Ada berbagai macam jenis penyakit kulit yang dapat menyerang anak
Anak-anak rentan terhadap berbagai jenis penyakit kulit

Ada berbagai macam jenis penyakit kulit anak. Jenis-jenis penyakit yang beragam tersebut menunjukkan gejala yang berbeda-beda juga. Penyebabnya pun berbeda, entah karena alergi, virus tertentu, atau tertular orang lain.

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa jenis penyakit kulit pada anak. Namun dengan catatan, tetap konsultasikan dengan dokter anak agar lebih pasti dan anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengenali Jenis Penyakit Kulit Anak

1. Gatal-gatal

Banyak hal yang dapat memicu sengatan gatal atau rasa terbakar ini. Obat-obatan seperti aspirin (yang tidak boleh dikonsumsi anak-anak) dan penicillin dapat memicu timbulnya gatal-gatal. Selain itu, beberapa makanan juga bisa memicu terjadinya gatal-gatal, termasuk telur, kacang, kerang, dan aditif makanan.

Panas, dingin, dan radang tenggorokan juga bisa menyebabkan gatal-gatal. Bilur-bilur dapat muncul di mana saja pada seluruh tubuh menjelang akhir penyembuhan. Terkadang, penggunaan antihistamin dapat membantu.

Gatal-gatal dapat menjadi tanda masalah serius, terutama ketika mereka datang dengan masalah pernapasan atau bengkak di wajah. Jika hal tersebut terjadi, jangan ragu untuk langsung menghubungi dokter.

2. Kurap

Dalam bahasa Inggris, kurap dikenal dengan nama ringworm. Meski demikian, cacing pita bukanlah penyebab penyakit ini. Kurap disebabkan oleh adanya jamur yang hidup dari kulit mati, rambut, dan jaringan kuku.

Mula-mulanya, akan ada bercak kemerahan, bersisik atau tonjolan. Lalu, tanda merah cincin yang gatal. Kurap dapat menular melalui kontak fisik dengan manusia atau binatang.

Anak-anak mungkin terkena kurap dari handuk atau peralatan olahraga yang dikenakan bersama. Biasanya, dokter akan menyarankan penggunaan krim antijamur.

3. Ruam Panas

Ruam panas pada anak nampak seperti jerawat merah kecil. Anda bisa melihatnya di bagian kepala, leher, dan bahu bayi. Ruam biasanya terjadi ketika orangtua mendandani anaknya dengan pakaian yang terlalu hangat. Namun, jenis ruam ini juga bisa terjadi saat cuaca sedang sangat panas.

Pakaikan bayi Anda satu lapisan lebih dari pakaian yang Anda kenakan. Tidak masalah jika kaki dan tangannya terasa dingin sedikit saat disentuh.

4. Cacar

Cacar merupakan salah satu jenis ruam yang semakin jarang terjadi pada anak-anak berkat adanya vaksin cacar. Penyakit ini bisa sangat menular dan menyebar begitu cepatnya, serta meninggalkan rasa gatal serta bintik-bintik merah di sekujur tubuh.

Bintik-bintik tersebut terbagi menjadi beberapa tahap. Pertama, mereka akan melepuh, pecah, kering, dan kemudian berkerisik. Pastikan anak Anda telah mendapatkan vaksin cacar.

5. Penyakit Kelima (Fifth Disease)

Penyakit Kelima bersifat menular dan biasanya ditularkan hanya dalam beberapa minggu saja. Penyakit ini dimulai dengan gejala mirip flu. Wajah merona (secara klasik digambarkan sebagai 'merah merona') dan diikuti oleh ruam tubuh.

Penyakit ini menyebar melalui batuk dan bersin dan paling menular pada minggu sebelum ruam muncul. Penyakit Kelima bisa sembuh dengan beristirahat, konsumsi cairan, dan obat penghilang rasa sakit.

Jika anak Anda memiliki penyakit kelima dan Anda sedang hamil, hubungi dokter Anda untuk konsultasi lebih lanjut.

6. Impetigo

Impetigo, yang disebabkan oleh bakteri, menyebabkan timbulnya luka merah atau lecet. Kemudian, impetigo ini bisa pecah, mengeluarkan cairan, dan kemudian timbul kerak kuning-coklat. Luka bisa muncul di seluruh tubuh tetapi kebanyakan di sekitar mulut dan hidung.

Impetigo dapat menyebar melalui kontak dekat atau dengan penggunaan handuk dan mainan bersama-sama. Meski gatal, usahakan jangan menggaruk karena akan membuat penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk mengobatinya, gunakan salep antibiotik atau antibiotik oral.

7. Kutil

Virus menyebabkan pertumbuhan kutil yang berbau busuk tetapi tidak berbahaya dan tidak juga menyakitkan. Kutil dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Selain itu, penyakit ini juga menyebar melalui objek atau benda yang digunakan oleh orang yang terkena virus ini.

Kutil paling sering ditemukan di jari dan tangan. Untuk mencegah kutil menyebar, beri tahu anak Anda untuk tidak mengoreknya atau menggigit kuku. Tutupi kutil dengan perban. Tidak perlu khawatir, biasanya kutil akan hilang dengan sendirinya.

8. Dermatitis Kontak

Beberapa kulit anak-anak bereaksi setelah menyentuh makanan, sabun, atau tanaman seperti poison ivy, sumac, dan oak. Ruam biasanya dimulai dalam 48 jam setelah kontak kulit. Kasus dermatitis kontak kecil dapat menyebabkan kemerahan ringan atau ruam merah kecil.

Dalam kasus yang parah, Anda mungkin melihat pembengkakan, kemerahan, dan lepuhan yang lebih besar. Ruam ini biasanya hilang dalam satu atau dua minggu, tetapi dapat diobati dengan krim antiinflamasi seperti hidrokortison.

9. Eksim

Anak-anak yang rentan eksim biasanya memiliki alergi dan asma lainnya. Penyebab pasti eksim belum diketahui. Namun, anak-anak yang terkena eksim cenderung memiliki sistem kekebalan yang sensitif.

Perhatikan ruam yang timbul seiring dengan munculnya kulit kering dan rasa gatal yang hebat. Dermatitis atopik adalah jenis eksim yang paling umum. Namun, saat dewasa, banyak anak yang sudah tidak mengalaminya lagi, atau masih mengalami namun dengan kasus yang lebih ringan.

10. Demam Scarlet

Demam scarlet adalah radang tenggorokan dengan ruam. Gejala demam ini termasuk sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri perut, dan membengkaknya kelenjar leher. Setelah 1-2 hari, ruam merah dengan tekstur yang kasar akan muncul. Namun, setelah 7-14 hari, ruamnya akan hilang.

Demam scarlet sangat menular, jadi seringlah mencuci tangan agar penyakit ini tidak menyebar. Hubungi dokter anak Anda jika Anda merasa anak Anda mengalami gejala-gejalanya. Dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik pada anak.

WebMD. https://www.webmd.com/children/ss/slideshow-common-childhood-skin-problems

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed