Pilihan Jenis Olahraga untuk Penderita Tiroid agar Tetap Sehat dan Bugar

Gejala tiroid bisa diatasi dengan berenang
Berenang bisa jadi pilihan olahraga penderita tiroid

Ada berbagai macam penyakit yang dapat memengaruhi fungsi kerja kelenjar tiroid. Dua jenis penyakit tiroid yang paling umum, yakni hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak) dan hipotiroid (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih sedikit).

Hipertiroid dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti mudah berkeringat, jantung berdebar, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. Sementara, hipotiroid menyebabkan proses metabolisme tubuh menjadi lambat, mudah lelah, dan kenaikan berat badan.

Sebagian besar penderita tiroid mengonsumsi obat-obatan guna meredakan gejala penyakit. Selain menggunakan obat dokter, meringankan gejala penyakit tiroid juga dapat dilakukan dengan berolahraga.

Jenis-jenis olahraga untuk penderita tiroid yang dianjurkan

Olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik penting yang perlu dilakukan oleh setiap orang secara rutin, tak terkecuali bagi penderita tiroid.

Jika Anda adalah penderita hipotiroid, umumnya akan mengalami peningkatan berat badan. Oleh karena itu, melakukan olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Olahraga low impact

Olahraga low impact adalah jenis aktivitas fisik yang ditujukan bagi Anda yang sudah lama tidak melakukan olahraga. Anda dapat memilih jenis olahraga yang disukai, lalu memulainya dengan frekuensi dan durasi yang singkat.

Selanjutnya, Anda dapat meningkatkan frekuensi dan durasi apabila sudah bisa beradaptasi. Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga untuk penderita tiroid yang cocok dilakukan.

1. Jalan kaki

Jalan kaki merupakan pilihan olahraga untuk penderita tiroid yang paling mudah dan sederhana.

Terlebih Anda tidak membutuhkan alat khusus atau lokasi tertentu untuk melakukannya. Pasalnya, Anda dapat berjalan kaki mengelilingi tempat tinggal saat pagi atau sore hari.

Secara umum, orang yang sering jalan kaki, baik jalan santai atau jalan cepat, akan mendapatkan berbagai manfaat. Mulai dari melepaskan ketegangan otot, melatih pernapasan, dan menenangkan sistem saraf. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih santai karena tingkat stres berkurang.

Jika Anda baru memulai olahraga ini, lakukanlah 10 menit jalan kaki sebanyak dua kali dalam seminggu. Setelah 2-3 minggu, Anda dapat meningkatkan frekuensi dan durasi berjalan kaki secara bertahap.

Selanjutnya, rutin lakukan jalan kaki setidaknya 30 menit tanpa berhenti, minimal tiga kali dalam seminggu.

2. Bersepeda

Selain jalan kaki, bersepeda juga merupakan jenis olahraga aerobik lainnya yang baik bagi penderita tiroid.

Pilihan olahraga ini pun dapat meningkatkan aliran darah ke kaki dan membakar kalori. Inilah alasan mengapa bersepeda memiliki manfaat dalam menjaga berat badan sekaligus membentuk otot-otot.

Anda bisa bersepeda mengelilingi komplek perumahan, atau menggunakan sepeda statis yang digunakan di dalam ruangan, selama 20 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu guna meningkatkan energi dalam tubuh.

3. Yoga

Jenis olahraga untuk penderita tiroid lainnya adalah yoga. Berbagai postur yoga diyakini dapat menurunkan stres pada penderita hipotiroid dan hipertiroid.

Dari sekian banyak gerakan yoga, ada beberapa postur yang dianggap dapat meringankan gejala penyakit tiroid. Pose yoga tersebut di antaranya:

  • Supported shoulder stand.
  • Supported headstand pose.
  • Upward bow pose.
  • Plow pose.
  • Fish pose.
  • Bridge pose.
  • Cobra pose.
  • Boat pose.

Berbagai gerakan yoga tersebut fokus untuk menstimulasi area tenggorokan. Dengan demikian, ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan sirkulasi pernapasan serta meregangkan dan memperkuat leher, di mana letak kelenjar tiroid berada.

Jika Anda adalah pemula, maka lakukan 1-2 postur yoga secara konsisten, lalu tingkatkan frekuensi dan durasi gerakan secara bertahap.

Sebuah hasil penelitian menemukan bahwa orang dengan hipotiroid mengalami perbaikan fungsi paru-paru setelah rutin melakukan yoga selama enam bulan.

4. Tai chi

Mirip dengan yoga, tai chi adalah teknik relaksasi tubuh yang mengedepankan gerakan tubuh menggunakan teknik pernapasan dalam.

Seni bela diri asal Tiongkok ini bertujuan untuk menenangkan pikiran dan kondisi tubuh sehingga sangat baik untuk menghilangkan stres, serta meningkatkan kelenturan dan stamina tubuh.

Beberapa manfaat olahraga tai chi untuk kesehatan adalah membangun kepadatan tulang (bagi penderita hipertiroid), menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Menari

Menari memiliki berbagai manfaat fisik, mental, hingga emosional. Menari bisa meningkatkan kelincahan tubuh dan meningkatkan detak jantung melalui setiap gerakan yang dilakukan.

Umumnya, menari dilakukan bersama dengan orang lain sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan. Dengan begitu, menari dapat menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan bagi penderita tiroid.

6. Berenang

Jika pergelangan kaki atau kaki Anda mengalami pembengkakan, beberapa jenis olahraga mungkin dapat menimbulkan rasa nyeri. Sebagai solusinya, olahraga aerobik air, seperti berenang, dapat menjadi pilihan bagi penderita tiroid. Berenang tidak akan membebani sendi-sendi tubuh Anda.

Berenang dapat mengurangi stres, melatih otot-otot tubuh, serta membakar kalori sehingga dapat menurunkan berat badan.

Anda dianjurkan untuk melakukan jenis olahraga kardio ini sebanyak tiga kali dalam seminggu. Pada tahap awal, Anda bisa berenang selama 10 menit tanpa henti. Setelah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi berenang secara bertahap hingga 30 menit per sesi.

7. Latihan kekuatan (strength training)

Latihan kekuatan atau strength training juga termasuk salah satu jenis olahraga untuk penderita tiroid yang dianjurkan. Olahraga ini dapat meningkatkan massa otot dan tulang, mengurangi tekanan pada persendian, serta mengurangi berat badan.

Beberapa contoh gerakan latihan kekuatan yang bisa Anda terapkan di rumah meliputi push up, sit up, squat, serta mengangkat barbel.

Selain jenis-jenis olahraga yang telah disebutkan di atas, ada beberapa aktivitas low-impact lainnya yang bisa dilakukan, seperti elliptical training, naik-turun tangga, atau hiking di medan yang mudah.

Olahraga high-Impact

Jika tubuh Anda sudah terbiasa dengan olahraga low-impact, Anda dapat melanjutkan frekuensi dan durasi aktivitas dengan melakukan olahraga high-impact. Misalnya:

  • Lompat tali.
  • Jogging atau lari.
  • Jumping jacks.
  • Naik gunung.
  • Latihan interval dengan intensitas tinggi.

Mengenal manfaat olahraga untuk penderita tiroid

Tak hanya menjaga kesehatan tubuh secara umum, olahraga untuk penderita tiroid nyatanya bermanfaat untuk meringankan gejala penyakit. Berikut adalah uraian selengkapnya mengenai manfaat olahraga untuk penderita tiroid.

1. Meningkatkan energi dalam tubuh

Penderita hipotiroid umumnya lebih sering mengalami rasa lelah. Dengan melakukan jenis olahraga tertentu secara rutin, rasa lelah tersebut dapat dilawan.

2. Membuat tidur lebih nyenyak

Salah satu gejala yang dialami oleh penderita hipertiroid adalah gangguan tidur. Tak ayal apabila penderita kerap terbangun di malam hari dalam kondisi berkeringat. Hal tersebut yang membuat tidur Anda menjadi tidak nyenyak.

Oleh karena itu, penderita hipertiroid disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin guna memperbaiki kualitas tidur di malam hari agar lebih nyenyak.

3. Memperbaiki suasana hati

Depresi ternyata seringkali dialami oleh penderita tiroid, terutama penderita hipotiroid. Berolahraga dapat membuat suasana hati Anda merasa lebih baik karena dapat meningkatkan hormon endorfin.

4. Meningkatkan metabolisme tubuh

Penderita hipotiroid memiliki metabolisme tubuh yang rendah yang menyebabkan berat badan dapat meningkat. Maka dari itu, melakukan olahraga sangat penting guna membantu membakar kalori, memperkuat otot-otot tubuh, dan menurunkan berat badan.

5. Meningkatkan kepadatan tulang

Kondisi hipertiroid cenderung rentan terjadi pengeroposan tulang dan mengalami penurunan kepadatan tulang sehingga dapat menimbulkan risiko osteoporosis. Dengan latihan kekuatan otot maka dapat mengembalikan kekuatan tulang Anda.

Selain olahraga, pola makan yang sehat juga dapat membantu penderita hipotiroid dalam menjaga berat badan. Meski tidak ada diet khusus bagi penderita tiroid, makan makanan sesuai batasan kalori bisa membantu menurunkan berat badan.

Catatan dari SehatQ

Perlu diketahui bahwa jenis olahraga untuk penderita tiroid yang terbaik tergantung pada kondisi kesehatan Anda.

Jika kondisi tubuh Anda tergolong sehat, Anda dapat melakukan olahraga  sama seperti orang sehat lainnya. Namun, jika sebaliknya, sebaiknya Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika sudah lelah atau merasa nyeri akibat gejala penyakit, sebaiknya jangan paksa tubuh untuk terus berolahraga. Ingat, untuk tetap istirahat yang cukup setelah Anda melakukan olahraga apa pun.

Dengan demikian, manfaat olahraga untuk penderita tiroid bisa Anda dapatkan secara optimal. Jangan sampai niat Anda untuk meringankan gejala penyakit justru berakhir petaka akibat kelalaian Anda.

Healthfully. https://healthfully.com/importance-of-exercise-with-thyroid-disease-6301644.html
Diakses pada 8 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/exercising-with-thyroid-disease-3231592
Diakses pada 8 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/women/features/exercises-underactive-thyroid#1
Diakses pada 8 Desember 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/477000-what-is-the-best-workout-if-you-have-hypothyroidism/
Diakses pada 8 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/fitness/9-exercises-stress-relief/
Diakses pada 8 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hs/healthy-living-with-hypothyroidism/exercise-can-help-manage-hypothyroidism/
Diakses pada 8 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hs/healthy-living-with-hypothyroidism/workout-plan/
Diakses pada 8 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320744.php
Diakses pada 8 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed