Selain Osteoporosis, Kenali Pula Jenis Lain Penyakit Tulang Berikut Ini

Jenis penyakit tulang tak hanya osteoporosis, namun juga osteopenia, osteomalasia, dan penyakit Paget.
Penyakit tulang tak hanya osteoporosis, tapi juga osteopenia, osteomalasia, hingga penyakit Paget.

Selama ini, penyakit tulang yang familiar bagi Anda mungkin hanya osteoporosis atau tulang keropos. Penyakit yang kerap diderita orang lansia ini, membuat kepadatan tulang Anda berkurang, sehingga menjadi lemah dan berisiko untuk retak.

Namun, penyakit tulang tak hanya osteoporosis. Apa saja penyakit tulang lainnya?

Jenis penyakit tulang selain osteoporosis

Selain osteoporosis, ada beberapa jenis penyakit tulang lain yang patut Anda ketahui. Sejumlah penyakit tulang tersebut antara lain osteopenia, osteomalasia, dan penyakit Paget.

Berikut pembahasan terkait penyakit tulang tersebut.

1. Penyakit tulang osteopenia dan bedanya dari osteoporosis

Osteopenia adalah rendahnya, atau bahkan hilangnya kepadatan tulang. Osteopenia boleh dikatakan sebagai titik tengah, antara kondisi tulang sehat dan penyakit osteoporosis. Dengan demikian, terdiagnosis osteopenia meningkatkan risiko Anda untuk menderita osteoporosis, jika tidak mendapatkan penanganan segera.

Pengapuran tulang lansia
Osteopenia umum terjadi karena faktor usia

Usia merupakan faktor risiko utama osteopenia, dan umum terjadi pada orang di atas 50 tahun. Selain karena penuaan, faktor risiko osteopenia lainnya meliputi:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Memiliki anggota keluarga dengan level kepadatan tulang rendah
  • Menjalani prosedur pengangkatan rahim sebelum menopause
  • Jarang berolahraga
  • Faktor gizi, terutama kekurangan asupan vitamin D dan kalsium
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol dan kafeina berlebihan
  • Jarang berolahraga
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat prednisone dan obat phenytoin

Wanita yang berusia 65 tahun sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan tes kepadatan tulang. Namun, jika Anda berusia di bawah 65 tahun dan sudah mengalami menopause serta memiliki setidaknya faktor risiko di atas, menjalani pengecekan tes kepadatan mineral tulang (BMD test) osteopenia juga disarankan. Jika Anda sudah mengalami menopause dan mengalami patah tulang, tes ini juga diperlukan.

Hasil tes kepadatan tulang dengan hasil skor di rentang -0,1 hingga -2,5, menunjukkan Anda mengalami kondisi osteopenia. Penanganan osteopenia untuk menghindari osteoporosis, akan fokus pada pemberian nutrisi yang kaya dengan vitamin D dan kalsium, serta suplemennya jika diperlukan. Dokter mungkin juga akan menawarkan Anda untuk melakukan latihan untuk menurunkan risiko osteopenia.

2. Osteomalasia, penyakit tulang karena kekurangan vitamin D

Penyakit osteomalasia adalah pelemahan pada tulang, yang terjadi karena adanya masalah pada proses pembentukan tulang, atau pada formasi tulang. Kondisi ini menyebabkan tulang sulit mengeras atau termineralisasi. Akibatnya, tulang menjadi rentan untuk retak dan menekuk.

Osteomalasia berbeda dari osteoporosis. Osteomalasia membuat tulang melemah karena proses pembentukannya yang terganggu. Sementara itu, osteoporosis adalah melemahnya tulang yang sudah terbentuk.

Penyebab umum dari osteomalasia adalah kekurangan vitamin D. Vitamin D memegang peranan penting dalam pembentukan tulang, karena bertugas membantu penyerapan kalsium. Selain itu, vitamin ini juga menjaga kadar kalsium dan fosfat, agar tulang terbentuk dengan semestinya.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda kekurangan vitamin D, sehingga juga menjadi pemicu penyakit tulang osteomalasia. Beberapa di antaranya yakni:

  • Kurang mendapatkan sinar matahari
  • Kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D
  • Masalah pada pencernaan, seperti penyakit celiac (kerusakan pada usus halus yang menghambat penyerapan vitamin D)
  • Masalah pada ginjal dan hati
  • Menderita jenis kanker tertentu
  • Mengonsumsi obat untuk mengatasi kejang, seperti phenytoin dan phenobarbital

Untuk mendiagnosis osteomalasia, dokter akan melakukan tes darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menguji kadar vitamin D, kalsium, dan fosfor. Tes pencitraan, seperti pemeriksaan x-ray, juga mungkin dilakukan untuk mencari tahu retakan pada tulang.

Apabila terdiagnosis osteomalasia, Anda harus mengonsumsi vitamin D, kalsium, dan fosfat secara oral. Pada kasus yang jarang terjadi, vitamin D mungkin akan diberikan melalui injeksi.

3. Penyakit Paget, tulang tumbuh dengan tidak normal

Penyakit Paget adalah penyakit tulang, yang menyebabkan pertumbuhan tulang menjadi terlalu lebar namun lemah. Kondisi ini juga menyebabkan tulang menjadi mudah patah.

Penyakit Paget bisa terjadi di semua tulang. Hanya saja, kondisi ini paling sering terjadi pada tulang belakang, panggul, tengkorak, dan kaki. Selain itu, penyakit Paget bisa menimpa satu jenis tulang atau beberapa sekaligus.

Penyakit tulang Paget pada Lansia
Penyakit Paget kerap menyerang tulang bagian belakang

Penyebab penyakit Paget tidak dapat diketahui dengan pasti. Pada beberapa kasus, infeksi virus dapat menjadi pemicu penyakit tulang tersebut, walau teori ini masih kontroversial di kalangan ilmuwan. Beberapa ahli menduga, faktor genetik dan lingkungan menjadi pemicu penyakit Paget.

Diagnosis penyakit tulang Paget juga dilakukan dengan tes darah, serta tes pencitraan. Apabila hasil tes menunjukkan Anda terkena penyakit Paget, penanganan dari dokter dapat berupa obat-obatan, seperti obat bifosfonat yang juga digunakan untuk penanganan osteoporosis. Di beberapa kasus, tindakan pembedahan pun dibutuhkan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/osteomalacia
Diakses pada 16 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/osteopenia
Diakses pada 16 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pagets-disease-of-bone
Diakses pada 16 Oktober 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/pagetsdiseaseofbone.html 
Diakses pada 16 Oktober 2019

Spine Universe. https://www.spineuniverse.com/conditions/osteoporosis/osteopenia-osteoporosis-there-difference
Diakses pada 16 Oktober 2019

Web MD. https://www.webmd.com/osteoporosis/what-is-osteomalacia
Diakses pada 16 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed