10 Jenis Penyakit Kulit Langka yang Mungkin Belum Pernah Anda Dengar

(0)
25 Apr 2021|Azelia Trifiana
Penyakit kulit langka membutuhkan penanganan spesifikPenyakit kulit langka membutuhkan penanganan spesifik
Tanpa mengenal usia, penyakit kulit bisa dialami siapapun. Ada yang umum seperti psoriasis, eksim, atau dermatitis atopik. Di sisi lain, ada pula penyakit kulit langka yang penanganannya harus lebih spesifik.Sayangnya, beberapa jenis penyakit kulit yang langka ini juga bisa menjadi parah dan rumit penanganannya. Namun dengan kombinasi perawatan serta pemberian obat yang tepat, harapan kesembuhan tetap ada.

Jenis penyakit kulit langka

Beberapa jenis penyakit kulit langka bahkan yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya adalah:

1. Hidradenitis Suppurativa

Ini adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan benjolan kecil dan nyeri di banyak area tubuh, termasuk ketiak, paha, bokong, dan payudara. Hidradenitis suppurativa kerap terjadi pada fase pubertas, remaja perempuan 3 kali lebih rentan mengalaminya ketimbang laki-laki.Penanganannya bisa dengan memberikan obat krim antibiotik atau pereda nyeri. Namun apabila tidak membuahkan hasil, prosedur operasi dengan terapi laser atau pengangkatan area terdampak juga jadi pilihan.

2. Argyria

Ciri utama argyria adalah membuat kulit berubah warna menjadi kebiruan atau keabuan. Pemicu utamanya bisa jadi karena paparan berlebih terhadap silver. Apabila seseorang menelan silver dalam dosis besar atau bahkan terpapar silver dalam dosis kecil namun terus menerus, ada kemungkinan terjadi deposit di kulit.Penyakit ini tidak mengancam nyawa. Hanya saja, perubahan warna kulit ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan sosial. Sayangnya, pigmentasi ini bersifat permanen dan hampir mustahil diobati.

3. Pemphigus

Pemphigus adalah penyakit kulit autoimun yang menyebabkan luka di mulut, tenggorokan, atau kelamin. Apabila dibiarkan tanpa tertangani, bisa berakibat fatal. Bisa terjadi pada siapapun, namun orang berusia lanjut adalah kelompok paling berisiko.

4. Acral Peeling Skin Syndrome

Penyakit kulit genetik ini menimbulkan pengelupasan kulit terluar namun tidak menyebabkan nyeri. Paling sering, pengelupasan terjadi di tangan dan kaki. bisa muncul sejak lahir, namun ada kemungkinan terjadi saat lebih besar hingga dewasa.Belum ada obat untuk penyakit akibat mutasi genetik TGM5 ini. Penanganan lebih fokus pada mencegah kerusakan kulit dan meredakan gejala yang muncul.

5. Morgellons

Penyakit kulit langka berikutnya adalah morgellons yang tampak seperti luka dengan material seperti benang keluar dari kulit. Kondisi ini membuat penderitanya merasa seakan ada serangga merayap di atas atau bawah kulitnya. Terkadang, gejala ini membuatnya mirip seperti masalah kejiwaan.Menurut ahli, morgellons berkaitan dengan penyakit Lyme yang disebabkan oleh kutu yang membawa bakteri. Penanganannya bergantung pada pemicunya. Apabila karena bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.

6. Erythopoietic Protoporphyria

Disebut juga EPP, ini adalah penyakit kulit langka akibat mutasi sehingga seseorang mengalami kekurangan enzim prototoporphyrin IX. Konsekuensinya, terjadi penumpukan protein protoporphyrin sehingga kulit sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari.Mutasi ini terjadi karena faktor keturunan, sehingga bayi dan anak-anak bisa mengalami gejalanya sejak dini ketika terpapar sinar matahari. Tidak ada obat untuk penyakit ini, sehingga penanganan fokus pada fototerapi guna meningkatkan kadar melanin pada kulit.

7. Harlequin Ichthyosis

Ciri utama kelainan genetik ini adalah pengerasan kulit hampir di seluruh tubuh ketika lahir. Bahkan, kondisi ini bisa membatasi gerakan di tangan dan kaki. pada kasus yang lebih serius, gerakan dada jadi terbatas sehingga menyebabkan masalah pernapasan.Penyakit kulit langka ini juga membuat bayi sulit mengendalikan kadar cairan dalam tubuh, temperatur, dan melawan infeksi. Penanganan paling utama adalah pemberian krim yang mengandung asam salisilat atau urea agar kulit menjadi lebih lunak.

8. Interstitial Granulomatous Dermatitis

IGD ditandai dengan pola tertentu yang menyertai peradangan kulit. Biasanya, bentuknya seperti tali. IGD kerap terjadi pada orang yang memiliki penyakit autoimun dan gejala awal sindrom Blau. Penanganan untuk masalah yang berkaitan dengan kondisi autoimun ini adalah pemberian steroid topikal  atau oles.

9. Ichthyosis Vulgaris

Disebut fish scale disease, ini merupakan penyakit kulit genetik saat kulit tak bisa membuang sel kulit mati. Bisa terjadi hanya di satu area spesifik, bisa juga di area lebih lebar pada kondisi yang parah.Meskipun terjadi karena mutasi genetik, ada pula kemungkinan orang dewasa mengalaminya apabila menderita penyakit kanker, gagal ginjal, atau penyakit tiroid.

10. Elastoderma

Pada penderita elastoderma, kulit bisa menjadi sangat kendur terutama di leher, siku, dan lutut. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun bisa karena produksi elastin berlebih di area tertentu. Ini merupakan protein yang penting bagi kulit dan jaringan ikat lain di penjuru tubuh.Untuk penanganannya, bisa lewat prosedur operasi mengangkat kulit yang terdampak. Namun, kondisi ini bisa saja berulang setelah operasi.Meski banyak dari jenis penyakit langka di atas belum ada obatnya, tetap saja langkah penanganan untuk meredakan gejalanya sangat mungkin dilakukan. Sesuaikan kondisi masing-masing dengan cara penanganan paling tepat.

Tak kalah penting, apabila penyakit di atas terjadi karena kondisi medis lain, maka perlu penanganan lebih menyeluruh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala penyakit kulit langka, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpenyakit kulitmasalah kulit
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/rare-skin-diseases-5096005
Diakses pada 10 April 2021
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/ichthyosis-vulgaris-treatment
Diakses pada 10 April 2021
JAMA Network. https://jamanetwork.com/journals/jamadermatology/fullarticle/2626146
Diakses pada 10 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait