Jenis Salep Mata dan Cara Menggunakannya yang Tepat

(0)
27 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salep mata bisa obati bintitan, mata merah, hingga iritasiSalep mata bisa mengobati infeksi seperti bintitan dan penyakit mata lainnya
Saat mengalami sakit mata, obat yang umum digunakan adalah yang tersedia dalam bentuk tetes mata. Namun pada kondisi tertentu seperti bintitan maupun infeksi bakteri lain di mata, salep mata dianggap lebih efektif untuk menyembuhkannya.Salep mata tersedia dalam berbagai merek. Ada yang bisa dibeli bebas maupun memerlukan resep dokter. Berikut ini penjelasan lebih jauh soal salep mata mulai dari indikasi, jenis, hingga cara menggunakannya.

Jenis-jenis salep mata

Salep mata bisa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Selain itu, kondisi mata kering juga bisa diatasi dengan cara ini. Ketiganya membutuhkan jenis salep mata yang berbeda.

1. Salep mata untuk infeksi bakteri

Contoh penyakit mata yang disebabkan infeksi bakteri yang paling umum adalah bintitan. Selain itu, keratitis, konjungtivitis, dan blefaritis juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Berikut ini contoh salep mata yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut.
  • Ciprofloxacin. Jenis antibiotik quinolon ini aman untuk digunakan anak di atas 2 tahun.
  • Gentamicin. Antibiotik ini biasa dijadikan pilihan untuk perawatan blefaritis, konjungtivitis, dan infeksi mata lainnya.
  • Erythromycin. Jenis antibiotik makrolid biasa digunakan untuk mengatasi konjungtivitis.
  • Bacitracin. Obat ini termasuk antibiotik polipeptida dan hanya bisa digunakan untuk mengatasi infeksi mata pada orang dewasa.
  • Polymyxin B-neomycin-bacitracin. Obat ini merupakan antibiotik kombinasi yang digunakan untuk mengatasi konjungtivitis, keratitis, dan blefaritis pada orang dewasa.
  • Polymyxin B-bacitracin. Obat ini adalah antibiotik kombinasi untuk mengatasi infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri.
  • Tobramycin. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri.

2. Salep mata untuk infeksi virus

Infeksi mata yang disebabkan oleh virus, tidak bisa disembuhkan dengan salep mata antibiotik. Untuk kondisi ini, dokter biasanya akan meresepkan salep mata dengan kandungan antivirus seperti acyclovir.

3. Salep mata untuk mata kering

Mata kering bisa menimbulkan gejala seperti perih, kemerahan pada mata, sekaligus memicu terbentuknya kotoran. Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya obat tetes mata lebih sering digunakan. Namun, beberapa salep mata juga bisa jadi pilihan.Salep mata yang digunakan untuk mengatasi mata kering, bukanlah berisi obat seperti antibiotik maupun antivirus. Salep ini biasanya mengandung lubrikan atau pelumas mata berupa minyak mineral maupun petroleum putih.

Cara menggunakan salep mata

Mengoleskan salep ke bola mata atau ke bagian dalam kelopak mata bagi sebagian orang terasa sulit dilakukan. Jika salah melakukannya, bisa-bisa salep tidak akan menyerap sempurna ke area yang sakit dan penyembuhan pun akan terhambat.Maka dari itu, cobalah ikuti cara menggunakan salep mata yang benar, berikut ini.
  • Sebelum memegang wadah salep mata, cuci tangan terlebih dahulu hingga bersih.
  • Pegang wadah salep dengan satu tangan. Suhu hangat dari tangan akan membantu salep lebih cair dan lebih mudah keluar dari wadahnya.
  • Angkat kepala, posisikan mata menghadap ke langit-langit. Posisi ini perlu dilakukan agar salep tidak menetes ke arah hidung saat sedang diaplikasikan.
  • Dekatkan ujung wadah salep ke mata.
  • Tarik kelopak mata bawah hingga membentuk kantung kecil.
  • Pencet wadahnya perlahan hingga salep keluar sebesar butiran beras.
  • Arahkan salep ke kelopak mata bawah yang sedang ditarik
  • Setelah salep berhasil ditampung oleh kelopak mata, pejamkan mata selama kurang lebih satu menit agar salep bisa diserap oleh bagian mata yang lain.
  • Selama proses, tetap posisikan kepala ke atas, menengadah ke langit-langit.
  • Jangan oleskan salep menggunakan tangan untuk menghindari kontaminasi bakteri.
  • Setelah selesai, kembali cuci tangan hingga bersih.
Setelah menggunakan salep mata, pandangan Anda mungkin akan terlihat sedikit kabur. Namun hal itu adalah efek samping yang wajar. Pandangan akan kembali jernih beberapa saat setelah salep digunakan.Jika terdapat sisa salep di sekitar kelopak atau bulu mata, bersihkan dengan tisu secara perlahan, agar tidak membuat mata terasa lengket. Pastikan Anda juga menyimpan salep di tempat yang bersih dan jangan biarkan ujung kemasan salep tersentuh oleh benda apapun.Lama penggunaan salep mata bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi mata Anda. Ikuti instruksi yang ada di kemasan dengan benar, tanpa menambah atau mengurangi dosis salep. Jika gangguan pada mata tak juga reda meski telah menggunakan salep mata, konsultasikan kembali kondisi Anda ke dokter spesialis mata (Sp.M).
kesehatan matapenyakit matabintitanobat mata
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/what-is-eye-ointment#1
Diakses pada 13 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/ointment-in-eye
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait