Sendi geser adalah keadaan di mana tulang bergeser dari tempat perlekatannya pada sendi
Terdapat beberapa jenis sendi yang rentan mengalami pergeseran

Sendi geser, atau dalam bahasa medis disebut dislokasi, adalah suatu keadaan di mana dua permukaan tulang yang dihubungkan oleh sendi terpisah, atau tulang bergeser dari tempat perlekatannya pada sendi. Sendi dapat bergeser sebagian (subluksasi), atau bergeser sepenuhnya. Semua sendi di tubuh manusia dapat mengalami dislokasi. 

Jenis-jenis Sendi yang Mudah Mengalami Pergeseran

Sendi-sendi tubuh yang paling rentan mengalami pergeseran, yaitu sendi bahu, lutut, siku, pinggul, dan rahang (sendi temporomandibular). Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sendi tersebut.

1. Sendi Bahu

Sendi bahu adalah sendi yang paling sering bergerak pada tubuh. Hal ini jugalah yang menyebabkan sendi bahu sangat rentan bergeser. Dislokasi sendi bahu sering terjadi pada remaja atau pria dewasa muda sekitar usia 20 tahun, yaitu kelompok umur yang paling aktif secara fisik. Dislokasi sendi bahu paling sering terjadi akibat trauma, terutama akibat olahraga

2. Sendi Siku

Sendi siku geser adalah dislokasi yang paling sering terjadi pada anak-anak, dan kedua tersering pada usia dewasa setelah dislokasi sendi bahu. Sendi siku adalah sendi engsel yang sangat stabil. Dibutuhkan trauma yang cukup keras untuk menyebabkan sendi siku geser. Cedera olahraga mencakup 50% penyebab dislokasi sendi siku, dan kondisi ini terutama terjadi pada usia dewasa muda.

Tidak ada olahraga yang spesifik meningkatkan risiko bergesernya sendi siku, namun olahraga yang dapat menyebabkan terjatuh dengan posisi lengan terbuka meningkatkan risiko dislokasi sendi siku. Sendi siku geser membutuhkan penanganan segera karena jika terlambat dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan gangguan fungsi jangka panjang.

3. Sendi Lutut

Sendi lutut adalah sendi yang menghubungkan tulang paha (femur) dengan tulang kering dan tulang betis. Sendi lutut dijaga stabilitasnya oleh ligamen, yaitu struktur kuat yang berbentuk seperti pita. Terdapat beberapa ligamen yang jalannya saling menyilang mengelilingi sendi lutut, sehingga sendi lutut sebenarnya termasuk sendi yang sangat stabil.

Jika ligamen pada sendi lutut robek, tulang-tulang yang disokongnya dapat bergeser. Penanganan dislokasi sendi lutut yang tidak tepat atau terlambat dapat menyebabkan tungkai harus diamputasi. Sendi lutut yang bergeser biasanya disebabkan oleh trauma yang sangat keras, misalnya akibat jatuh atau tabrakan dalam kecelakaan bermotor

4. Sendi Pinggul

Seperti pada bahu, sendi pinggul juga merupakan sendi peluru, yaitu sendi yang dapat bergerak ke banyak arah. Sendi pinggul ini menghubungkan tulang paha (femur) yang kepalanya menyerupai bola, dengan cekungan pada tulang pinggul. Sendi pinggul adalah sendi yang memungkinkan kita untuk melangkahkan kaki ke depan, belakang, ataupun ke samping.

Jika terjadi dislokasi, ujung tulang femur yang bulat bergeser dari cekungan tempatnya berasal. Tulang femur dapat bergeser ke depan ataupun ke belakang. Pergeseran ke belakang terjadi pada 90% kasus, dan paling banyak disebabkan oleh kecelakaan kendaraaan bermotor, terutama jika terjadi pada usia kurang dari 35 tahun. Bergesernya sendi pinggul juga dapat disebabkan oleh jatuh, yang sering terjadi pada orang lanjut usia (di atas 65 tahun). Dislokasi sendi pinggul adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera

5. Sendi Rahang

Sendi rahang atau sendi temporomandibular adalah sendi engsel yang menghubungkan tulang rahang bawah dengan tulang tengkorak. Jaringan pengikat di sekitar sendi sangat kuat, membentuk sendi temporomandibular. Sendi ini yang memungkinkan gerakan membuka dan menutup mulut. Dislokasi sendi temporomandibular mungkin tidak tampak sejelas pergeseran sendi-sendi besar yang lainnya.

Gejala yang paling sering pada sendi geser ini, yaitu rahang tampak asimetris, tidak dapat menutup mulut sepenuhnya, dan sulit mengunyah atau berbicara Selain akibat trauma, sendi rahang juga dapat bergeser akibat kebiasaan yang melemahkan struktur sekitar sendi, seperti membuka mulut lebar-lebar ketika menguap atau sering menggigit benda atau makanan yang keras.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed