Jenis TB, dari yang Umum Terjadi Hingga yang Langka

(0)
20 Jul 2020|Azelia Trifiana
Jenis TB bukan hanya yang menginfeksi paru-paru namun bagian tubuh lainnya jugaSelain menyerang paru-paru, bakteru tuberkulosis dapat menyerang bagian tubuh lainnya
Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru, namun tak menutup kemungkinan menyerang bagian tubuh lain. Bergantung pada organ yang terinfeksi, itu pula yang membedakan jenis-jenis TB. Contohnya jenis TBC yang tidak menyerang paru-paru biasanya disebut dengan extrapulmonary TB.Selain kategorisasi jenis TB berdasarkan organ yang terinfeksi, ada juga kategorisasi TB aktif atau laten. TB aktif menular dan menunjukkan gejala yang cukup signifikan. Namun di sisi lain, TB laten tidak menunjukkan gejala dan tidak menular.

TB aktif dan TB laten

Jenis penyakit tuberculosis yang menunjukkan gejala adalah TB aktif. Beberapa gejala yang umum dialami penderitanya adalah:
  • Berat badan turun drastis
  • Hilang nafsu makan
  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Keringat berlebih terutama di malam hari
Sementara pada penderita TB laten, memang ada bakteri tuberculosis dalam tubuhnya. Meski demikian, kondisinya sedang tidak aktif. Itulah yang membuat pasien TB laten tidak merasakan gejala apapun dan tidak bisa menularkan ke orang lain.Dalam 5-10% orang, TB laten bisa berubah menjadi TB aktif. Risiko ini meningkat bagi mereka yang sistem kekebalan tubuhnya menurun karena masalah medis lain atau konsumsi obat tertentu.

Jenis-jenis TB

Berdasarkan jenis organ yang terinfeksi, jenis-jenis TB dibedakan menjadi:

1. TB Paru

Tuberculosis paru lebih dikenal dengan sebutan TBC. Seseorang bisa menderita TBC ketika menghirup udara yang keluar dari orang lain yang dalam tubuhnya terdapat TB. Bahkan, kuman Mycobacterium tuberculosis bisa bertahan di udara selama beberapa jam.Gejala yang menandakan seseorang terkena TBC di antaranya:
  • Batuk terus menerus lebih dari 3 minggu
  • Batuk hingga mengeluarkan darah
  • Batuk berlendir
  • Nyeri dada
  • Napas tersengal-sengal

2. TB limfadenitis

Sebutan untuk TB yang tidak menyerang paru-paru adalah TB extrapulmonary, contohnya yang paling sering terjadi adalah TB limfadenitis. Ini adalah proses peradangan kelenjar getah bening. Infeksinya bisa menyerang beberapa bagian, termasuk kelenjar di leher.Gejalanya seperti:
  • Benjolan kelenjar getah bening
  • Demam tinggi
  • Kelelahan
  • Berat badan turun drastis
  • Keringat berlebih di malam hari

3. TB tulang

Jenis TBC berikutnya adalah skeletal TB atau yang TB tulang. Pada penderitanya, TB telah menyebar dari kelenjar getah bening atau paru-paru ke tulang. Area tulang mana pun bisa terkena, termasuk tulang belakang dan persendian.TB tulang lebih jarang terjadi, namun jumlah kasusnya cukup banyak di negara dengan kasus HIV/AIDS tinggi. Korelasinya adalah sistem imun penderita HIV/AIDS menurun drastis. Gejala dari TB tulang seperti:
  • Nyeri tulang belakang
  • Tulang terasa kaku
  • Pembengkakan di sekitar tulang
  • Muncul abses
  • Perubahan bentuk tulang

4. TB milier

TB milier atau miliary TB terjadi ketika TB sudah menyebar ke organ tubuh, bahkan lebih dari satu organ. Biasanya, jenis TB ini menyerang paru-paru, sumsum tulang, dan juga liver. Namun, tak menutup kemungkinan TB bisa menyebar ke tulang belakang, otak, dan juga jantung. Gejala yang dialami penderita bergantung pada organ tubuh yang terinfeksi.

5. TB urogenital

TB urogenital adalah jenis TB extrapulmonary paling banyak terjadi kedua setelah TB limfadenitis. Sesuai namanya, TB menyerang organ genital, saluran kemih, atau paling sering terjadi pada ginjal. Biasanya, TB menyebar ke ginjal dari paru-paru melalui darah atau nodus limfa.Umumnya, penderita TB urogenital akan mengalami luka di penis atau saluran genital lainnya. Gejala lain seperti:
  • Pembengkakan testis
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Aliran urine tidak lancar atau berkurang
  • Nyeri panggul
  • Nyeri tulang belakang
  • Volume semen berkurang
  • Infertilitas

6. TB liver

TB yang menyerang liver jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh infeksi TB yang menyerang manusia. TB liver bisa terjadi karena sebaran dari TB di paru-paru, saluran pencernaan, atau vena portal.Beberapa gejala TB liver di antaranya:
  • Demam tinggi
  • Ukuran liver membesar
  • Nyeri perut bagian atas
  • Penyakit kuning

7. TB saluran pencernaan

TB saluran pencernaan atau gastrointestinal TB adalah jenis infeksi yang menyerang saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. Gejala yang dialami penderitanya seperti:
  • Nyeri perut
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan turun
  • Konstipasi atau diare
  • Mual dan muntah
  • Perut terasa berat

8. TB meningitis

TB juga bisa menyerang sistem membran tipis yang melindungi otak dan saraf tulang belakang, disebut TB meningitis. Tidak seperti jenis meningitis yang memburuk dengan cepat, TB meningitis biasanya perlu waktu sedikit lebih lama untuk menjadi parah.Beberapa gejala TB meningitis seperti:
  • Kelelahan
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit kepala terus menerus
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri di sekujur tubuh
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Leher terasa kaku

9. TB peritonitis

Jenis TBC lain adalah TB peritonitis yaitu peradangan lapisan tipis dinding dalam perut. Umumnya, TB peritonitis menyerang 3,5% penderita TB paru dan 58% penderita TB abdominal.Gejala yang paling umum dialami penderita TB peritonitis seperti:
  • Asites (muncul cairan di rongga perut)
  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Demam tinggi

10. TB kulit

Cutaneous TB juga dikenal dengan TB kulit, jenis TB yang paling langka terjadi. Ada beberapa jenis TB kulit dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh. Biasanya, gejalanya ditandai dengan munculnya luka terbuka di siku, tangan, bokong, lutut bagian belakang, dan juga kaki.Berbeda jenis TB, akan berbeda pula cara diagnosis oleh dokter. Apabila ada kemungkinan seseorang terpapar bakteri penyebab TB, sebaiknya segera periksakan diri. Menunda penanganan bisa menyebabkan TB menjadi kian parah.
penyakittuberkulosismeningitis
Healthline. https://www.healthline.com/health/types-of-tuberculosis
Diakses pada 3 Juli 2020
CDC. https://www.cdc.gov/features/tbsymptoms/index.html#:~:text=There%20are%20two%20types%20of,to%20stop%20them%20from%20growing.
Diakses pada 3 Juli 2020
TB Facts. https://tbfacts.org/types-of-tb/
Diakses pada 3 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait