7 Jenis Perban Luka dan Cara Memakainya dengan Benar


Beberapa jenis perban luka antara lain perban rol, perban tabular, perban segitiga, dan perban kasa. Masing-masing dipakai untuk jenis luka yang berbeda.

0,0
25 Nov 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jenis perban luka bentuk rol bisa untuk menangani cedera sendi hingga luka di permukaan kulitJenis perban perlu disesuaikan dengan kondisi luka
Perban luka adalah salah satu perlengkapan untuk perawatan luka. Perban berfungsi untuk menopang sendi yang mengalami cedera, membatasi pergerakan, mengurangi pembengkakan, mengamankan pembalut agar tetap di tempatnya serta mengontrol perdarahan.
Perban juga digunakan untuk melindungi luka dan mencegah infeksi serta mendukung penyembuhan.Masing-masing cedera dapat memerlukan jenis perban luka yang berbeda. Perban memiliki jenis dan ukuran yang sangat bervariasi. Untuk mengoptimalkan penyembuhan, penting sekali memilih jenis perban luka yang tepat.

Jenis-jenis perban luka

Gambar perban luka berbagai jenis
Jenis perban luka perlu disesuaikan dengan jenis luka
Agar perawatan luka berlangsung efektif, maka Anda harus menyesuaikan jenis perban luka yang diapakai dengan jenis luka yang dialami. Beberapa jenis perban luka yang dapat digunakan meliputi:

1. Perban rol atau perban gulung (roller bandage)

Perban rol adalah jenis perban yang bermanfaat menopang anggota tubuh yang terluka dan dapat berfungsi untuk mengurangi pembengkakan, mempertahankan tekanan pada luka agar perdarahan bisa berhenti, dan menahan pembalut di tempatnya.Jenis perban ini paling sering dipakai pada area persendian seperti lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan. Secara umum, ada tiga jenis perban rol, yaitu:
  • Perban dari bahan tenunan terbuka atau open weave: Ini adalah jenis perban rol yang memungkinkan sirkulasi udara berjalan lancar tanpa memberikan tekanan pada luka. Jenis perban ini tidak bisa menopang sendi.
  • Perban elastis: Jenis perban luka ini bersifat elastis dan dapat membentuk bagian tubuh yang dilindunginya. Perban elastis juga dapat digunakan untuk mengamankan balutan luka serta dapat mendukung penyembuhan cedera jaringan lunak seperti misalnya keseleo.
  • Perban krep: Perban luka yang bisa digunakan untuk memberikan dukungan kuat pada sendi yang terluka.

2. Perban berbentuk tabung (tubular bandage)

Tubular bandage adalah perban berbentuk tabung yang terbuat dari kain tanpa jahitan. Perban tubular kasa dapat digunakan untuk menahan pembalut pada jari tangan atau kaki. Perban tubular elastis dapat digunakan pada sendi yang cedera, seperti misalnya pergelangan kaki, siku atau lutut.Perban jenis ini bisa menunjang sendi yang cedera dan menahan kasa steril yang menutup luka. Namun, tidak bisa menghentikan perdarahan.Agar perban lebih pas dengan area cedera yang ingin ditutup, perban luka mungkin perlu dipotong terlebih dahulu menjadi ukuran yang lebih kecil.

3. Perban segitiga

Perban segitiga atau triangular bandages dapat digunakan untuk menutup luka besar serta sebagai penopang tangan maupun kaki yang cedera. Anda juga bisa menggunakan perban segitiga untuk mengamankan balutan tetap pada tempatnya.Perban segitiga dapat disangkutkan mengelilingi bahu ataupun leher untuk membantu menopang lengan yang cedera.

4. Perban kasa

Berbeda dari perban lain yang biasanya dipakai untuk mentup luka yang telah diberi kasa, perban kasa bisa dipakai langsung untuk menutupi luka. Biasanya, perban ini dipakai untuk luka berukuran sedang hingga besar.Perban kasa terbuat dari kapas yang tebal sehingga steril dan aman untuk menutup luka terbuka. Agar perban ini tidak bergeser saat dipakai, Anda mungkin perlu menggunakan plester atau perban rol tambahan untuk menahan perban kasa agar tetap di tempatnya.

5. Perban plester

Perban perekat atau plester luka adalah jenis pembalut luka kecil yang tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Jenis perban ini sudah mengandung perekat sehingga dapat menempel pada kulit tanpa perlu ada penutup tambahan.Pastikan luka dapat tertutup oleh perban dan jangan sampai terkena bagian perekatnya.

6. Pembalut non-adherent

Perban non-adherent adalah jenis pembalut steril yang sangat ringan dan digunakan untuk menutup serta membantu penyembuhan pada luka kecil. Sebagian besar bagian dari pembalut ini memiliki permukaan yang tidak lengket.Umumnya perban luka non-adherent ditutup pada satu atau kedua sisi dengan film plastik yang memiliki banyak lubang. Ini memungkinkan cairan melewati lapisan penyerap, sehingga menjaga luka tetap kering.

7. Film dressing

Film dressing merupakan salah satu jenis perban luka modern pertama. Jenis pembalut ini transparan, fleksibel dan bisa merekat dengan baik di kulit. Perban ini tidak dapat menyerap cairan, tetapi bisa menjaga luka tetap kering dengan jaga membiarkan cairan yang ada di luka menguap dengan baik.Jenis perban ini hanya bisa dipakai untuk luka ringan yang tidak mengeluarkan banyak cairan seperti darah atau bahkan nanah.Baca Juga: Cara Merawat Luka Bernanah di Rumah

Cara pakai perban luka yang benar

Tahapan cara menggunakan perban luka yang benar
Cara menggunakan perban luka yang benar
Memasang perban luka harus dilakukan dengan telaten dan hati-hati agar luka dapat tertutup dengan baik. Berikut ini beberapa hal umum yang harus diperhatikan dalam memasang perban luka:
  • Pastikan posisi sudah nyaman
  • Jika Anda memasang perban untuk orang lain, tempatkan diri Anda pada sisi di mana luka berada.
  • Pastikan bagian tubuh yang terluka telah ditopang pada posisinya dengan baik dan luka sudah dibersihkan saat perban dipasangkan.
  • Gunakan perban luka dengan ukuran yang tepat sesuai dengan area luka dan bagian tubuh yang akan dipasangi perban.
  • Untuk memudahkan memeriksa sirkulasi, hindari menutupi jari tangan atau kaki saat membalut anggota tubuh.
  • Pastikan perban terpasang kuat tetapi tidak kencang. Kencangkan bagian ujung perban agar tidak lepas dengan melipat dan mengikat simpul. Selain mengikatnya, Anda dapat menggunakan peniti, selotip, atau klip perban. Apabila jenis perban yang dipakai bisa sudah memiliki perekat sendiri, pastikan area yang lengket tidak mengenai luka.
  • Pastikan sirkulasi darah berjalan baik dengan menekan kuku atau bagian kulit sampai pucat dan lepaskan. Jika warnanya tidak segera kembali, maka bisa jadi perban terlalu kencang dan harus sedikit dikendurkan.
    - Periksa sirkulasi setiap 10 menit setelah memasang perban dengan cara di atas, karena anggota badan yang terluka dapat membengkak dan mungkin mengganggu sirkulasi darah.
Itulah jenis-jenis perban luka serta cara memasangnya dengan baik. Pastikan tangan dan luka steril saat akan dipasangi perban. Untuk luka besar atau terletak pada area tubuh yang sulit, seperti persendian, sebaiknya perban dipasang oleh orang yang terlatih.
penyembuhan lukainfeksi luka pasca operasibekas luka
Saint John. https://www.stjohn.org.nz/first-aid/first-aid-library/immediate-first-aid1/dressings-and-bandages/Diakses 12 November 2021 Saint John Ambulance. https://www.sja.org.uk/get-advice/first-aid-advice/how-to/how-to-put-on-a-bandage/Diakses 12 November 2021 National Health Service. https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/how-do-i-apply-a-bandage/Diakses 12 November 2021 Healthline. https://www.healthline.com/health/bandage-hand#types-of-bandagesDiakses 12 November 2021 NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12861644/Diakses 12 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait