Jenis Pengobatan Dislokasi Bahu yang Efektif dan Aman

(0)
01 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pengobatan dislokasi bahu dapat dilakukan dengan operasi dan tanpa operasiDislokasi bahu adalah salah satu jenis cedera olahraga yang sering terjadi
Cedera bahu memang tidak terjadi sesering cedera lulut dan engkel atau pergelangan kaki. Namun, bukan berarti perawatan untuk kondisi ini bisa disepelekan. Salah satu jenis cedera bahu yang paling sering terjadi adalah dislokasi bahu dan gangguan ini bisa diobati dengan ataupun tanpa operasi.Dislokasi bahu adalah kondisi di mana sendi bola pada lengan atas keluar dari soket bahu. Hal ini dapat terjadi karena adanya trauma dari luar seperti benturan, jatuh dengan tangan menahan badan atau tangan terlentang ke samping, serta dorongan dari depan atau belakang.Jangan tunda untuk menangani dislokasi bahu. Sebab, penanganan kondisi ini tidak semata-mata hanya untuk mengembalikan posisi bahu. Dislokasi bahu yang tidak ditangani secara tepat juga bisa terjadi lagi di kemudian hari.

Penanganan dislokasi bahu yang tepat

Agar dislokasi bahu tidak kembali kambuh di masa depan, pastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat untuk kondisi ini. Berikut ini beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan.

1. Mengembalikan bahu ke posisi semula

Hal pertama yang harus dilakukan saat terjadi dislokasi bahu adalah mengembalikan posisinya ke tempat semula. Sebelum mengembalikan posisi bahu, dokter mungkin memberikan obat yang bisa membuat otot menjadi lebih rileks ataupun obat bius. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dari pembengkakan yang terjadi.Setelah bahu kembali ke posisi semula, rasa sakit akan berangsur-angsur reda. Namun, pada kerusakan yang sedang hingga parah, perawatan biasanya tidak akan berhenti di sini. Jika ada jaringan di sekitar bahu yang rusak, maka diperlukan operasi lanjutan.

2. Operasi arthtroscopy

Arthroscopy adalah teknik operasi dislokasi bahu terbaru menggunakan alat khusus. Tidak seperti operasi konvensional yang perlu membuka jaringan dalam jumlah banyak, dokter yang melakukan arthroscopy hanya perlu membuka jaringan kurang dari 1 cm sebagai tempat masuknya alat.Pada operasi ini, posisi bahu tidak hanya dikembalikan ke tempat semula, namun jaringan-jaringan di sekitarnya yang sobek, juga diperbaiki. Hal ini membuat risiko kekambuhan yang tadinya berkisar 70-100 persen bisa turun hingga 4-20 persen.Prosedur ini juga akan membuat penderita dislokasi bahu dapat kembali berolahraga dengan baik dan kompetitif seperti semula.Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, setelah operasi Anda juga disarankan untuk melakukan rehabilitasi fisik. Terapi rehabilitasi ini biasanya perlu dilakukan beberapa kali secara perlahan.Pada satu bulan pertama, pasien biasanya akan dilatih untuk kembali melakukan gerakan ayunan bahu. Lalu bulan berikutnya meningkat lagi ke aktivitas fisik yang lebih berat.

3. Penggunaan splint

Splint atau penyangga bahu biasanya akan dipasang beberapa hari atau minggu setelah perawatan dislokasi selesai dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menjaga bahu Anda agar tidak bergerak berlebihan, sehingga proses penyembuhan bisa berlangsung baik.

4. Konsumsi obat-obatan

Untuk membantu mengurangi rasa nyeri dislokasi bahu, dokter juga bisa meresepkan obat pereda nyeri maupun obat untuk pelemas otot.

5. Kompres es lalu kompres hangat

Mengompres bahu dengan kompres es akan membantu meredakan peradangan dan nyeri di bahu. Anda bisa mengompres bahu selama 15-20 menit dengan es batu yang dibungkus oleh handuk atau kain. Lakukan selama beberapa hari hingga nyeri dan peradangan sudah mulai reda.Lalu, di hari-hari selanjutnya, kompres bahu menggunakan kompres hangat untuk membantu otot jadi terasa lebih rileks dan bahu terasa lebih nyaman. Kompres bahu maksimal selama 20 menit.

Alasan pentingnya penanganan dislokasi bahu

Selama ini, dislokasi bahu ini sering kali tidak ditangani sesuai kondisinya. Banyak orang yang akan menyepelekan kondisi ini dan menganggap lepasnya sendi bahu cukup ditangani dengan mengembalikannya ke posisi semula.Dislokasi bahu yang tidak tertangani dengan baik, pada 70-100 persen kasus akan kembali mengalami dislokasi di kemudian hari. Selain kembali kambuh, penyebab terjadinya dislokasi bahu di masa depan juga bisa jauh lebih ringan dibandingkan sebelumnya.Sebagai contoh, jika dislokasi saat ini terjadi akibat benturan keras seperti kecelakaan dan tidak ditangani dengan benar, maka di lain waktu bisa saja mengalami dislokasi lagi pada lokasi yang sama hanya karena Anda merentangkan tangan saat menguap.Itu sebabnya, kondisi ini harus ditangani hingga benar-benar tuntas, apalagi bagi atlet yang memiliki tuntutan intensitas olahraga yang tinggi.Menderita cedera bahu tentu dapat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Oleh karena itu, jangan tunda untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat sebelum kondisi bertambah parah.Narasumber:
dr. Gede Chandra Purnama Yudha, Sp.OT
Dokter Spesialis Orthopedi
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
cedera bahudislokasi bahu
RS Orthopedi & Traumatologi SurabayaMayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocated-shoulder/diagnosis-treatment/drc-20371720
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait