jalan menuju kehidupan yang lebih sehat tanpa perasaan tidak berdaya, putus asa, dan tidak berharga. Setelah dokter Anda membuat diagnosis depresi, Anda perlu mengikuti program pengobatan untuk menjadi lebih baik.

Penting untuk minum obat sesuai resep dan melakukan perubahan gaya hidup, sekaligus bekerja sama dengan psikoterapis jika itu yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Jutaan orang depresi menderita sia-sia karena mereka tidak mendapatkan bantuan profesional yang dimulai dengan diagnosis dokter.

Pengobatan yang bisa dilakukan setelah tes depresi

Untuk mengobati depresi, dokter biasanya akan melakukan dua hal, yaitu pemberian obat-obatan dan melakukan terapi psikologis. Obat yang akan diberikan adalah golongan antidepresan yang tersedia dalam beberapa jenis. Dokter akan memilih yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Sementara itu dalam terapi psikologis, Anda akan menjalani sesi terapi empat mata. Anda dipersilakan untuk mengeluarkan isi hati Anda secara detail dan dokter akan memberikan terapi untuk membuat Anda menyesuaikan dengan perasaan yang sedang muncul, dan menghadapinya dengan baik.

Perawatan untuk menghilangkan depresi ini butuh waktu hingga bisa berhasil dan terasa efeknya. Sehingga, jangan sampai Anda menghentikan perawatan di tengah jalan. Bahkan, jika Anda menghentikan konsumsi obat antidepresan secara tiba-tiba, tidak menutup kemungkinan akan muncul gejala putus obat dan membuat depresi semakin parah.

Karena itu, lakukanlah perawatan secara teratur dan tekun serta sabar. Dengan begitu, kondisi mental Anda semakin lama dapat semakin membaik.

Advertisement

mengatasi depresidepresigangguan mental

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved