Penyakit kulit menular tidak hanya menyebabkan gatal, namun juga ada gejala lainnya
Ilustrasi seorang wanita sedang menggaruk tangannya yang gatal akibat penyakit kulit

Jangan remehkan penyakit kulit yang mungkin sedang dialami oleh orang terdekat maupun Anda sendiri. Pasalnya, beberapa jenis penyakit kulit memiliki sifat yang sangat menular sehingga harus segera dikenali dan dirawat dengan baik.

Penyakit kulit bisa terjadi ketika ada parasit, jamur, virus, maupun bakteri yang membuat kulit infeksi. Ketika Anda menderita penyakit ini, area kulit yang terinfeksi akan terasa sakit, menjadi bengkak, maupun berubah warna dengan tingkat keparahan ringan, sedang, hingga parah.

Beberapa jenis penyakit kulit tidak menular, misalnya dermatitis atopik (eksim) dan psoriasis. Namun, banyak juga penyakit kulit yang awam terjadi di masyarakat justru sangat menular.

Jenis penyakit kulit menular dan cara mengobatinya

Penyakit kulit menular biasanya terjadi pada orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan juga anak-anak akan mengalaminya. Jenis penyakit menular tersebut, antara lain:

  • Herpes

Herpes adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1) atau tipe 2 (HSV-2). Virus ini biasanya menyerang area mulut, kemaluan, maupun rektum yang ditandai dengan munculnya lentingan berisi cairan.

Cairan pada lenting itulah yang berisi virus dan dapat menulari orang lain. Penularan herpes yang terdapat di mulut bisa terjadi melalui ciuman, sedangkan herpes di kemaluan menyebar melalui hubungan seksual.

Anda tetap bisa menulari orang lain, bahkan jika herpes tidak sampai memunculkan gejala apa pun. Tidak ada obat yang dapat menghilalangkan herpes sepenuhnya, namun dokter bisa meresepkan acyclovir atau valacyclovir untuk meredakan gejala Anda serta mempercepat waktu penyembuhannya.

  • Impetigo

Penyakit kulit menular ini paling banyak menyerang anak-anak, terutama di area wajah dan tangan. Lesi impetigo awalnya berwarna merah dan basah, kemudian membentuk kerak yang berwarna kekuningan.

Impetigo menular ketika disentuh, baik disentuh langsung maupun ketika cairannya menempel di benda-benda seperti baju atau mainan anak. Namun, kondisi ini bisa diobati dengan mengoleskan obat antibiotik yang biasanya berbentuk krim.

  • Kurap

Kurap adalah penyakit infeksi jamur yang berkembang di tempat lembap dan hangat, misalnya pada sela-sela jari kaki. Jamur ini sangat menular, terutama bila Anda memakai handuk atau kaus kaki yang sama dengan penderita kurap.

Untuk mengobatinya, Anda bisa menggunakan krim antijamur yang dijual bebas. Namun, penyakit kulit ini bisa kembali menginfeksi Anda di tempat yang sama jika Anda tidak mempraktikkan kebersihan yang baik.

  • MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus)

Penyakit kulit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan menyebabkan munculnya lenting kecil, bengkak, dan meradang berisi cairan. MRSA sangat menular dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh dengan cepat.

Meski disebabkan oleh bakteri, tidak semua antibiotik dapat menyembuhkannya. Untuk menghindari penularan ke orang lain, Anda harus menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan, menutup lesi, dan tidak berbagi barang-barang pribadi seperti handuk.

  • Cacar air dan shingle

Penularan penyakit kulit ini bahkan bisa menyebar melalui udara sehingga penderitanya sangat dianjurkan untuk berdiam di rumah hingga lentingnya mengering. Pencegahan penyakit ini juga bisa dilakukan dengan imunisasi.

Cacar air memang hanya akan terjadi satu kali seumur hidup Anda. Namun, virus yang menyebabkannya dapat bersemayam dalam tubuh dan menyebabkan shingle saat Anda dewasa.

  • Scabies

Penyakit ini disebabkan oleh kutu kulit yang berada di lapisan kulit terluar sehingga menyebabkan munculnya semacam jerawat yang terasa gatal. Kutu ini bisa menular ke orang lain lewat kontak langsung atau melalui perantara baju maupun furnitur.

Jika Anda menderita penyakit ini, periksakan diri ke dokter. Pengobatan scabies mungkin memakan waktu 4 minggu atau lebih.

Cara menghindari terkena penyakit kulit menular

Sebagian besar penyakit kulit menular bisa dihindari dengan melakukan praktik kebersihan yang baik. Anda pun sebaiknya meminimalisir kontak dengan area yang terinfeksi, termasuk dengan tidak menggaruknya.

Beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Tidak berbagi benda-benda yang sama dengan penderita penyakit kulit menular, misalnya baju, handuk, sisir, atau barang pribadi lainnya
  • Ganti sprei tempat tidur, sarung bantak, sofa, maupun penutup furnitur lainnya secara berkala.

Ajari juga anak Anda untuk melakukan hal yang sama. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda terkena penyakit kulit menular, periksakan ia ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obatan tertentu.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324654
Diakses pada 14 Maret 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/are_skin_rashes_contagious/article.htm
Diakses pada 14 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/contagious-skin-rashes
Diakses pada 14 Maret 2020

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/herpes/
Diakses pada 14 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-contagious-rashes
Diakses pada 14 Maret 2020

Artikel Terkait