Pentingnya Mewaspadai Penyakit Jantung dan Memahami Langkah Pencegahannya

(0)
Jenis penyakit jantung seperti serangan jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana sajaSerangan jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja
Jantung adalah salah satu organ tubuh yang sangat vital. Alasannya karena jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.Jantung bekerja dengan berdenyut selama 60-100 kali per menit atau kurang lebih 100 ribu kali per hari dan setara dengan 2,5 milyar kali seumur hidup.Selain itu, jantung memompa kurang lebih 70 cc darah/denyut atau kurang dari 227 juta L seumur hidup, serta setara dengan mengitari 100 ribu km pembuluh darah mendapat makanan dari arteri jantung.Oleh sebab itu, menjaga kesehatan jantung sangat penting dilakukan untuk menghindari risiko Anda terkena penyakit jantung. Salah satu cara mendeteksi penyakit jantung adalah dengan mengenali tanda-tanda dan gejala serangan jantung sejak dini.

Jenis-jenis penyakit jantung yang perlu diwaspadai

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Awal Bros, dr. Andriga Dirgantomo, Sp.JP, FIHA, mengatakan bahwa seluruh struktur organ jantung dapat mengalami kelainan atau penyakit.Penyakit jantung dapat terjadi sejak lahir (kongenital), akibat kelainan pembentukan jantung, dan penyakit jantung koroner. “Hal yang paling ditakuti dan dikenal masyarakat adalah penyakit jantung koroner karena dapat menyebabkan kematian jantung mendadak,” ujar dr. Andriga.Menurut dr. Andriga, berikut adalah beberapa penyakit jantung yang perlu diwaspadai:

1. Penyakit jantung bawaan (PJB)

Penyakit jantung bawaan terjadi akibat kelainan pembentukan jantung ketika janin masih dalam kandungan ibu. Penyakit jantung bawaan dapat berupa:
  • Cacat pada sekat jantung
  • Adanya pembuluh darah yang tidak menutup
  • Posisi pembuluh darah tertukar
  • Gabungan berbagai kelainan jantung.
Secara umum, PJB dibagi dalam dua kategori berbeda, yaitu kondisi anak tidak terlihat biru (PJB nonsianosis) dan kondisi anak terlihat biru (PJB sianosis). Untuk penanganannya, tergantung dari jenis PJB yang diderita.

2. Penyakit katup jantung

Penyakit katup jantung dapat berupa penyempitan atau pelebaran diameter katup. Penyakit katup jantung yang paling sering terjadi adalah stenosis mitral dan stenosis aorta. Penyakit katup jantung umumnya disebabkan oleh penyakit rematik dan infeksi.Keluhan penyakit ini meliputi sesak saat beraktivitas, serta dapat muncul saat penyakit sudah tergolong cukup berat. Ketika dokter melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop, detak jantung Anda akan terasa tidak beraturan (abnormal).Selanjutnya, dokter spesialis jantung akan meminta pasien untuk melakukan ekokardiografi, yang bertujuan untuk melihat struktur jantung dengan lebih jelas. Jika diperlukan, tindakan pembedahan mungkin dilakukan untuk mengobati penyakit katup jantung.  

3. Penyakit jantung koroner

Penyakit ini dapat disebabkan oleh penyempitan arteri jantung akibat aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di dalam dinding arteri koroner (pembuluh yang mengalirkan darah menuju otot jantung).Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di dunia. Pasalnya, penyakit jantung koroner dapat menimbulkan serangan jantung hingga menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya.Dokter Andriga juga menjelaskan bahwa kematian jantung mendadak merupakan kematian yang terjadi dalam waktu beberapa menit hingga satu jam setelah terjadi gejala. Penyebab utamanya adalah kelainan jantung.Kematian jantung mendadak adalah kematian yang tidak disaksikan (unwitness). “Kelainan jantung mungkin sudah diketahui, tetapi waktu dan cara kematiannya tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

Bagaimana serangan jantung dapat terjadi?

Serangan jantung dapat terjadi akibat berhenti atau berkurangnya pasokan darah ke otot jantung secara mendadak. Hal tersebut yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh jantung oleh gumpalan darah.Serangan jantung dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya:
  • Efek pada jantung: kerusakan otot jantung dan kelainan irama jantung atau henti jantung mendadak.
  • Efek pada tubuh: kerusakan organ karena kurangnya pasokan darah.
Serangan jantung dapat terjadi kapan dan di mana saja. Maka dari itu, penting untuk melakukan deteksi penyakit jantung sedini mungkin.

Cara mencegah penyakit jantung

Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Menerapkan pola hidup sehat sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung:
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat, bila perlu konsultasikan dengan dokter ahli gizi.
  • Mengurangi berat badan berlebih.
  • Mengurangi asupan makanan tinggi kalori.
  • Mengurangi asupan garam.
  • Mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak.
  • Mengurangi minum minuman beralkohol.
  • Meningkatkan asupan buah-buahan, sayur-sayuran, dan sereal.
  • Meningkatkan aktivitas fisik secara rutin, minimal 30 menit sehari selama 3-4 kali setiap minggu.
Di bawah ini adalah jumlah dan cara menghitung indeks massa tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar lemak dalam darah, dan kadar gula dalam darah normal yang dapat menjadi acuan Anda.
  • Indeks massa tubuh: (BB/TB2) < 25 kg/m2
  • Kegemukan sentral (lingkar pinggang), pria: > 94 cm dan wanita: > 80 cm.
  • Tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg.
  • Kadar lemak darah. Total kolesterol <190 mg/dL. Kolesterol LDL <100 mg/dL. HDL >40 mg/dL. Trigliserida <180 mg/dL akan meningkatkan risiko.
  • Glukosa darah. Target gula darah yang baik adalah: Puasa 91 – 120 mg/dL. Post prondial 136 – 160 mg/dL. HbA1C <7%.
Tak ada salahnya Anda untuk melakukan skrining kesehatan, terutama apabila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner, atau keluarga dekat pasien dengan PJK prematur (pria kurang dari usia 55 tahun dan wanita kurang dari 65 tahun).Pastikan untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung secara rutin. Dengan begitu, jika Anda mengalami tanda-tanda penyakit jantung dapat dideteksi dan diberikan penanganan lebih lanjut.Narasumber:
dr. Andriga Dirgantomo, Sp.JP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung
Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat
penyakit jantungserangan jantungpenyakit jantung koroner
RS Awal Bros Bekasi Barat
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait