Rheumatoid arthritis adalah salah satu dari penyakit autoimun yang umum terjadi
Lupus merupakan salah satu dari penyakit autoimun yang bisa menyerang kulit

Sistem kekebalan tubuh seharusnya menjadi benteng bagi kesehatan tubuh Anda. Tetapi, tidak demikian ketika Anda mengidap penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel sehat yang berada di dalam tubuh Anda.

Normalnya, sistem imun hanya akan bereaksi ketika tubuh Anda terserang virus atau bakteri. Sistem imun akan melepaskan zat bernama antibodi untuk melawan memerangi sel-sel jahat tersebut.

[[artikel-terkait]]

Pada pengidap penyakit autoimun, sistem imun ini tidak dapat membedakan sel jahat dengan baik di tubuh Anda. Akibatnya, sistem kekebalan ini justru menyerang tubuh Anda sendiri. Efeknya, Anda akan lebih rentan mengidap berbagai macam penyakit. 

Penyakit autoimun adalah misteri bagi dunia kesehatan karena penyebabnya belum diketahui secara pasti. Ketika terkena penyakit autoimun ini pun, tubuh akan mengeluarkan reaksi yang tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. 

5 Jenis penyakit autoimun yang paling umum

Terdapat beragam jenis kondisi autoimun yang bisa menyerang. Beberapa jenisnya yang paling umum meliputi:

  • Rheumatoid arthritis. Penyakit ini menyerang persendian dengan gejala sendi yang nyeri, kaku, berwarna kemerahan, dan hangat ketika disentuh.
  • Inflammatory bowel disease (IBD) yang memicu peradangan atau inflamasi pada dinding usus bagian dalam. Penderita akan mengalami sakit perut dan diare.
  • Diabetes tipe 1, yang terjadi ketika sistem imun menyerang sel-sel pembuat insulin dalam pankreas. Akibatnya, penderita akan memiliki kadar gula darah tinggi dan dapat mengalami komplikasi yang serupa dengan penderita diabetes tipe 2
  • Penyakit Addison. Penyakit ini memicu kekurangan hormon kortisol yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengolah dan menyimpan karbohidrat serta glukosa.
  • Multiple sclerosis. Pada tubuh penderita, sistem imun menyerang selubung myelin yang melapisi dan melindungi sel-sel saraf, sehingga mengalami kerusakan. Akibatnya, penderita dapat mengalami lemah otot, gangguan keseimbangan, sensasi kebas, serta kesulitan berjalan.

Lupus dan 5 penyakit kulit yang termasuk kondisi autoimun

Penyakit autoimun juga bisa menyerang kulit. Dalam beberapa kasus, kondisi ini hanya menyerang satu bagian saja.

Meski begitu, ada pula jenis penyakit autoimun yang menyerang seluruh tubuh, termasuk kulit, organ, hingga jaringan saraf. Contohnya adalah lupus eritematosus sistemik atau yang dikenal dengan sebutan penyakit lupus.

Lupus kerap dikategorikan sebagai penyakit autoimun yang menyerang kulit. Pasalnya, penyakit ini sering ditandai dengan munculnya tanda merah pada bagian hidung dan kedua pipi penderita, yang mirip seperti sepasang sayap kupu-kupu.

Selain lupus, beberapa penyakit autoimun berikut juga bisa memengaruhi kulit Anda:

  • Psoriasis, yaitu kondisi autoimun yang ditandai dengan terlalu cepatnya pertumbuhan sel kulit sehingga terjadi penumpukan sel kulit mati. Penderita biasanya mengeluhkan kulit yang kemerahan, menebal, bersisik, gatal, serta nyeri. Gejala psoriasis umumnya tumbuh di bagian kepala, namun juga bisa muncul di lutut maupun siku. Biasanya lesi akan timbul di daerah yang sering tergesek.
  • Skleroderma. Sama seperti lupus, skleroderma bisa terjadi di seluruh bagian tubuh Anda. Bila terjadi di kulit, gejala yang muncul meliputi penebalan kulit di sekitar jaringan penyambung tulang-tulang Anda.
  • Dermatomyositis. Penyakit autoimun ini selalu muncul bersama polymyositis yang menyerang otot. Khusus dermatomyositis, gejalanya bisa berupa ruam kulit yang biasanya muncul di tubuh bagian atas, penebalan dan pengencangan kulit di berbagai bagian tubuh, serta kelopak mata yang berwarna ungu. 
  • Epidermolysis bullosa acquisita. Penyakit ini ditandai dengan munculnya luka melepuh berisi cairan. Penyebabnya bisa hal-hal yang terlihat remeh, seperti sentuhan atau bahkan peningkatan suhu ruangan. Biasanya, penyakit ini baru timbul ketika usia Anda sudah berusia di atas 50 tahun.
  • Bullous pemphigoid. Gejalanya mirip dengan epidermolysis bullosa, yakni munculnya luka melepuh. Namun kondisinya cenderung lebih parah karena lepuhan bisa pecah dan menjadi luka. Lepuhan bisa muncul pada lengan, kaki, dan dada, serta mulut. Sebagian penderita pun kecil dapat mengalami gusi gatal dan berdarah. 

Siapa pun bisa mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Namun penyakit autoimun tergolong kondisi yang lebih sering menimpa dan dipengaruhi oleh faktor keturunan. Karena itu, penting juga untuk mengetahui riwayat medis dari Anda maupun keluarga.

Diagnosis untuk penyakit autoimun adalah pemeriksaan dengan tes antibodi. Sedangkan pengobatannya bertujuan mengendalikan gejala yang dialami serta menekan respons dari sistem kekebalan tubuh penderita.

Healthline. https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders#bottom-line
Diakses pada 17 Juni 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/autoimmune-disorders/autoimmune-skin-disorders.aspx
Diakses pada 17 Juni 2019

P2PTM Kementerian Kesehatan RI. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/penyakit-autoimun-dan-wanita
Diakses pada 17 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/autoimmune-diseases
Diakses pada 17 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed