11 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Muncul


Penyakit kulit pada bayi bisa terjadi karena sistem imun bayi belum berkembang dengan sempurna. Penyakit kulit pada bayi dapat muncul berupa eksim hingga cacar.

(0)
02 May 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyakit kulit pada bayi biasanya menimbulkan ruam kulitPenyakit kulit pada bayi umumnya menyebabkan kulit mengalami ruam
Penyakit kulit pada bayi cukup umum terjadi. Terkadang, orang tua bisa saja kebingungan untuk mengenali tanda-tanda pada kulit bayi yang perlu mendapatkan penanganan khusus.Terlebih, bayi masih rentan terkena berbagai macam penyakit karena sistem imun tubuhnya yang belum berkembang secara sempurna. Selain itu, kulit bayi tentu berbeda dengan kulit orang dewasa.

11 penyakit kulit pada bayi yang perlu diwaspadai

Menurut riset yang terbit pada jurnal Maedica, kulit bayi lebih tipis, tidak berbulu, dan memiliki kelenjar keringat yang lebih sedikit. Hal inilah yang membuat kulit bayi lebih rentan terkena trauma, infeksi bakteri, dan terpengaruh perubahan cuaca.Berikut adalah beberapa penyakit kulit pada bayi kerap ditemukan:

1. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Penyakit kulit pada bayi dan demam ditemukan pada flu Singapura
Penyakit tangan, kaki, dan mulut yang juga dikenal sebagai flu Singapura ditandai dengan adanya ruam pada tangan serta kaki, dan adanya luka-luka dalam mulut. Penyakit ini umum dijumpai pada anak-anak dan merupakan infeksi dari virus coxsackie.Gejala awal dari penyakit ini membuat bayi demam dan diikuti oleh sakit tenggorokan serta ruam kemerahan. Gejala lain yang mungkin dialami adalah anak merasa tidak enak badan, nafsu makan berkurang, serta mudah kesal.

2. Campak

Penyakit kulit pada bayi campak menunjukkan ruam seperti noda
Campak atau rubeola merupakan penyakit kulit pada bayi yang serius. Rubeola ini disebabkan oleh virus dan menimbulkan ruam kemerahan yang tampak seperti noda. Gejala dari campak umumnya muncul 10 sampai 14 hari setelah terinfeksi virus campak.Saat terjangkit campak, gejala yang dapat dialami selain ruam, adalah demam, batuk kering, sakit tenggorokan, beringus, dan adanya bintik-bintik putih dengan warna biru di tengahnya pada bagian dalam pipi atau mulut (Koplik’s spots).

3. Eksim

Penyakit kulit pada bayi eksim timbulkan bercak merah dan kering
Eksim atau yang dikenal sebagai dermatitis atopik adalah penyakit kulit pada bayi yang dapat muncul pada usia mana saja dan biasanya muncul saat masih kecil serta akan mulai menghilang saat anak mulai beranjak dewasa. Biasanya, eksim pada bayi timbul saat berusia dua tahun.Kondisi ini tidak dapat diobati, tetapi kemunculannya dapat diatasi. Banyak hal yang bisa menjadi pemicu dermatitis atopik. Umumnya, penyebabnya adalah makanan, sabun, pakaian yang terlalu ketat, dan hal-hal lain yang menyebabkan iritasi atau alergi.Eksim terlihat dalam bentuk kulit yang kering dan bersisik, benjolan-benjolan yang berair dan bisa luka jika digaruk, serta bercak-bercak yang berwarna merah atau abu-abu.

4. Impetigo

Impetigo merupakan penyakit kulit pada bayi yang menular
Penyakit kulit pada bayi dan anak ini disebabkan oleh infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus. Impetigo ditandai dengan luka-luka kemerahan pada wajah, khususnya hidung dan mulut. Luka-luka juga dapat muncul pada lipatan tangan dan kaki.Luka-luka yang disebabkan oleh impetigo dapat meletus dan menjadi koreng berwarna kuning madu. Penderita juga dapat merasakan gatal dan sakit. Impetigo dapat menular ke daerah tubuh lainnya.Perlu diingat, impetigo dapat menular ke orang lain. Untuk itu, cara mencegah penularan impetigo adalah dengan tidak menggunakan handuk yang sama dengan bayi. Selain itu, ganti handuk sesering mungkin. Sementara, cara mengatasi impetigo adalah dengan memberikan krim zinc oxide dan krim antibiotik berdasarkan rekomendasi dokter. 

5. Cacar air

Penyakit kulit pada bayi cacar disebabkan virus varicella-zoster
Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster dan rentan dialami oleh anak di bawah usia dua tahun. Ciri khas dari cacar air adalah ruam pada kulit yang sangat gatal yang menimbulkan lepuhan-lepuhan.Setelah beberapa hari, lepuhan-lepuhan tersebut akan meletus dan mengering. Selain lepuhan-lepuhan, penderita juga dapat mengalami demam, sakit pada badan, sakit kepala, menurunnya nafsu makan, merasa kelelahan, dan mudah kesal.

6. Ruam popok

Cegah penyakit kulit pada bayi ruam popok dengan rutin ganti popok
Penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi adalah ruam popok dapat menimbulkan bintik-bintik merah atau ruam merah pada kulit bayi akibat peradangan pada kulit. Ruam popok dapat disebabkan oleh iritasi maupun alergi.Biasanya, orang tua tidak memerlukan penanganan khusus untuk ruam popok. Umumnya, ruam akibat pemakaian popok pada bayi dapat ditangani hanya dengan mengganti popok bayi secara rutin. Selain itu, bersihkan area yang mengalami ruam popok dengan air biasa, lalu oleskan krim pelembap.

7. Biang keringat

Baju tipis dan ringan cegah penyakit kulit pada bayi biang keringat
Biang keringat merupakan penyakit kulit pada bayi yang serupa dengan ruam popok. Orang tua tidak memerlukan penanganan khusus untuk mengatasi biang keringatBiang keringat pada bayi biasanya ditandai dengan ruam-ruam merah yang gatal.Biang keringat disebabkan oleh terperangkapnya keringat dalam kelenjar keringat bayi yang belum berkembang secara sempurna. Dalam hal ini, biang keringat kerap terjadi saat bayi menggunakan pakaian yang terlalu tebal ataupun penggunaan bahan kain yang membuat keringat tidak terserap dengan optimal.Untuk mencegah biang keringat, gunakan baju dengan bahan kain yang ringan dan jaga ruangan agar tetap sejuk.

8. Jerawat

Jerawat juga bisa muncul sebagai penyakit kulit pada bayi
Jerawat rupanya juga bisa terjadi pada kulit bayi dan biasanya muncul di sekitar area pipi, hidung, dan dahi. Kemunculannya dapat dimulai sejak satu bulan bayi lahir. Penyakit kulit pada bayi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah tiga hingga empat bulan kemunculannya.Mencuci wajah bayi dengan air bersih dan memberikannya pelembap khusus untuk mengatasi jerawat pada bayi adalah solusi terbaik dalam mengatasinya. Namun, pastikan untuk jangan beri produk obat jerawat orang dewasa untuk kulit bayi.Biasanya, jerawat bayi bukanlah masalah serius. Bahkan, ini merupakan salah satu masalah kulit pada bayi yang sangat umum muncul. Namun, jika setelah tiga bulan jerawat pada bayi tak kunjung sembuh atau membaik, segera kunjungi dokter untuk perawatan yang tepat.

9. Hemangioma

Hemangioma adalah penyakit kulit pada bayi sebabkan benjolan
Hemangioma merupakan masalah kulit pada bayi yang kerap muncul. Penyakit kulit ini berbentuk tanda lahir berwarna merah cerah dan muncul pada saat bayi lahir. Namun, tidak menutup kemungkinan tanda ini baru muncul setelah seminggu atau dua minggu kelahiran bayi.Masalah kulit pada bayi ini akan terlihat serupa benjolan yang muncul dari pembuluh darah berlebih di kulit. Biasanya, benjolannya berukuran hingga 10 cm dengan bentuk lingkaran atau oval. Meski demikian, gangguan kulit bayi satu ini tidak berbahaya dan akan hilang sendiri seiring usia bayi.

10. Milia

Tanda penyakit kulit pada bayi milia adalah bintik putih kecil
Milia merupakan masalah kulit pada bayi yang ditandai dengan bintik-bintik putih kecil yang muncul pada wajah bayi. Penyakit kulit pada bayi ini sangat umum dan bahkan dapat ditemukan pada sebagian besar bayi baru lahir. Kemunculannya diketahui terjadi karena adanya sel kulit mati yang terjebak di dalam kantong kecil di sekitar permukaan kulit bayi.Terkadang, milia pun bisa ditemukan di gusi. Penyakit kulit ini kerap terjadi di awal kelahiran bayi. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Milia akan sembuh dengan sendirinya tanpa cara tertentu untuk mencegah atau merawatnya dengan khusus.

11. Cradle cap

Penyakit kulit pada bayi cradle cap akibat kulit kepala berminyak
Cradle cap adalah masalah kulit pada bayi yang membuat kondisi kulit kepala bayi menjadi berkerak. Hal ini terjadi akibat kulit kepala bayi sangat berminyak. Namun, perlu diingat, cradle cap tidak menimbulkan rasa gatal.Gejala yang ditunjukkan cradle cap adalah:
  • Ada sisik dan kerak tebal di kulit kepala.
  • Kulit kepala berminyak.
  • Muncul kemerahan pada kulit kepala.
  • Ada serpihan kulit kepala.
Menurut riset yang terbit pada jurnal Cochrane Database of Systematic Review, cradle cap lebih sering terjadi pada bayi usia di bawah 1 tahun. Seiring bertambahnya usia, penyakit pada bayi ini lebih jarang dijumpai.Cara mengatasi masalah kulit pada bayi ini adalah dengan menggosok kulit kepala dengan sikat lembut saat bayi keramas. Selain itu, gunakan pelembap untuk kulit kepala, seperti minyak zaitun atau petroleum jelly untuk melunakkan kerak agar mudah dibersihkan.

Catatan dari SehatQ

Penyakit kulit pada bayi kerap terjadi. Hal ini disebabkan kulit bayi yang masih rentan terhadap paparan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, imun bayi yang belum berkembang dengan sempurna pun juga memengaruhi terjadinya penyakit kulit pada bayi.Jika penyakit kulit pada bayi disertai dengan demam, tidak kunjung sembuh atau semakin parah, atau mengganggu bayi, segera konsultasikan ke dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan perawatan kulit bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran dengan harga menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
cacar airgatalbayiruam popokpenyakit kulitmasalah kulitinfeksi kulitcampakimpetigobiang keringatruam kulitdermatitis seboroikeksim
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/6951-skin-problems-in-children
Diakses pada 16 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273#targetText=Atopic%20dermatitis%20(eczema)%20is%20a,by%20asthma%20or%20hay%20fever.
Diakses pada 16 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-2037163
Diakses pada 23 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 23 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
Diakses pada 23 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
Diakses pada 23 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324702.php
Diakses pada 23 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rashes-babies-and-children/
Diakses pada 23 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-chickenpox
Diakses pada 23 April 2019
United Kingdom National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/cradle-cap/
Diakses pada 23 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cradle-cap/symptoms-causes/syc-20350396
Diakses pada 23 Oktober 2020
Derm Net. https://dermnetnz.org/topics/intertrigo/
Diakses pada 23 Oktober 2020
African Skin Disease. https://dermnetnz.org/topics/intertrigo/
Diakses pada 23 Oktober 2020
The British Media Journal. https://pmj.bmj.com/content/postgradmedj/8/82/289.full.pdf
Diakses pada 23 Oktober 2020
Maedica. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5574071/
Diakses pada 23 Oktober 2020
Cochrane Database of Systematic Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6397947/
Diakses pada 23 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait