Ini Jenis Rambut Rontok dan Penyebabnya, Anda Pernah Mengalaminya?

Jika rambut rontok Anda berjumlah hingga 100 helai per hari, kondisi ini masih normal
Orang dewasa bisa mengalami kerontokan 100 helai rambut per hari.

Rambut rontok memang sangat mengganggu, dan di beberapa kondisi cenderung mengkhawatirkan. Meskipun hal ini normal terjadi, namun memang di beberapa kasus, diperlukan penanganan ekstra untuk mencegah agar kondisi rambut rontok tidak begitu parah.

[[artikel-terkait]]

Penyebab Rambut Rontok

Rambut tumbuh di hampir seluruh bagian kulit manusia. Kecuali pada telapak tangan dan telapak kaki, ada banyak rambut yang begitu halus mereka hampir tidak terlihat secara kasat mata.

Rambut terdiri dari protein (disebut keratin), yang diproduksi di folikel rambut pada lapisan luar kulit. Ketika folikel menghasilkan sel-sel rambut baru, sel-sel lama didorong keluar melalui permukaan kulit dengan kecepatan sekitar enam inci setahun.

Rambut yang bisa Anda lihat sebenarnya adalah serangkaian sel keratin yang mati. Kepala orang dewasa rata-rata memiliki sekitar 100.000 hingga 150.000 rambut dan kehilangan hingga 100 helai sehari; jadi jika Anda merasa bahwa rambut yang rontok belum melewati batas normal, tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

3 Fase Kerontokan Rambut

Pada satu waktu, sekitar 90 persen rambut di kulit kepala seseorang tumbuh. Setiap folikel memiliki siklus hidupnya sendiri yang dapat dipengaruhi oleh usia, penyakit, dan berbagai faktor lainnya. Siklus hidup ini dibagi menjadi tiga fase, yaitu anagen, catagen, dan telogen.

Anagen:

pertumbuhan rambut aktif yang berlangsung antara dua hingga enam tahun

Catagen:

pertumbuhan rambut transisi yang berlangsung dua hingga tiga minggu

Telogen:

fase istirahat yang berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan; pada akhir fase istirahat, rambut dilepaskan dan rambut baru menggantikannya dan siklus tumbuh dimulai lagi.

6 Jenis Kerontokan Rambut

Ada banyak jenis kerontokan rambut, yang juga disebut sebagai alopecia, yaitu:

Involutional alopecia:

kondisi alami yang terjadi ketika ambut secara bertahap menipis seiring bertambahnya usia. Lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat, dan sisa rambut memendek dan semakin sedikit jumlahnya.

Androgenic alopecia:

yaitu kondisi genetik yang dapat memengaruhi pria dan wanita. Pria dengan kondisi ini, yang disebut kebotakan pola pria, bisa mulai mengalami kerontokan rambut sejak usia remaja atau awal usia 20-an. Wanita dengan kondisi ini, yang disebut pola kebotakan pada wanita, tidak mengalami penipisan yang nyata sampai usia 40 tahun atau lebih. Wanita mengalami penipisan umum di seluruh kulit kepala, dengan kerontokan rambut paling luas di mahkota.

Alopecia areata:

sering dimulai tiba-tiba dan menyebabkan rambut rontok merata pada anak-anak dan dewasa muda. Kondisi ini dapat menyebabkan kebotakan total (alopecia totalis). Namun, sekitar 90 persen orang dengan kondisi ini, tetap mengalami pertumbuhan rambut kembali dalam beberapa tahun.

Alopecia universalis:

yang menyebabkan semua rambut tubuh rontok, termasuk alis, bulu mata, dan rambut kemaluan.

Trikotilomania:

yang paling sering terlihat pada anak-anak. Ini adalah gangguan psikologis pada seseorang yang memiliki kecenderungan menarik rambutnya sendiri.

Telogen effluvium:

yaitu rambut sementara yang menipis di kulit kepala akibat perubahan siklus pertumbuhan rambut. Sejumlah besar rambut memasuki fase istirahat pada saat yang sama, menyebabkan rambut rontok dan penipisan berikutnya.

Selain itu, rambut yang tipis dan rontok, bisa menandakan kondisi kekurangan gizi pada balita berusia hingga dua tahun. Balita dengan kondisi marasmus ini selain memiliki rambut tipis yang mudah rontok, mempunyai berat badan rendah, rentan terhadap infeksi penyakit dan berkulit kering.

Jika Anda atau anak mengalami kerontokan rambut yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/understanding-hair-loss-basics#1 
Diakses pada 30 Januari 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-anak-balita.pdf
Diakses pada 18 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed