Penyakit kulit pada bayi bisa terjadi karena sistem imun tubuhnya belum berkembang secara sempurna
Ruam-ruam hanya salah satu dari banyaknya gejala penyakit kulit pada bayi.

Menjaga buah hati adalah prioritas setiap orangtua. Orangtua pasti akan berusaha semampunya untuk mengetahui dan mencari informasi mengenai kesehatan anak. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penyakit kulit pada bayi.

Penyakit kulit pada bayi cukup umum terjadi dan terdapat berbagai jenis penyakit kulit pada bayi. Terkadang orangtua bisa saja kebingungan untuk mengenali tanda-tanda pada kulit bayi yang perlu mendapatkan penanganan khusus.

Jangan khawatir! Kami akan membahas jenis-jenis penyakit kulit pada bayi dan bagaimana gejala awalnya.

7 Penyakit Kulit pada Bayi yang perlu diwaspadai

Bayi masih rentan terkena berbagai macam penyakit karena sistem imun tubuhnya yang belum berkembang secara sempurna. Salah satu penyakit yang dapat melanda adalah penyakit kulit pada bayi. Berikut adalah beberapa penyakit kulit pada bayi yang perlu diwaspadai:

1. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut yang juga dikenal sebagai flu Singapura ditandai dengan adanya ruam pada tangan serta kaki, dan adanya luka-luka dalam mulut. Penyakit ini umum dijumpai pada anak-anak dan merupakan infeksi dari virus coxsackie.

Gejala awal dari penyakit ini adalah demam dan diikuti oleh sakit tenggorokan serta ruam-ruam. Gejala lain yang mungkin dialami adalah anak merasa tidak enak badan, nafsu makan berkurang, serta mudah kesal.

campak

2. Campak

Campak atau rubeola merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh virus dan menimbulkan ruam-ruam kemerahan yang tampak seperti noda. Gejala dari campak umumnya muncul 10 sampai 14 hari setelah terinfeksi virus campak.

Saat terjangkit campak, gejala yang dapat dialami selain ruam, adalah demam, batuk kering, sakit tenggorokan, beringus, dan adanya bintik-bintik putih dengan warna biru di tengahnya pada bagian dalam pipi atau mulut (Koplik’s spots).

3. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik atau yang dikenal sebagai eksim dapat muncul pada usia mana saja dan biasanya muncul saat masih kecil serta akan mulai menghilang saat anak mulai beranjak dewasa. Biasanya dermatitis atopik atau eksim timbul saat bayi berusia dua tahun.

Kondisi ini tidak dapat diobati tetapi dapat diatasi kemunculannya. Banyak hal yang bisa memicu dermatitis atopik, seperti makanan, sabun, pakaian yang terlalu ketat, dan hal-hal lain yang mungkin dapat menyebabkan iritasi atau alergi.

Dermatitis atopik terlihat dalam bentuk kulit yang kering dan bersisik, benjolan-bejolan yang berair dan bisa luka jika digaruk, serta bercak-bercak yang berwarna merah atau abu. 

4. Impetigo

Penyakit kulit pada bayi dan anak ini disebabkan oleh infeksi kulit dan ditandai dengan luka-luka kemerahan pada wajah, khususnya hidung dan mulut. Luka-luka juga dapat muncul pada tangan dan kaki.

Luka-luka yang disebabkan oleh impetigo dapat meletus dan menjadi koreng berwarna kuning madu. Penderita juga dapat merasakan gatal dan sakit. Impetigo dapat menular ke daerah tubuh lainnya.

cacar air

5. Cacar air

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster dan rentan dialami oleh anak di bawah usia dua tahun. Ciri khas dari cacar air adalah ruam pada kulit yang sangat gatal yang menimbulkan lepuhan-lepuhan.

Setelah beberapa hari, lepuhan-lepuhan tersebut akan meletus dan mengering. Selain lepuhan-lepuhan, penderita juga dapat mengalami demam, sakit pada badan, sakit kepala, menurunnya nafsu makan, merasa kelelahan, dan mudah kesal.

6. Ruam popok

Penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi adalah ruam popok dapat menimbulkan bintik-bintik merah atau ruam merah pada kulit bayi akibat peradangan pada kulit. Ruam popok dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, dan sebagainya.

Biasanya orangtua tidak memerlukan penanganan khusus untuk ruam popok. Umumnya ruam popok dapat ditangani hanya dengan mengganti popok bayi secara rutin.

eksim

7. Biang keringat

Biang keringat merupakan penyakit kulit pada bayi yang serupa dengan ruam popok. Orangtua tidak memerlukan penanganan khusus untuk mengatasi biang keringat. Biang keringat pada bayi biasanya ditandai dengan ruam-ruam merah yang gatal.

Biang keringat disebabkan oleh terperangkapnya keringat dalam kelenjar keringat bayi yang belum berkembang secara sempurna.

Kapan Anda perlu berkonsultasi ke dokter?

Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat apabila ruam-ruam disertai dengan demam, tidak kunjung sembuh atau makin parah, atau jika ruam-ruam yang dialami mengganggu bayi. 

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/6951-skin-problems-in-children
Diakses pada 16 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273#targetText=Atopic%20dermatitis%20(eczema)%20is%20a,by%20asthma%20or%20hay%20fever.
Diakses pada 16 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-2037163
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
Diakses pada 23 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
Diakses pada 23 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324702.php
Diakses pada 23 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rashes-babies-and-children/
Diakses pada 23 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-chickenpox
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed